
Malam itu mereka sedang duduk di pinggir kolam renang sambil menikmati kopi yang sudah di siapkan oleh bik Nana, mereka berbicara dan saling melempar candaan untuk calon pengantin yang akan menikah besok pagi.
"Sudah siap?." Tanya Rico.
"Yang jelas pasti sudah kan Rel?." Tanya Anton menambahkan.
"Insyaallah siap." Jawab Farel.
"Ini kan bukan yang pertama buat mu, kenapa masih terlihat tegang dan gelisah?." Tanya Billy yang tiba-tiba berada di belakang mereka bertiga.
"Eh.... Pak Billy, silakan duduk pak." Ucap Rico yang mempersilahkan duduk.
"Iya makasih." Ucap Billy.
Farel menghembuskan nafasnya. "Bukannya tegang tapi sedih." Jawab Farel.
"Kenapa?." Tanya Anton.
"Sudah gak usah dibahas doain saja besok lancar. Yang jelas besok aku gak akan sendiri lagi, tidur ada yang menemani, makan ada yang masakin dan nyiapin, jalan dulu berdua sama anak saja sekarang jadi bertiga sama anak dan istri. Jadi aku gak akan iri lagi dengan kalian semua. Hehehehe." Jawab Farel tertawa keras.
"Iya iya... Yang besok bakalan gak jadi duda lagi." Ucap Rico menggoda Farel.
"Ya jelas dong gak bakalan menyandang status duren lagi, tetapi suami keren."
"Oh iya untuk pengamanan apa kamu sudah cek semuanya Ton?." Tanya Farel.
__ADS_1
"Kamu gak usah kawatir Rel, untuk pengamanan sudah aku siapkan, tempat akad nikah dan tempat resepsi sudah aku cek semua insyaallah aman, jadi kamu gak perlu kawatir dan insyaallah di hari pernikahan mu akan lancar dan tidak akan seperti acara lamaran mu kemarin." Ucap Anton.
"Makasih ya." Ucap Farel.
"Sekarang ini Monik kemana?." Tanya Billy.
"Posisi Monik sekarang di Jakarta dan anak buahku tetap mengawasi dia di sana untuk Ibu Sisil dan Rasid juga kami awasi takutnya mereka berdua juga akan melakukan tidakan seperti yang akan di lakukan Monik." Jawab Anton.
"OK. Kalau memang semua sudah kamu persiapkan dengan baik insyaallah besok acara akan lancar. Oh iya Rel anak - anak kemana ya? Mama, papa dan Ayana juga gak ada di rumah?." Tanya Billy.
"Ya itu yang membuatku sedih, mereka semua ke rumah ayah Purnama termasuk Ibu Cici dan Ayah Agus juga ke sana mereka semua di sana, aku gak bisa melihat Ranty, telepon dan mengirimkan pesan juga gak bisa. Tadi sempat Rafi menghubungi ku melalui video call karena ketahuan mama telepon nya langsung di matikan." Ucap Farel sedih.
"Oalah aku kira kamu tegang, ternyata sedih gak bisa lihat Ranty. Besok kan dia akan jadi milikmu kamu bisa puas melihat dan menikmatinya." Ucap Billy sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Aku kira apa Rel, sempat aku pikir kamu ragu dengan keputusan mu." Ucap Rico menggoda.
"Biarkan mereka semua di sana kita nikmati pesta lajang buat Farel di sini." Ucap Billy mengangkat cangkir kopinya.
Malam itu mereka pun menikmati pesta dadakan Farel, mereka saling berbicara dan bercanda sambil menikmati kopi yang di siapkan oleh bik Nana. Karena hari sudah malam akhirnya Rico memutuskan untuk berpamitan terlebih dahulu untuk pulang ke rumah milik Lesti yang ada di Semarang. Karena sudah mendapatkan pesan Wa dari Lesti.
"Aku balik dulu ya, Lesti sudah mengirimkan pesan kalau dia sudah ada di luar, dapat salam dari dia maaf gak bisa mampir katanya." Ucap Rico.
"Iya salam balik buat dia dan terima kasih sudah membantu mempersiapkan semuanya." Ucap Farel sambil menyalami Rico.
"Apa kalian gak menginap di sini saja masih ada kamar kosong satu kan." Ucap Billy.
__ADS_1
"Hari ini papa nya Lesti datang untuk menghadiri acara pernikahan Farel. Gak enak juga kalau aku dan Lesti tidak ada di rumah untuk menyambutnya. Kalau gitu saya pamit dulu kasihan Lesti kalau menunggu terlalu lama di dalam mobil." Ucap Farel.
"Ya sudah, hati - hati di jalan." Ucap Billy.
"Makasih pak. Assalamualaikum." Ucap Rico meninggalkan mereka.
"Waalaikumsalam." Jawab mereka semua.
Setelah Rico berpamitan dan pulang mereka pun melanjutkan mengobrol dan bercanda sampai Billy menyudahi obrolan mereka karena hari sudah semakin malam.
"Sudah malam kamu istirahat dulu Rel." Ucap Billy kepada Farel.
"Tapi yang lain masih belum kembali dari rumah ayah Purnama." Jawab Farel.
"Mereka dalam perjalanan pulang, lagian rumah pak Purnama sama rumah ini gak terlalu jauh, kamu istirahat sana, ingat besok adalah hari yang penting untuk mu. Oh iya papa, mama, Rafi dan Yoga tidak ikut kembali ke sini mereka menginap di sana." Ucap Billy.
"Iya mas, apa Ranty gak kerepotan menjaga Rafi dan Yoga kalau mereka menginap di sana?." Tanya Farel kawatir.
"Gak usah kawatir kan ada mama dan papa. Sudah buruan istirahat sana. Jangan lupa berdoa dan kamu sempatkan sholat malam, biar dilancarkan semuanya besok." Ucap Billy.
"Siap Pak bos, aku masuk dulu ya. Ton aku tinggal dulu tolong jagain mas Billy ku." Ucap Farel sambil meninggalkan mereka berdua.
"Siap tenang saja pasti akan ku jaga." Ucap Anton.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA