
Farel dan anak - anak pun sudah sampai di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Surabaya. Farel, Rafi dan Yoga berjalan menuju tempat yang sudah ditentukan oleh Ranty agar mereka mudah bertemu tanpa mencari satu sama lain. Tak lama Ranty pun datang menuju tempat itu yang di janjikan.
"Maaf nunggu lama ya." Ucap Ranty kepada Farel, Rafi dan Yoga.
"Enggak kok kita juga baru sampai." Ucap Farel.
"Assalamualaikum, dok." Ucap salam Rafi dan Yoga bersamaan.
"Waalaikumsalam, gimana kabar kalian? kangen aku." Ucap Ranty sambil membungkuk dan memberi pelukan kepada Rafi dan Yoga.
"Baik dokter." Ucap Rafi dan Yoga.
"Oh iya Yoga juga ikut apa sudah ijin sama mama?." Tanya Ranty.
"Sudah dok, tadi Om Farel sudah minta ijin bunda sebelum kita kesini." Jawab Yoga.
"Ya sudah sekarang kita makan dulu, belanja atau main?." Tanya Ranty lagi.
"Kita belanja dulu saja setelah itu kita makan dan ajak anak - anak main. Gimana menurut mu." Ucap Farel.
"OK. Ayo anak - anak kita belanja dulu." Ucap Ranty sambil menggandeng tangan Rafi dan Yoga berjalan meninggalkan Farel dibelakang.
Mereka pun berbelanja bersama, Rafi naik kedalaman troli Ranty sedangkan Yoga naik troli Farel. Saat berbelanja pandangan Farel tidak lepas dari wajah Ranty dan hampir belanja yang Farel beli sama persis dengan Ranty, walau ada beberapa barang yang beli tidak di perlukan Farel, Farel pun tetap mamuskkannya kedalaman troli nya. Mereka saling bercerita dan bercanda saat berbelanja, Farel pun bercerita kepada Ranty kalau dia dan Rafi tinggal di sebuah apartemen dan hari ini mereka akan pindah lagi kesana setelah keadaan Rafi sehat setelah sakit kemarin dan tidak perlu tinggal di rumah Billy lagi.
"Apa sudah semuanya pak, belanja bapak?." Tanya Ranty yang mengecek beberapa belanjanya yang ada di dalam troli dibantu oleh Rafi.
"Sudah." Jawab Farel singkat.
"Tadi bapak bilang mau pindah ke apartemen lagi terus tinggal berdua sama Rafi, memang bapak juga butuh itu." Ucap Ranty yang menunjuk pembalut pada troli belanjaan Farel.
__ADS_1
Farel langsung melihat troli belanjaan nya, Farel pun terkejut kalau dia tanpa sadar mengambil pembalut yang sama persis seperti apa yang di beli oleh Ranty.
"Ini buat Ayana bunda Yoga, benar kan Yog bunda mu tadi juga bilang kalau nitip dibelikan ini." Ucap Farel gugup sambil mengedipkan mata kepada Yoga untuk meminta bantuan.
Yoga yang tahu akan isarat Farel nya langsung membantunya. "Iya dok ini punya bunda, tadi bunda nitip Om untuk di belikan." Ucap Yoga.
"Oh gitu." Jawab Ranty dengan santai.
Setelah selesai berbelanja, mereka langsung menuju ke food court untuk menikmati makan sore, Rafi dan Yoga menggandeng tangan Ranty sedangkan Farel membawa troli belanjaan mereka. Farel memutuskan untuk mencari tempat duduk kosong untuk mereka tempati karena saat itu food court yang ada di pusat perbelanjaan itu lumayan cukup ramai . Ranty, Rafi dan Yoga memesan beberapa makanan disana, setelah mereka cukup memesan akhirnya mereka kembali ke tempat duduk.
"Sudah pesan semua?." Tanya Farel.
"Sudah." Jawab Ranty, Rafi dan Yoga.
"Oh iya pak maaf tadi aku lupa menanyakan bapak mau pesan makanan apa? jadi aku pesankan makanan yang sama dengan ku, ayam geprek kalau bapak gak suka nanti biar aku pesankan makanan yang lainnya." Ucap Ranty.
"Gak usah ini saja aku juga suka kok ayam gerak. Oh iya berapa semua harga makanan?." Ucap Farel sambil mengeluarkan dompetnya.
"Waduh jadi gak enak aku ditraktir cewek he.... he...." Ucap Farel yang merasa malu.
Setelah makanan yang mereka pesan ke zone game di sana?." Tanya Rafi sambil menunjuk tempat permainan.
"Coba tanya papa boleh atau gak." Ucap Ranty yang tanpa sadar memanggil Farel dengan sebutan papa.
"Papa! Baru saja Ranty memanggil ku dengan sebutan papa. Ya Allah ada apa dengan perasaan ku ini." Batin Farel.
"Papa.... Papa... " Panggil Rafi kepada Farel.
Farel yang melamun akhirnya tersadar karena Rafi memanggilnya. "Iya nak maaf, kamu tadi bilang apa?." Tanya Farel.
__ADS_1
"Om melamun apa sih, dari tadi Farel panggil - panggil Om, apa Om lagi mikirin dokter Ranty soalnya dari tadi Om melamun ngeliatin dokter Ranty." Ucap Yoga polos.
"Em..... om gak melamun cuma mikir hal yang lain kok. Oh iya tadi kamu panggil papa mau minta apa." Ucap Farel yang mengalihkan topik pembicaraan.
"Tadi Rafi bilang ke dokter Ranty kalau kita habis makan lanjut main ke zone game boleh gak, tapi kata dokter di suruh tanya ke papa, boleh gak pa?." Tanya Rafi.
"Boleh ya...... Boleh." Ucap Rafi dan Yoga memohon.
"Boleh tapi kalau di suruh selesai harus selesai ya mainnya." Ucap Farel tegas.
"OK... "
"Ya sudah buruan makan nya biar bisa main agak lama." Ucap Farel.
"Siap Pak." Ucap Rafi dan Yoga sambil memberikan hormat.
"Maaf ya Ranty mungkin kamu akan pulang telat karena menemani kami lama." Ucap Farel.
"Gak apa kok pak saya juga senang bisa menemani mereka bermain." Ucap Ranty tersenyum manis.
"Aku juga senang bisa bersamamu." Ucap Farel dengan suara pelan.
"Iya, maaf tadi bapak bilang apa saya gak dengar." Tanya Ranty yang mendengar Farel berbicara.
"Aku gak bilang apa - apa kok, ya sudah ayo buruan di habiskan makanannya." Ucap Farel yang mengalihkan pembicaraan.
"Alhamdulillah, untung saja gak terdengar oleh Ranty ucapan ku tadi dan untungnya aku bisa mengalihkan omongan." Batin Farel.
Mereka pun berjalan bersama menuju tempat permainan bersama, setelah sampai di sana Rafi dan Yoga langsung berlari menuju ke wahana bermain yang mereka inginkan, Farel dan Ranty lebih memilih duduk sambil mengawasi mereka bermain.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA