
Setelah sampai di bawah Farel langsung menuju kesebuah minimarket yang ada di hotel tempat mereka menginap. Farel pun masuk kedalam dan dibawanya keranjang, Farel memutari sudut minimarket itu mencari dimana letak pembalut. Minimarket itu di jaga oleh dua orang penjaga toko satu laki-laki dan satu wanita yang sedang berada di depan kasir, salah satu dari penjaga toko itu menaruh curiga kepada Farel yang dari tadi mondar - mandir tanpa menaruh sesuatu dalam keranjang belanjaannya dan saat Farel masuk kedalam minimarket memakai kaca mata hitam dan masker yang membuat penjaga toko mengiranya dia adalah maling. Akhir salah penjaga toko laki-laki itu mengikuti Farel dan memberikan diri untuk bertanya kepada Farel apa perlu bantuan.
"Maaf pak, apa ada yang bisa saya bantu." Tanya pelayan laki-laki.
"Em..... Saya cari itu lho mas." Jawab Farel bingung yang membuat penjaga laki-laki itu ikut bingung juga
"Cari apa ya pak." Ucap penjaga toko yang ikut kebingungan.
"Gini saja bisa minta penjaga toko wanita saja yang membantu saya, saya lebih nyaman bila saya bertanya kepadanya, saya gak akan berbuat macam-macam kok mas." Ucap Farel.
"Baik pak, saya akan memanggilkan rekan saya." Ucap penjaga toko laki-laki yang pergi untuk memanggil penjaga toko wanita.
Tak lama penjaga toko wanita itu pun datang setelah rekannya memintanya untuk membantu Farel untuk mencari barang yang di butuhkannya.
"Permisi pak, ada yang bisa saya bantu?." Tanya penjaga toko wanita.
"Iya mbak, bisa bantu saya di mana letak pembalut wanita." Jawab Farel pelan.
__ADS_1
Penjaga toko itu pun tersenyum setelah mendengar jawaban dari Farel.
"Mari pak, saya antarkan." Ucap penjaga toko wanita.
Mereka berjalan menuju rak yang terdapat berbagi macam jenis pembalut ada yang berukuran besar, ukuran kecil dan hal itu membuat Farel kebingungan memilihnya.
"Aduh banyaknya memang Ranty pakai yang merek apa ya? Apa aku perlu meneleponnya untuk menanyakan nya, aduh lupa lagi gak bawa hp." Batin Farel yang terdiam melihat banyak jenis pembalut.
Penjaga toko yang melihat Farel kebingungan akhirnya bertanya untuk membantunya memilih pembalut.
"Maaf pak, kalau boleh tahu pembalutnya untuk di pakai oleh siapa? Untuk istri, pacar, atau bapak sendiri?." Tanya penjaga toko wanita.
"Maaf pak bercanda, pakai ini saja pak, saya juga pakek ini kok pak, ada yang pakai sayap bisa mencegah kebocoran dan juga tidak pakai sayap, kalau lagi banyak - banyaknya biasanya sih para wanita pakai yang ini saja." Ucap penjaga toko menjelaskan kepada Farel dan menunjukkan sebuah pembalut.
"Memang benda ini bisa terbang ya mbak kok ada sayap nya?." Tanya Farel sambil membolak balikkan pembalut yang dipegangnya.
"Ya mana bisa pak, ini buka makhluk hidup!." Jawab penjaga toko terdengar kesal.
__ADS_1
"Terus apa fungsinya sayap ini?." Tanya Farel.
"Sebenarnya orang ini paham gak sih udah di jelasin masih tanya." Batin penjaga toko.
"Sayap itu bukan seperti sayap unggas pak, sayap yang ada di pembalut itu berfungsi mencegah kebocoran dan saat pembalut tidak akan lepas saat istri bapak melakukan aktivitas. Kalau masih belum faham nanti bapak bisa tanyakan ke istri bapak saja." Jawab penjaga toko wanita.
"OK mbak makasih, nanti akan aku tanyakan kepada istri ku." Ucap Farel sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Farel pun langsung memasukkan beberapa pembalut kedalam keranjang belanjaannya, lalu Farel berjalan menuju rak minuman untuk membeli beberapa minuman yang biasanya di beli oleh almarhum Nata saat dia sedang halangan. Membeli camilan karena Farel tahu malam ini dia tidak akan melakukan hal sesuai dengan apa yang dia rencanakan.
Setelah Farel merasa belanjaannya sudah semua, Farel pun menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya itu. Setelah selesai membayar dan berbelanja Farel segera kembali ke kamar hotel dimana mereka menginap.
**********
Ranty dengan sabar menunggu suaminya di dalam kamar hotel. Berjalan mondar mandir menanti kedatangan Farel. Tiba-tiba suara hp suaminya berbunyi di lihatnya layar hp tersebut ternyata yang menghubungi Farel adalah Monik, walau Ranty sudah sah menjadi istri Farel, Ranty tidak mau lancang membuka hp milik Farel tanpa seizin dari Farel.
Tak lama pintu kamar hotel terbuka dengan cepat Ranty langsung berjalan menuju arah pintu dan menghampiri Farel yang masuk kedalam kamar. Dengan senyum manis Ranty menyambut kedatangan Farel dengan senang.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA.