
Setelah selesai berdandan dan mengganti pakaian nya, Ranty pun keluar kamar nya. Ranty menggunakan pakaian santai dengan warna yang sama yang di pakai oleh Farel dan Rafi agar terkesan seperti keluarga karena itu permintaan Rafi Ranty pun menyetujui nya.
Penampilan Ranty saat itu.
Saat keluar kamar Farel pun terkejut melihat penampilan Ranty yang begitu mempesona dirinya. Matanya tidak henti - hentinya memandang Ranty. Ranty yang berdiri di depannya pun langsung memanggil Farel karena semua persiapan sudah selesai, tetapi Farel hanya diam dan tetap memandang Ranty, karena tidak mendapat respon dari Farel Ranty pun langsung sung mengagetkan Farel dengan menyentuh lengan Farel yang langsung membuat Farel tersadar dari lamunannya.
Farel pun tersadar dan tanpa dia sadari dia berucap. "Kamu cantik."
Ranty yang mendengarkan pun tersipu dan tersenyum kepada Farel. "Makasih pak, memang dari dulu aku sudah cantik." Ucap Ranty.
"Kata siapa?." Tanya Edi yang berada tak jauh Farel dan Ranty.
"kata ku." Ucap Ranty.
"Apa memang benar Raf kala ibu dokter ini cantik?." Tanya Edi yang berada di sebelah nya.
"Dokter Ranty memang cantik, wanita yang paling cantik setelah mama ku, benar kan Pa?." Ucap Rafi.
Farel yang mendengarkan ucapan Farel hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum.
"lihat tu mbak ada yang bilang kalau mbak cantik awas tar kepalanya jadi besar nanti gak cantik lagi deh." Ledek Edi.
"Kamu ini Ed, sudah jangan bercanda lagi. Kapan kita berangkat pak? Nanti keburu siang?." Tanya Ranty.
__ADS_1
Farel yang mendengar ucapan Ranty pun langsung bergegas berdiri dan meminta Rafi untuk bersiap. Farel membantu membawa bawaan yang sudah di siapkan oleh Ranty.
Sebelum berangkat Ranty pun berpesan kepada Edi. "Ingat hati - hati di apartemen."
"Siap mbak, oh iya Om Farel jangan lupa oleh - oleh yang mas janjikan tadi." Ucap Edi.
"Semoga berhasil ya Om aku tunggu kabar baiknya." Ucap Edi dalam hati.
Flashback on
Setelah Ranty masuk ke dalam kamar, Farel dan Edi sempat berbicara tentang beberapa hal mengenai Ranty.
"Menurut mu gimana Ed apa kamu setuju kalau aku mengatakan nya sekarang?." Tanya Farel.
"Ya kalau om Farel sudah merasa yakin dan serius aku sih ok ok saja dan ingat pesan yang pernah aku ucapkan ke Om Farel jangan pernah sakiti mbak Ranty." Ucap Edi.
"Kalau boleh tahu kenapa kamu yakin dengan ku padahal banyak laki-laki yang juga suka dan serius dengan Ranty?." Tanya Farel.
"Kenapa ya om, mungkin karena umur Om Farel yang gak muda lagi, duren pengalamannya pasti lebih banyak dan mbak Ranty gak pernah mempermasalahkan kalau calon suaminya dudu, yang jelas! Om gak akan main - main lagi karena Om Farel akan lebih fokus mencari istri dan calon ibu buat Rafi, ini misalnya orang yang di sukai Rafi bukan mbak Ranty tetapi wanita lain pasti Om Farel akan berusaha untuk menyukai dan mendapatkan wanita itu karena Om lebih mementingkan kepentingan Rafi dari pada Om sendiri, benar gak?." Ucap Edi santai.
"Iya apa yang kamu ucapkan itu benar aku akan lebih mementingkan keinginan Rafi, misalkan Rafi tidak mengizinkan aku menikah lagi, aku pun juga gak akan melakukannya, dan aku sangat bersyukur kalau wanita yang diinginkan Rafi untuk menjadi ibunya adalah Ranty dan wanita itu juga yang telah lama aku sukai sebelum aku mengenal Nata almarhum istriku, kamu juga pernah aku ceritakan gimana awal aku kenal dengan kakak mu." Ucap Farel.
"Iya." Jawab Edi santai sambil menganggukkan kepalanya.
"Oh iya kamu ingin oleh - oleh apa dari Malang?." Tanya Farel.
__ADS_1
"Kabar baik saja Om. Aku doain kalau Om Farel berhasil menyampaikan niat baik Om Farel kepada mbak Ranty." Jawab Edi.
Farel tersenyum lebar mendengar ucapan calon adik ipar nya itu. "Siap, makasih doanya ya." Ucap Farel.
Flashback off
Ranty yang mendengarkan ucapan adik penasaran dan heran. "Memang kamu minta apa Ed? Dan pak Farel, bapak menjanjikan apa kepada Edi?." Tanya Ranty penasaran.
"Sudah nanti juga mbak tahu, sana berkat keburu siang." Jawab Edi.
"Tapi." Ucap Ranty.
"Ayo dokter buruan." Ucap Rafi yang langsung mengandeng tangan Ranty keluar apartemen.
"Iya sayang yuk berangkat." Jawab Ranty kepada Rafi.
Kami berangkat dulu ya Ed. Assalamualaikum." Ucap Ranty.
Di susul oleh Farel. "Berangkat ya. Assalamualaikum." Ucap Farel.
"Iya hati - hati. Waalaikumsalam." Jawab Edi.
Mereka pun langsung keluar apartemen dan turun kebawa menuju parkiran mobil dan berangkat merayakan ulang tahun Rafi.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA