Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 58...


__ADS_3

Setelah Ranty masuk kedalaman rumah, Farel pun langsung menemui Billy yang sedang berada di ruang kerja milik pak Hermawan. Seperti biasa tampa mengetuk pintu Farel pun langsung membuka pintu dan masuk kedalam ruangan itu.


Billy yang melihat kebiasaan adiknya hanya dapat menggelengkan kepalanya. "Kalau punya kebiasaan buruk mbok di rubah, bisakan mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke ruangan mana pun." Ucap Billy kesal.


"Maaf mas lupa." Jawab Farel sambil tersenyum lebar.


"Bukan lupa tapi kebiasaan."


"Iya iya maaf mas ku sayang. Ada apa kok sepertinya ada yang penting." Ucap Farel.


"Iya ada yang mau aku sampaikan kepada mu."


"Memang ada apa sih mas."


"Kamu masih ingat Gladys gak Rel? Anak tante Sisil yang dulu sempat akan menikah dengan ku."


"Iya aku ingat mas, dia menolak tetapi tante Sisil terus memaksa menikahkan dia dengan mas."


"Sebenarnya sebelum aku menikah dengan Ayana mama meminta ku untuk menikahi Gladys. Sebelum hal itu terjadi Gladys dan Jaka....." Ucap Billy terpotong oleh Farel.


"Jaka, teman kakak waktu SMA Itu kan."


"Iya, dengarkan dulu aku bicara setelah selesai kamu baru boleh bertanya dan berbicara." Ucap Billy.


Farel pun menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Billy.


Billy pun melanjutkan ceritanya. "Gladys dan Jaka sudah menjalin hubungan selama tiga tahun tetapi hubungan mereka tidak di setujui oleh tante Sisil, mereka menemui ku dan mama hanya untuk tidak melanjutkan pernikahan antara aku dan Gladys. Akhirnya mama dan aku menyetujui keinginan mereka karena aku tahu mereka menjalin hubungan sudah cukup lama."


"Terus apa hubungannya dengan ku?." Tanya Farel heran.


"Ya jelas ada! Tante Sisil dan Monik gak akan membiarkan apa yang kamu inginkan terjadi. Kamu harus hati-hati dengan mereka." Ucap Billy.


"Iya mas makasih banyak sudah memberi tahu ku." Ucap Farel.


**********


Pak Agam dan keluarganya sudah sampai di kediamannya. Bu Sisil dan Monik dengan cepat keluar dari dalam mobil dan langsung masuk kedalam rumah. Saat mereka masuk di dalam ruangan tamu Gladys dan Jaka datang untuk berkunjung.

__ADS_1


Perasaan Monik sangat kesal saat itu dan di tambah lagi kedatangan kakaknya yang paling dia benci membuatnya semakin kesal tanpa menyapa Monik langsung berjalan menuju kamarnya.


Saat itu bu Sisil pun masuk kedalam rumah dengan ramah Gladys dan Jaka langsung menyapa dan menyambut kedatangan bu Sisil dan pak Agam.


"Assalamualaikum ma." Ucap Gladys.


"Duh kenapa juga kamu ke sini, bikin mama tambah jengkel ngelihat kamu." Ucap Ibu Sisil menunjukkan Jaga dan menunjukkan rasa tidak sukanya.


"Maaf ma."


"Kamu saja sayang menyampaikan kepada mama sama papa berita bahagia ini." Ucap Jaka yang kembali duduk.


"Iya mas." Jawab Gladys.


Gladys pun berjalan menghampiri ibu Sisil yang sedang duduk di kursi kesayangannya. Gladys dengan hati - hati mendekati mama yang terlihat kesal dan moodnya yang tidak baik.


"Papa mana ma kok cuma mama dan Monik yang masuk kedalam rumah?." Tanya Gladys.


"Gak tahu capek mama, kamu ke sini mau apa? apa kamu nyesel sudah menikah dengan Jaka, dan minta cerai." Ucap Ibu Sisil.


"Astagfirullah, mama ini bicara apa sih." Ucap Gladys kesal.


"Assalamualaikum." Ucap salam pak Agam.


"Waalaikumsalam." Jawab Gladys dan Jaka bersamaan.


"Eh anak papa datang, ada apa nih kok tiba-tiba datang ke sini?." Tanya Pak Agam yang ikut duduk di sebelah Ibu Sisil.


"Kami ke sini ingin mengunjungi papa dan mama, Gladys kangen sama papa, sekalian mau menyampaikan sesuatu kepada papa dan mama." Ucap Gladys.


"Kabar apa itu?." Tanya Pak Agam.


Ibu Sisil yang enggan mendengar memutuskan untuk meninggalkan ruang tamu dan pergi masuk kedalam kamar.


"Mama gak mau dengar dulu sebelum masuk kedalam kamar." Ucap Gladys sedih.


"Gak, mama pusing, kamu cerita saja sama papa mu, nanti juga papa cerita ke mama." Ucap Ibu Sisil pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Pak Agam hanya bisa menarik nafas melihat tingkah istrinya.


"Ada apa sayang?." Tanya Pak Agam.


"Mas saja yang bilang sama papa." Ucap Gladys.


"Ada apa sih papa jadi penasaran." Ucap Pak Agam.


"Gini lho Pa alhamdulillah, usaha toko kue kami sudah berkembang dan rencananya kami akan membuka cabang baru dan kami akan menambahkan Cafe di toko kue kami sehingga pelanggan atau pengunjung bisa makan di tempat tidak hanya membeli dan membawanya pulang saja." Ucap Jaka.


"Alhamdulillah. Papa doakan lancar terus usaha mu."


"Amin. Makasih pa dan ada satu lagi, habis gini papa dan mama akan menjadi kakek dan nenek. Alhamdulillah sekarang ini Gladys sudah hamil dua bulan Pa." Ucap Jaka.


"Benaran itu sayang?." Tanya Pak Agam.


"Iya Pa." Ucap Gladys sambil memeluk pak Agam.


"Alhamdulillah, jaga kesehatan mu jangan stres gak usah mikirin yang aneh - aneh dan kamu Jaka, harus menjaga anak papa ini ya." Ucap Pak Agam.


"Insyaallah Pa." Ucap Jaka.


Di ruang tamu itu tampak suasana yang menggembirakan untuk mereka bertiga tanpa adanya ibu Sisil dan Monik di sana. Gladys heran kenapa mamanya dan adiknya tampak begitu kesal padahal mereka baru saja berlibur.


"Pa, kenapa waktu pulang mama dan Monik tampak kesal?." Tanya Gladys.


"Biasalah kamu kayak gak tahu mama sama adik mu saja." Jawab Pak Agam.


"Maksud papa, Gladys gak faham deh." Ucap Gladys.


"Sebetulnya kami gak berlibur tetapi di undang keluarga pak Hermawan ke acara ulang tahun anaknya Farel........" Ucap Pak Agam menceritakan kejadian waktu di sana.


"Ya Allah mama kenapa gak kok seperti itu sih pa, Monik juga gak tahu malu. Bikin malu saja." Ucap Gladys.


"Sudahlah kamu gak usah banyak mikir ingat kamu lagi hamil." Ucap Pak Agam.


"Iya pa, aku jadi gak enak Pa sama Billy dan keluarganya." Ucap Gladys sambil membuang nafasnya.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2