
Setelah mengantarkan Rafi dan Yoga ke rumah pak Agus untuk menginap. Farel dan Ranty memutuskan untuk menikmati hari tanpa adanya gangguan. Mereka berjalan - jalan ke sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya untuk membeli beberapa kebutuhan rumah tangga mereka. Saat itu Ranty berjalan sendiri sedang memilih beberapa barang dan tak sengaja menabrak seseorang yang tak lain orang itu adalah orang yang dia kenal.
"Duk."
"Maaf pak, saya tidak sengaja." Ucap Ranty setelah menabrak punggung orang itu.
"Iya tidak apa-apa, saya juga salah berjalan mundur tidak tahu kalau di belakang saya ada orang." Ucap Rasid yang terkejut melihat siapa yang dia tabrak.
Saat Rasid berbalik betapa terkejutnya Ranty melihat siapa orang yang dia tabrakan. Saat Rasid hendak menyapa dan meminta maaf Indah istri Rasid tiba-tiba datang menghampiri Rasid.
"Mas pilih yang mana?." Tanya Indah kepada Rasid.
Saat itu Indah melihat Rasid terdiam melihat wanita yang ada di depannya, sedangkan wanita itu juga terdiam melihat Rasid, karena pertanyaan tidak di hiraukan Indah pun mendekat dan melihat siapa wanita itu. Hal itu yang membuatnya paling terkejut setelah melihat Ranty adalah wanita itu.
"Mbak Ranty gimana kabar?." Tanya Indah pelan.
"Alhamdulillah baik. Gimana kabar mu juga?." Tanya Ranty basa - basi.
"Kami baik juga. Sendirian kok gak sama suami?." Tanya Rasid.
Farel yang dari tadi berada tidak jauh dari mereka pun berjalan kearah mereka dan menjawab pertanyaan Rasid.
"Sayang." Panggil Farel.
"Eh ada Pak Rasid, Ranty gak sendiri dia bersama saya, tadi saya ada di sebelah mencari sabun cuci baju. Oh iya sayang apa yang kamu cari sudah ketemu." Ucap Farel.
"Sudah mas?." Jawab Ranty yang hendak mengajak pergi Farel.
__ADS_1
"Oh iya pak Farel, kemarin saya minta maaf tidak bisa hadir di acara pernikahan bapak dan Ranty yang ada di Semarang. Karena sudah hampir dua bulan ini saya di pindah tugaskan di Surabaya." Ucap Rasid.
"Gimana kalau sebagai permintaan maaf kita gak bisa hadir ke acara pernikahan kalian berdua, kita traktir pak Farel dan mbak Ranty makan. Mau ya mbak?." Tanya Indah sambil menggandeng tangan Ranty dengan manja.
Ranty tidak langsung menjawab dia melihat respon menunggu persetujuan dari Farel.
"Baik kami setuju." Jawab Farel yang terdengar biasa saja.
"OK kalau gitu ayo kita makan sekarang. Pak Farel sama mbak Ranty sudah selesai berbelanja belum?." Tanya Indah.
"Sudah." Jawab Ranty.
"Pak Farel sama mas Rasid bayar belanjaannya dulu, kami para wanita mau cari tempat makan. Da... Da...." Ucap Indah lalu pergi meninggalkan Farel dan Rasid sambil menggandeng tangan Ranty.
Indah dan Ranty sudah berada di sebuah tempat makan yang berada di pusat perbelanjaan itu. Indah memilih tempat yang nyaman untuk mereka berempat. Ranty merasa ada yang aneh dengan Indah, akhirnya karena penasaran Ranty pun mulai bertanya.
"Iya mbak ada yang ingin aku sampaikan sebelum suami kita datang kemarin. Aku ingin minta maaf atas perbuatan ku dulu itu, aku sadar karena ke egoisan ku membuat mbak Ranty menderita dan harus rela meninggalkan mas Rasid." Ucap Indah dengan wajah penuh penyesalan.
"Sudah gak perlu di bahas lagi itu sudah masa lalu, lagian aku sudah melupakan itu semua." Jawab Ranty.
"Apa mbak Ranty gak marah?." Tanya Indah lagi.
"Marah sih marah tapi itu dulu, sekarang aku sudah memiliki kehidupan yang lebih baik jadi aku gak perlu memikirkan hal yang penting itu. Cukup kamu jaga suami mu saja dan jangan mengganggu kehidupan ku yang sekarang ini." Jawab Ranty.
"Makasih ya mbak. Sekali lagi aku minta maaf. Sekarang kita berteman ya." Ucap Indah lalu memegang erat tangan Ranty sambil memohon.
"Iya." Jawab Ranty singkat.
__ADS_1
Tak lama suami mereka pun tiba di tempat makan itu. Farel dan Rasid tampak kesulitan membawa belanja mereka saat masuk ke dalam tempat makan itu. Untungnya Ranty dan indah sudah memesan makanan terlebih dahulu sehingga saat Farel dan Rasid datang mereka tinggal makan.
"Kalian gak bertengkarkan saat berada di sini?." Tanya Rasid kepada Ranty dan Indah kawatir karena kedua wanita yang ada di hadapan ya itu adalah mantan dan istrinya.
"Memang kami terlihat seperti habis bertengkar ya mas?." Tanya Indah balik.
"Gak." Jawab Farel dan Rasid bersamaan.
Farel yang tahu mengapa Rasid bertanya seperti itu langsung bertanya kepada Ranty. "Benar kamu tadi gak marah - marah di sini sayang?." Tanya Farel yang ikut kawatir karena Farel tahu masa lalu Ranty.
"Kalau memang kami berdua bertengkar pasti tempat makan ini bakal ramai. Kalian bisa lihat kan kami berdua hanya ngobrol, duduk manis dan menikmati minuman kami." Jawab Ranty santai.
"Memang kalian ngobrol apa?." Tanya Farel dan Rasid bersamaan.
"Aduh kalian ini kepo amat sih." Ucap Ranty.
"Iya, mas Rasid dan pak Farel gak tahu saja kalau wanita sedang ngobrol itu biasanya kita lagi ngomongin masalah wanita, memang kalian wanita ingin tahu saja." Ucap Indah.
"Sudah gak usah di jawab mending kita makan saja yuk In." Ucap Ranty.
"OK mbak." Jawab Indah.
Mereka pun menikmati makanan yang mereka pesan. Mereka saling berbicara dan bercanda tanpa ada rasa canggung atau rasa bersalah di antara mereka. Di sela sela makan dan bercandaan mereka Rasid meminta maaf kepada Ranty dan Farel agar semua hal di masa lalu bisa di maafkan. Dengan besar hati Ranty pun memaafkan mereka berdua. Karena saat ini Ranty sudah mempunyai kehidupan baru dan bahagia bersama suaminya Farel.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1