
Acara resepsi pun berjalan dengan lancar tanpa halangan sama sekali. Walau ada beberapa tamu yang membuat Farel cemburu karena hampir tamu yang datang adalah laki-laki yang pernah menyukai dan melamar Ranty.
"Kenapa hampir semua laki-laki yang mengucapkan ucapan selamat kepada kita, mereka mengatakan kepada ku jangan pernah menyakiti mu jika aku menyakiti mu mereka akan merebutnya dari ku." Tanya Farel dengan nada kesal.
"Ya mungkin karena mereka sayang kepada ku. Makanya mas Farel harus benar-benar sayang kepada ku biar aku gak di rebut oleh mereka." Jawab Ranty santai.
"Kamu ya, awas nanti malam akan aku hukum kamu, akan aku buat kamu gak bisa turun dari tempat tidur karena membuat aku kesal dengan para lelaki itu." Ucap Farel gemas lalu mencubit hidung Ranty.
"Aduh mas sakit, siapa takut." Jawab Ranty menerima tantangan Farel.
Setelah acara resepsi selesai Ranty dan Farel mengganti pakaian nya dengan pakai santai. Ranty dan Farel berjalan menuju ruang makan keluarga yang sudah disiapkan oleh pihak WO. Mereka pun di sambut oleh Rafi yang dari tadi ingin bertemu dengan papa dan bundanya.
"Papa, bunda." Ucap Rafi.
"Sayang." Jawab Ranty langsung berjalan menghampiri Rafi.
"Bunda, nanti malam Rafi dan Yoga mau tidur dengan Om Edi di rumah uti ya, boleh?." Tanya Rafi.
"Boleh, kenapa gak ikut dengan papa dan bunda menginap di hotel ini?." Tanya Ranty.
Farel yang mendengar pertanyaan Ranty kepada Rafi terkejut karena acara malam pertama nya dengan Ranty pasti akan terganggu bila Rafi ikut menginap dengan mereka. Farel langsung menarik tangan istrinya.
"Ran apa kamu sengaja meminta Rafi menginap dengan kita, karena kamu takut dengan hukuman yang akan ku berikan?." Bisik Farel.
"Sapa juga takut." Jawab Ranty.
"Sebenarnya aku takut mas, makanya aku cari alasan agar malam ini aku gak menerima hukuman dari mu" Batin Ranty.
"Boleh kok Rafi, Papa izinkan kamu ikut dengan Om Edi." Ucap Farel.
"Benar ni Pa?." Tanya Rafi.
"Iya hari ini kamu bebas bermain sepuasnya." Ucap Farel lalu memberikan tos kepada Rafi.
"Eh tunggu bunda belum kasih izin lho." Ucap Ranty.
"Bunda." Ucap Rafi kecewa.
"Bunda akan memberikan kamu izin, tapi Rafi harus menuruti perintah Uti kalau sudah malam dan waktunya tidur harus berhenti bermain dan langsung tidur." Ucap Ranty memberi perintah.
"Siap bunda, makasih." Ucap Rafi seneng dan langsung memeluk Ranty.
__ADS_1
Setelah pembicaraan itu, Farel, Ranty dan Rafi berjalan menuju meja makan yang sudah di siapkan.
"Assalamualaikum." Ucap Farel dan Ranty.
"Waalaikumsalam." Jawab mereka semua.
Setelah mengucapkan salam Farel dan Ranty langsung duduk, Ranty dengan cekatan menyiapkan makanan untuk Farel dan dirinya. Karena mereka berdua sudah lapar tanpa basa basi mereka langsung menyantap makanan mereka.
"Malam ini kalian akan menginap di hotel ini kan." Tanya ibu Tika.
"Iya ma." Jawab Farel sambil menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh Ranty.
"Ingat buruan kasih kita cucu satu lagi." Ucap Ibu Cici yang terlihat senang.
"Iya kalau bisa cewek ya." Ucap Pak Hermawan.
