
Di kantor Hermawan Group Farel sedang sibuk menyelesaikan semua pekerjaannya bersama dengan Rico, tak lama pintu ruang kerjanya ada yang mengetuk yang membuat kedua orang yang berada di dalam ruangan itu menghentikan aktivitas kerjanya. Farel yang mengetahui siapa yang berada di balik pintu itu langsung mempersilahkan masuk.
"Masuk." Ucap Farel.
Orang itu pun langsung masuk, orang itu adalah Anton asisten pribadi Farel.
"Assalamualaikum, Maaf aku sibuk banget dan baru bisa datang ke sini, memang ada apa kamu memanggil ku ke kantor mu?." Tanya Anton lalu duduk di sebelah Rico.
"Waalaikumsalam." Jawab salam Farel dan Rico bersamaan.
"Aku mau meminta tolong, aku minta satu bodyguard untuk mengawasi Ranty, tetapi bodyguard itu jangan sampai ketahuan oleh nya, tolong beri penjagaan ketat saat acara lamaran ku berlangsung tanpa ketahuan para tamu undangan saat acara lamaran." Ucap Farel serius.
"OK. Tenang saja pak Billy juga sudah menyampaikannya kemarin kepada ku." Ucap Anton.
"Sekali suruh anak buah mu untuk mengawasi Rasid." Ucap Farel.
"Rasid? Seperti nya aku mengenalnya." Ucap Anton.
"Dia mantan tunangan Ranty, sekarang status nya masih sebagai suami dari Sari anak salah satu perwira tinggi AD." Ucap Farel.
"Oh orang itu." Jawab Anton.
"Apa kamu kenal Ton?." Tanya Rico yang ikut mendengarkan.
"Iya aku kenal dia, Rasid itu satu liting dengan ku saat aku masih di angkatan darat dulu." Jawab Anton.
"Oooo." Ucap Rico.
"Cuma itu saja tugas mu." Ucap Farel.
__ADS_1
"Siap akan aku laksanakan, ada lagi yang kamu butuhkan? Kalau gak aku harus mengurus beberapa pekerjaan bersama mas mu Billy." Ucap Anton.
"Gak kamu bisa pergi. Terima kasih banyak ya. Kalau ada apa-apa tolong langsung beritahu dan hubungi aku." Ucap Farel.
"Siap. Aku balik dulu assalamualaikum " Ucap Anton meninggalkan ruang kerja Farel.
"Waalaikumsalam." Balas salam Farel dan Rico.
Setelah Anton pergi Farel dan Rico kembali menyelesaikan pekerjaannya.
**********
Di sebuah kafe Monik sedang duduk bersama seorang laki-laki, mereka tampak serius membicarakan sesuatu.
"Ini uang mukanya, ingat jangan sampai ketahuan dan jangan sampai salah." Ucap Monik menyerah uang.
"Siap bos. Saya jamin gak akan ketahuan." Ucap seorang lelaki.
**********
Hari yang di tunggu pun sudah di tiba, yaitu acara lamaran yang di adakan di sebuah restoran milik Lesti, sebuah restoran di si se di ubah menjadi sebuah tempat lamaran yang sederhana tetapi terkesan mewah sesuai dengan keinginan Ranty.
Di ruang tunggu Ranty sedang mempersiapkan diri, saat itu dia menggunakan gaun berwarna senada yang di gunakan oleh Farel. Lesti yang berada di dalam ruang tunggu merasa senang melihat sahabatnya akan di lamar.
"Gimana sudah siap?." Tanya Lesti.
"Insyaallah sudah." Ucap Ranty santai.
Saat akan keluar raung tunggu, Lesti merasa ruangan itu sedikit janggal karena ada sebuah kipas angin besar ada di ruangan itu. Tetapi Lesti tidak banyak berfikir mungkin ruangan itu kurang dingin sehingga pegawainya menaruh kipas angin di sana.
__ADS_1
Acara pun hampir tiba, tamu undangan pun sudah mulai berdatangan. Farel yang perasaannya tidak tenang langsung menemui Ranty yang berada di ruang tunggu bersama Lesti dan fitri sahabatnya. Saat membuka pintu Farel sangat terkejut melihat Ranty sangat cantik membuat dia terdiam di depan pintu.
"Mas Farel." Ucap Lesti.
Farel hanya diam terpaku melihat calon istrinya yang begitu menarik pandangannya.
"Cantik nya." Batin Farel.
Rico yang berdiri dibelakangnya heran karena saat dia memanggil Farel tidak ada tanggapan, Rico pun langsung mengagetkannya karena terlalu lama melamun di depan pintu.
"Dor." Ucap Rico mengagetkan Farel sambil menepuk bahunya.
"Astagfirullah kamu mengejutkan ku saja." Ucap Farel terkejut.
"Kamu itu dipanggil dari tadi gak ada respon, ingat belum boleh melihat Ranty seperti itu, kamu dan dia belum halal." Ucap Rico.
"Iya aku tahu, tetapi kalau sudah terlanjur gini gimana?." Tanya Farel sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau terlanjur terus gimana lagi." Ucap Rico yang membuat orang yang tertawa mendengar obrolan mereka.
Farel pun langsung masuk melihat keadaan ruangan itu. Menghampiri Ranty yang sedang duduk di depan meja rias.
"Apakah ada hal yang mencurigakan di ruangan ini?." Tanya Farel.
"Gak apa mas, memang kenapa?." Tanya Ranty balik.
"Gak apa - apa sih, cuma perasaan ku yang gak enak." Jawab Farel.
Tiba-tiba kipas angin yang berada tepat di sebelah Ranty meledak dan hancur, sepihak kipas angin itu berterbangan, Farel yang tahu dengan cepat langsung memeluk dan melindungi Ranty agar tidak terkena tetapi naasnya Farel terkena baling - baling pada telapak tangannya saat baling - baling itu akan mengenai Ranty.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA