Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 157...


__ADS_3

Ranty yang sedang bergandengan tangan dengan Rafi sedang asik berjalan menyusuri toko yang menjual perlengkapan bayi, mereka berdua sedang asik memilih perlengkapan bayi seperti baju, popok dan beberapa perlengkapan bayi lainnya sedangkan Farel hanya sebagai pengawal dan pembawa barang yang mereka pilih saat itu.


"Ingat ya sayang apa yang sudah bunda katakan tadi di mobil, barang yang harus kita pilih, kamu ingat semua kan." Ucap Ranty.


"Sudah dong bunda, tenang saja serahkan ke Rafi." Ucap Rafi yang mulai berjalan mencari perlengkapan apa yang di perlukan.


"Ayo mas kok diam saja, banyak yang harus kita beli sekarang kalau gak ada kamu gimana bayarnya?." Ucap Ranty sambil menggandeng lengan suaminya itu.


"Kalau yang kayak gini ini aku baru di butuhkan." Jawab Farel sambil berjalan mengikuti Ranty dan juga Rafi.


Setelah mereka berbelanja, mereka pun beristirahat di sebuah restoran yang terletak di pusat perbelanjaan itu juga. Mereka bertiga menikmati makanan yang mereka pesanan. Disela menikmati makanan Farel dan Ranty membicarakan tentang rencana mereka setelah anak mereka lahir.


"Apa kamu yakin Ran?." Tanya Farel tentang keputusan Ranty yang akan berhenti bekerja setelah melahirkan.


"Iya aku yakin mas, aku akan berhenti bekerja setelah melahirkan dan akan fokus mengurus keluarga, aku bisa bekerja membuka klinik kalau mas Farel mengijinkan ku." Jawab Ranty.


"Apa yang kamu inginkan dan lakukan, aku gak akan melarang mu, selama apa yang kamu lakukan gak bertetangga dengan apa yang sudah kita sepakati." Ucap Farel.


"Ok, siap pak bos. Untuk masalah pekerjaan mas Farel gak perlu khawatir." Ucap Ranty.

__ADS_1


"Iya... Iya, untuk masalah itu aku serahkan semua ke kamu saja lah." Ucap Farel yang kembali menikmati makanan.


Sesampainya di rumah Ranty langsung menyiapkan dan merapikan beberapa barang yang telah mereka beli. Rafi yang saat itu sangat antusias melihat perlengkapan bayi yang dia pilih membantu menyusun di kamar bayi milik adiknya.


"Apa kita gak perlu box bayi sayang?." Tanya Farel yang sedang membuka beberapa kantong belanjaan.


"Gak perlu mas, kemarin aku lihat box bayi milik Rafi masih bisa di pakai, jadi pakai punya abangnya saja." Jawab Ranty.


"Untuk kereta dorong kenapa gak beli juga?." Tanya Farel.


"Kemarin mbak Aya melarang ku membelinya, karena Yaki punya banyak dan aku di suruh memilih dan mengambil salah satu di rumah mas Billy, mungkin hari ini akan di kirim ke rumah oleh mbak Ayana." Jawab Ranty.


"Kenapa gak beli saja sih, kita kan bisa membelinya Ran." Ucap Farel.


"Uangnya juga bisa kita simpan jadi kita gak perlu keluar uang."


"Ya sudah terserah kamu saja aku menurut apa yang istri ku ini inginkan." Ucap Farel.


Sejak hamil emosi Ranty tidak pernah stabil apabila ada yang membuat hatinya sedih atau pun senang Ranty pasti akan menangis, sampai-sampai membuat Farel kebingungan untuk menenangkannya. Hal itu membuat Farel membiarkan apa pun yang di lakukan Ranty selama tidak membahayakan dan sesuai dengan nalar pikiran.

__ADS_1


Persiapan pun selesai kamar bayi yang berada di sebelah kamar mereka berdua sudah selesai di renovasi dan di dalam kamar mereka juga sudah ada beberapa perabotan dan perlengkapan bayi yang sudah tertata dengan rapi.


Saat makan malam Farel sengaja mengajak Ranty, Rafi dan juga Edi untuk makan malam di sebuah restoran yang di sukai oleh istrinya. Farel pun sudah memesankan berbagai macam makanan kesukaan Ranty. Ranty yang melihatnya pun merasa senang. Tanpa menunggu lama Ranty langsung mengambil makanan yang dia inginkan, lalu di ikuti semuanya tak terkecuali Farel yang sudah dari tadi dia merasa lapar.


"Mas, kok tahu kalau hari ini aku ingin makan patin bumbu kuning." Ucap Ranty sambil menikmati makanannya.


"Aku juga lagi pingin makan patin beberapa hari ini jadi aku langsung mengajak kalian untuk makan di sini." Jawab Farel sambil makan dengan lahapnya.


Setelah selesai makan mereka pun beristirahat sebentar sambil menikmati makanan penutup dan berbincang ringan.


"Sayang kenapa hari ini selera makan mu gak seperti biasanya, aku lihat makan mu juga gak seberapa banyak seperti dulu?." Tanya Farel.


"Aku merasa semenjak usia kandungan semakin bertambah dan perut ku semakin membesar nafsu makan ku juga semakin berkurang." Jawab Ranty.


"Tapi kalau dilihat-lihat yang makannya semakin banyak itu om Farel lho mbak, coba lihat hampir semua yang ada di meja yang menghabiskan makanannya itu om Farel." Ucap Edi yang dari tadi menyimak pembicaraan mereka berdua.


"Benar Bun, coba lihat perut Papa gak seperti dulu, sekarang hampir sama seperti perut bunda." Ucap Rafi yang ikut memperjelas pernyataan Edi sambil menunjuk perut papanya itu.


Ranty yang mendengar perkataan Rafi dan Edi langsung melihat perut suaminya yang tidak pernah dia perhatikan selama ini. Hal itu membuatnya sedikit terkejut dan sedikit tertawa.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA 🙏🙏😀


__ADS_2