Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 104...


__ADS_3

Farel dan Ranty memutuskan untuk berangkat bersama saat mereka bekerja. Ranty mengantarkan Farel terlebih dahulu ke kantornya sebelum dia berangkat ke rumah sakit untuk bekerja, karena jadwal Farel pagi ini menuntutnya untuk datang lebih pagi ke kantor setelah Rico menghubungi kalau pagi ini ada meeting mendadak yang sangat penting.


"Maaf ya sayang, sebenarnya aku lo yang ingin mengantar mu kerja, tetapi karena meeting mendadak jadi kamu yang mengantar ku." Ucap Farel.


"Gak masalah mas, lagian jarak rumah sakit dan kantor Hermawan Group gak terlalu jauh. Aku juga gak lagi terburu - buru dan hari ini jadwal ku gak terlalu sibuk hanya memeriksa beberapa pasien, sehabis dhuhur ada dua orang yang harus aku operasi dan nanti ada dokter baru dari rumah sakit Semarang yang akan mulai bekerja." Ucap Ranty yang fokus menyetir mobil.


"Dokter baru!?." Ucap Farel.


"Iya dokter Hadi yang dulu pernah melamar ku sampai lima kali." Ucap Ranty mengingatkan suatu yang pernah Edi cerita.


"Oh dokter yang saat acara pernikahan kita dia menangis itu Ran." Ucap Farel menegaskan.


"Iya benar." Jawab Ranty santai.


"Kenapa ayah memilih orang itu untuk menjadi dokter di sini." Ucap Farel kesal.


"Ya karena dokter Hadi memiliki kemampuan yang gak jauh beda dengan dokter Wawan mas, sudah lah mas tenang saja lagian sekarang aku juga sudah menikah dengan mu dan aku tahu batasannya, jadi mas Farel harus percaya kepada ku seperti aku percaya kepada mas Farel." Ucap Ranty.


Farel pun menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Ranty walau ada rasa tidak terima.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan lobi kantor Hermawan Group. Farel masih tidak ingin pergi meninggalkan Ranty, tetapi dia hanya bisa pasrah karena pekerjaan.


"Mas sudah sampai lho, gak turun." Ucap Ranty.


"Memang nya kamu gak bisa libur ya Ran hari ini? ikut saja kerja bersama ku." Ucap Farel yang manja tanpa melepaskan tangan Ranty.


"Aduh manjanya suami ku. Buruan turun kasihan mas Rico sudah menunggu mas Farel dari tadi. Coba lihat panggilan telepon dari mas Rico pasti lebih dari sepuluh." Ucap Ranty.


Dengan berat hati Farel pun menuruti perintah Ranty tetapi sebelum Farel turun, dengan gerakan cepat Farel langsung memegang kedua pipi Ranty di ciumnya bibir merah milik istrinya. Cukup lama mereka berciuman hingga mereka berdua kehabisan nafas. Ranty pun mengakhiri ciuman itu karena dari tadi hpnya milik Farel bergetar.

__ADS_1


"Sudah cukup mas, bisa - bisa kita keblabasan main di dalam mobil deh." Ucap Ranty bercanda.


"Bagus juga idemu, yuk kita ke basement saja mumpung masih ada waktu." Ucap Farel sambil menarik turunkan kedua alisnya.


"Mas Farel." Ucap Ranty kesal.


Farel yang mengetahui kalau Ranty sudah mulai kesal akhirnya mengakhiri untuk menggoda. "Ya ampun maaf, hari ini sudah cukup aku menggoda mu." Ucap Farel.


Farel pun berpamitan kepada Ranty sambil mencium sekilas kening dan bibir milik Ranty. Ranty pun mencium tangan Farel lalu mereka berdua sama-sama mengucapkan salam. Farel pun keluar dari dalam mobil. Mobil yang di kendarain Ranty itu mulai pergi meninggalkan Farel yang masih berdiri di depan lobi melihat kepergian istrinya.


Farel pun berjalan menuju lift khusus yang membawanya ke lantai tujuh di mana tempat kantornya berada. Setelah sampai di lantai tujuh sebelum masuk ke dalam ruang kerjanya Farel menyapa Shanti dan memintanya untuk menyiapkan beberapa berkas.


"Pagi." Sapa Farel.


"Pa... Pagi pak." Ucap Shanti membalas sapaan Farel sambil sedikit menahan tawa karena melihat wajah bosnya itu.


Farel yang melihat Shanti menahan tawa akhirnya bertanya. "Kamu kenapa?."


"Aku minta tolong siapkan materi rapat yang sudah aku e-mail kamu tadi dan tolong hubungi bagian penasaran untuk bersiap - siap meeting." Ucap Farel.


"Baik pak." Jawab Shanti.


"Oh iya apa pak Rico sudah datang ke kantor?." Tanya Farel.


"Sepertinya sudah pak, apa saya bantu untuk menghubungi pak Rico untuk datang menemui bapak?." Tanya Shanti.


"Gak perlu, kamu kerjakan yang tadi saja. Biar aku saja yang menghubungi Rico." Jawab Farel lalu masuk ke dalam ruangannya.


Farel pun masuk ke dalam ruangannya setelah berbicara dengan Shanti dan memberinya tugas. Di dalam ruang kerjaan Farel melepas jasnya dan menaruh di gantung baju yang terletak tidak jauh dari meja kerjanya. Setelah itu Farel menuju meja kerjanya dan melihat beberapa berkas yang sudah di siapkan oleh sekretarisnya Shanti sambil menghubungi Rico untuk menyuruhnya datang ke ruangnnya.

__ADS_1


Tak lama Rico pun masuk kedalam ruangan Farel sambil membawa berkas yang akan di bahas dengannya. Rico mendekati Farel dan langsung duduk di depannya.


"Lama sekali kamu datang ke kantor banyak hal yang harus aku bahas bersamamu." Ucap Rico sambil menyiapkan beberapa berkas.


Saat akan membahas masalah pekerjaan Rico menatap wajah Farel ada yang aneh saat dia melihatnya.


"Rel ada apa dengan bibir mu, apa hari ini kamu memakai lipstik Ranty?." Tanya Rico sambil menahan tawa.


"Memang ada apa dengan bibir ku?." Tanya Farel balik sambil memegang bibir nya.


"Coba lihat." Jawab Rico sambil menyerahkan hpnya agar dia bisa melihat wajahnya.


"Astagfirullah, pantas saja Shanti tadi sempat menahan tawa saat melihat ku." Ucap Farel sambil menghapus bekas lipstik Ranty yang ada di bibir nya.


"Untung belum meeting kalau kamu masuk ke ruang meeting dengan bibir seperti itu bisa - bisa di tertawakan satu ruangan, kalau habis ciuman itu ngaca dulu lihat lipstik istri nempel gak ke bibir." Ucap Rico menggoda.


"Makasih ya bro udah di kasih tahu." Ucap Farel.


"Ya, ingat gak ada yang gratis lho ya." Jawab Rico sambil tersenyum.


"Haduh gak kamu gak Lesti sama saja, matre." Ucap Farel sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu tahu sendirikan biaya persalinan itu mahal." Ucap Rico.


"OK nanti akan aku traktir makan siang dan gak ada permintaan lain. Ok." Ucap Farel mengakhiri pembicaraan dan perdebatan.


Mereka pun langsung serius membahas masalah pekerjaan setelah pembicaraan singkat yang mereka lakukan.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2