"Benar itu pa, kita kan sudah punya dua cucu laki-laki, kalau bisa Farel dan Ranty harus bikin Prince yang cantik buat kita semua, gimana dek Dewi?." Tanya ibu Tika.
"Kalau saya sih terserah, dikasih cucu laki-laki atau perempuan sama saja yang penting sehat." Jawab ibu Dewi.
"Waduh kenapa kalian pada ribut masalah anak sih, kita saja belum buat dan yang di buat saja belum jadi sudah ribut seperti ini, gimana kalau sudah jadi." Ucap Farel.
Ibu Cici dan Ibu Dewi hanya menjawab dengan anggukan.
"Sudah biarkan saja mereka menikmatinya dulu. Untuk masalah anak kita serahkan kepada Allah saja yang memberi." Ucap Pak Agus ayah almarhum Nata.
"Iya benar." Jawab Pak Purnama.
"Sudah - sudah yuk buruan makan, pasti pengantin baru juga ingin istirahat." Ucap Billy yang dari tadi menjadi pendengar.
"Iya betul, setelah makan langsung kami tinggal pulang ya." Ucap Ibu Tika.
"Sampai kapan kalian di Semarang?." Tanya Farel.
"Kami gak lama di sini mas, besok kami kembali ke Surabaya. Anak - anak juga harus sekolah jadi Rafi biar pulang bareng dengan kami." Jawab Ayana.
"Benar itu Rel, kami juga harus mempersiapkan acara yang di Surabaya. Kalau kita di sini gimana dengan kantor." Ucap Rico.
"Ya ya ya.... Untung saja aku ada wakil yang cerdas seperti kamu, jadi aku bisa menikmati bulan madu tanpa memikirkan kantor." Ucap Farel.
"Enak saja. Ingat gak gratis." Jawab Rico.
__ADS_1
"Tenang saja akan aku naikkan gaji mu sebesar satu persen." Ucap Farel tersenyum lebar.
"Idih dasar bos pelit." Ucap Lesti.
"Bercanda adik ku sayang, mana mungkin abang mu tega dengan suami mu itu." Ucap Farel.
Ucapan Farel itu membuat orang tertawa gembira di sela - sela acara makan mereka.
"Sudah siap nanti malam bro?." Tanya Anton.
"Siap apa?." Tanya balik Farel.
"Masa' gak faham ya belah duren lah. Apa perlu kita ajarin ya mungkin kamu lupa, walau dulu pernah belah duren." Ucap Billy.
"Gak perlu. Itu pekerjaan mudah." Jawab Farel santi dan langsung menatap Ranty.
"Apaan sih mas." Ucap Ranty yang terlihat malu yang membuat pipinya memerah.
"Sudah jangan ganggu lihat Ranty wajahnya jadi merah." Ucap Ayana.
"Oh iya sayang, gimana kalau kita juga bulan madu sekali, mumpung kita sekarang ada di Semarang. Yoga kan sudah besar waktunya kita kasih adik deh." Ucap Billy.
"Gak perlu pakek bulan madu." Jawab Ayana.
"Kalau gak pakek bulan madu gimana mbak, di rumah saja gitu maksudnya." Ucap Lesti bingung.
"Itu tahu jawabannya. Di rumah saja menghemat ongkos." Jawab Ayana.
"Masa' istri CEO pelit banget doyannya main di rumah saja, cari dong Aya sensasi." Ucap Rico.
"Sudah jangan bicara seperti itu. Nanti ada yang kepikiran, terus tar malam takut deh." Ucap Ayana menatap Ranty.
"Mbak ini sapa juga yang takut." Ucap Ranty menahan malu.
"Sudah yang sekarang waktunya untuk bulan madu itu kami berdua. Ingat kalian jangan ganggu. Ok." Ucap Farel memperingatkan.
Setelah acara keluarga, mereka pun langsung kembali ke rumah pak Purnama meninggalkan Farel dan Ranty di hotel itu. Lesti sebagai WO telah menyiapkan sebuah kamar yang sangat mewah untuk mereka berdua nikmati.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA.
__ADS_1