Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 28...


__ADS_3

Pukul delapan tepat Ranty sampai di apartemen nya. Ranty turun dari mobil sambil membawa beberapa kantong belanjaannya Ranty langsung berjalan menuju apartemen nya yang berada di lantai tujuh. Ranty tidak mengetahui kalau dia tinggal di apartemen yang sama, di lantai yang sama, dan apartemen nya bersebelahan dengan apartemen Farel.


Setelah sampai apartemen nya Ranty langsung membuka pintu dan masuk kedalam. Di lihatnya sekeliling ruangan untuk mencari Edi karena tidak melihatnya Ranty pun langsung memanggil nya. Edi yang berada di dalam kamar mendengar kakaknya memanggil langsung keluar dari kamar nya.


"Ada apa mbak?." Tanya Edi.


"Bantu mbak dong beresin belanjaan, mbak mau mandi dulu." Ucap Ranty yang sedang menaruh semua belanjaannya di dapur.


"OK. Pesanan ku apa sudah mbak belikan?." Tanya Edi.


"Sudah." Ucap Ranty yang sudah berjalan menuju kamar nya.


Setelah masuk kedalam kamar Ranty pun langsung masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan dan membersihkan dirinya. Dua puluh lima menit kemudian Ranty yang tampak segar keluar dari kamar mandi, dia pun langsung melaksanakan sholat isya. Setelah selesai semua Ranty pun langsung keluar kamar untuk membantu adiknya memberikan belanjaannya.

__ADS_1


"Kok malam banget mbak pulangnya?." Tanya Edi.


"Iya tadi mbak janjian sama teman dulu sebelum pulang, saat mbak mau pulang ada orang yang telepon minta di beliin Pizza, jadi mbak mampir dulu ke Pizza hut." Jawab Ranty.


"Pasti mbak ketemuan sama Om Farel dan Rafi ya?." Tanya Edi asal bicara.


"Kok kamu tahu kalau aku ketemuan dengan mereka." Tanya balik Ranty.


"Sudah bisa di tebak mbak, kalau mbak pulang telat karena lembur kerja pasti mbak Ranty duduk dulu di sofa terus cerita panjang lebar kenapa mbak lelah, beda kalau habis bertemu dengan mereka. Apa mbak ada perasaan dengan Om Farel." Ucap Adi sambil melahap Pizza di tangannya.


"Mbak.... Kok di tanya tambah melamun. Apa mbak sudah ada rasa dengan Om Farel." Tanya Edi Lagi.


"Aku belum tahu Edi, mbak juga heran pada diri mbak sendiri karena selama ini mbak kalau dekat dengan teman laki - laki yang baru mbak kenal gak akan secepat akrab ini, tetapi dengan pak Farel kenapa ya mbak bisa akrab dan nyaman berada di dekatnya. Apa karena anaknya Rafi?." Tanya Ranty bingung.

__ADS_1


"Ya gak tahu yang bisa menjawab itu semua mbak." Ucap Edi asal menjawab.


"Kamu ini di tanya tambah jawab seperti itu." Ucap Ranty cemberut.


"Sudah di jalani saja pelan - pelan nanti juga mbak ketemu jawabannya. Lagian mbak sudah lama jomblo. Kenapa gak coba berhubungan lagi, buka hati, memang mau jadi perawan tua. Ha... Ha... Ha...." Ucap Edi menggoda Ranty sambil tertawa keras.


"Kamu itu, awas ya.... " Ucap Ranty sambil memukul dan mengelitik adiknya.


"Tapi benarkan kata ku, lagian lumanya Om Farel itu duren, duda keren, kaya pula, gak masalah punya anak jadi mbak sudah langsung kasih ibu cucu." Ucap Edi.


"Ha... Ha... Ha...., benar juga kata mu Ed." Ucap Ranty sambil tertawa.


Malam itu Ranty dan Edi makan Pizza bersama sambil bercerita tentang keseharian mereka, bercanda dan tertawa bersama melepas lelah dan penat hari itu.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2