
Setelah sarapan seperti biasa Farel dan Ranty pun langsung bersiap untuk melakukan aktifitasnya seperti biasa dan kali ini Ranty yang akan mengantarkan Rafi untuk pergi ke sekolah sebelum dirinya berangkat bekerja. Hari itu Ranty memutuskan untuk memberitahukan kepada Farel bahwa dirinya sedang hamil, Ranty akan pergi ke kantor suaminya saat jam makan siang dan saat itu dia akan memberikan kejutan kepada Farel.
"Aku berangkat dulu ya sayang." Ucap Farel kepada Ranty.
"Iya mas, hati-hati, oh iya nanti ada waktu gak saat jam istirahat? kita makan siang bareng yuk sudah lama kita gak makan siang di luar." Ucap Ranty.
"Makan siang ya, nanti aku ada meeting saat jam makan siang." Ucap Farel sambil berfikir.
"Kamu ke kantor saja jam dua siang sekalian jemput Rafi kita makan bertiga di luar setelah jam pulang kantor ku, Gimana?." Tanya Farel.
"Ok. Janji ya." Ucap Ranty mengingatkan.
"Iya Bu bos, kalau gitu aku berangkat kerja dulu sampai nanti jam dua. Assalamualaikum." Ucap Farel berpitan.
"Waalaikumsalam." Balas Ranty sambil mencium tangan Farel.
Setelah Farel berangkat kerja, Ranty pun langsung bersiap-siap untuk berangkat kerja dan mengantarkan Rafi ke sekolah, dalam perjalanan Ranty memberitahu Rafi tentang rencananya yang akan memberitahu Farel tentang kehamilannya sebagai hadiah kejutan. Dengan respon cepat Rafi pun antusias untuk ikut memberikan kejutan itu kepada papa bersama dengan Ranty.
"Bunda aku juga ingin ikut memberi kejutan kepada papa." Ucap Rafi sambil merengek.
"Iya bunda pasti akan mengajakmu, Banda juga sudah janji kalau kita akan memberikan kejutan itu bersama-sama, lihat itu kadonya juga sudah bunda bawa. Nanti bunda akan menjemput mu sekolah, setelah itu kita langsung pergi ke kantor papa. Ok." Ucap Ranty.
" Siap Bun." Jawab Farel sambil memberikan hormat.
Mereka pun sampai di sekolah Rafi. Setelah berpamitan kepada Ranty Rafi langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam sekolah nya. Setelah mengantar Rafi, Ranty pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit untuk bekerja.
**********
Desta yang kebingungan karena sudah hampir seminggu Monik tidak ada kabar dan saat Desta menghubungi Monik hp nya selalu saja tidak aktif. Desta mencoba mencari dan menyusul nya ke Malang di mana Monik di pindah tugas kan untuk magang di kantor cabang Malang tetapi saat dia ke kantor cabang Monik tidak ada di kantor dan saat Desta bertanya di mana Monik kepada salah satu pegawai kantor, pegawai itu menjawab kalau Monik ijin beberapa hari karena ada keperluan di Surabaya. Tanpa banyak berfikir lagi Desta langsung kembali ke Surabaya untuk mencari Monik karena saat itu dia merasakan sesuatu yang aneh yang akan menimpa Monik. Dalam perjalanan kembali ke Surabaya Desta menghubungi beberapa tamannya untuk membantunya mencari keberadaan Monik dan tak lama Desta mendapatkan informasi kalau Monik sedang berada di kantor Farel. Setelah mendapatkan informasi itu Desta pun langsung melajukan mobilnya secepat mungkin menuju Surabaya.
**********
Setelah selesai dengan pekerjaannya Ranty meminta ijin kepada para dokter untuk pulang lebih awal karena ada urusan penting yang harus dia selesaikan.
__ADS_1
"Maaf ya aku pulang dulu ada urusan." Ucap Ranty.
"Iya sana pergi buruan selesaikan urusan mu biar gak ijin-ijin terus." Ucap Hadi.
"Makasih ya Abang tampan." Jawab Ranty merayu Hadi.
"Idih dari mana tampannya Ran? seharusnya kamu itu lihat benar-benar. Masih juga tampan nan aku." Ucap dokter Lana tak mau kalah.
"Kata siapa kamu tampan?." Tanya Hadi.
"Istri ku lah." Jawab dokter Lana yang membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut kecuali Ranty karena sudah mengetahui nya.
"Sejak kapan kamu menikah? kamu sudah tahu ya Ran, jahat ya kalian." Ucap Hadi yang merasa kesal.
"Haduh... masalah seperti ini
saja di buat rame. Aku balik dulu ya, takut telat." Ucap Ranty yang pergi meninggalkan ruangan.
Ranty pun menjawab ucapan Cahyo dengan anggukan kepalanya lalu pergi meninggalkan ruangan.
**********
Setelah menjemput Rafi dari sekolah nya, mereka berdua pun langsung menuju kantor Farel dan tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, setelah memarkir mobil mereka pun langsung berjalan masuk ke dalam kantor. Saat akan menuju lift perasaan Ranty mulai tidak enak serasa ada orang mengikutinya tetapi dia tidak terlalu memperdulikannya.
Ranty dan Rafi masuk ke dalam ruang kerja Farel setelah Shanty memberitahu Farel kalau mereka berdua datang dan Farel langsung menyuruh Shanty untuk memberitahu kepada mereka berdua agar mereka segera masuk ke dalam.
"Assalamualaikum." Ucap salam Ranty dan Rafi.
"Waalaikumsalam." Jawab Farel.
"Kenapa gak langsung masuk saja sih?." Tanya Farel yang masih sibuk dengan beberapa berkas yang ada hadapannya.
"Gak sopan mas kalau aku langsung masuk, ya kalau mas sendiri kalau ada tamu gimana?." Jawab Ranty.
__ADS_1
"Iya juga sih." Jawab Farel sambil menganggukkan kepalanya.
"Kalian tunggu sebentar ya, sebentar lagi papa selesai kok." Lanjut ucap Farel.
"Ok pa." Jawab Rafi.
"Bun nanti kita makan di mana ya enaknya?." Tanya Rafi.
"Gimana kalau sekarang biar papa yang menentukan tempat kita makan di mana." Jawab Ranty.
"Papa mana bisa Bun, kalau papa yang pilih tempat pasti tempatnya gak seru." Ucap Rafi kecewa.
Farel yang mendengar percakapan ibu dan anak itu akhirnya menghentikan kerjanya lalu berjalan kearah tempat duduk yang di mana Ranty dan Farel sibuk dengan pembicaraan nya.
"Memang papa kalau cari tempat gak asyik ya?." Tanya Farel.
"Iya." Jawab Ranty dan Rafi spontan.
"Eh.... Gak juga kok mas." Jawab Ranty yang sedikit menghibur.
"Ya sudah kalian saja yang pilih tempatnya papa tinggal ikut kalian." Jawab Farel pasrah.
"Tu kan Bun, apa yang Rafi bilang papa tu orang nya gak asyik." Ucap Farel.
"Siapa bilang papa gak asyik. Tanya bunda papa itu asyik orang nya." Ucap Farel sambil menggoda Rafi dengan klitikan, pelukan dan ciuman nya.
"Aduh papa ampun geli ini." Ucap Rafi yang kegelian karena perbuatan papanya.
Ranty yang hanya bisa tersenyum melihat kelakuan mereka berdua yang begitu seru di matanya.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1