
Saat itu alaram hp Ranty berbunyi yang membuat Ranty terbangun dan buru - buru mematikannya karena saat itu masih pukul tiga pagi dan takut membangunkan Farel yang sedang tidur nyenyak, karena kebiasaan Ranty yang menjalankan sholat malam sehingga alaram selalu dia pasang pada pukul jam tiga pagi, karena masih pagi dan Ranty sedang datang bulan dan tidak sholat akhirnya Ranty melanjutkan tidurnya kembali.
Tak lama Ranty pun terbangun kembali karena mendengar samar - samar suara adzan subuh. Saat dirinya hendak bangun badannya tidak dapat bergerak dan terasa berat bagian perutnya, Ranty pun langsung melihatnya ternyata Farel memeluk dirinya begitu erat, Ranty berusaha untuk melepaskan tetapi tidak berhasil karena pelukan Farel yang begitu erat.
Saat Ranty berusaha lagi untuk melepaskan pelukan Farel lagi, tiba-tiba Farel pun terbangun, Farel yang mengetahui Ranty ingin melepaskan pelukannya, Farel pun langsung mempererat pelukannya dan membenamkan wajah ke dada Ranty. Ranty yang menerima perlakuan itu merasa geli dan Ranty pun mulai menggeliat agar Farel mau melepaskan pelukannya.
"Mas bangun sudah subuh, apa kamu gak mau sholat subuh?." Tanya Ranty yang mencoba melepaskan pelukan Farel.
"Sebentar saja aku ingin seperti ini, aku ingin memeluk mu dan karena aku gak bisa meminta hak ku biarkan aku seperti ini sebentar saja. Kamu cukup diam saja jangan bangunkan lagi garuda ku yang sudah bangun dari tadi nanti aku akan bingung kalau dia ingin mencari sarang untuk melampiaskan hasrat nya. Bisa - bisa aku menghabiskan tisu hotel hari ini." Ucap Farel.
Ranty yang tahu arah omongan Farel hanya bisa menghela nafasnya. "Udah jangan ngomong gituan mas, aku jadi merasa bersalah gak bisa memenuhi kewajiban ku kepadamu." Ucap Ranty sedih dan sedikit malu.
"Ayo dong mas lepaskan aku dulu sudah gak tahan, bisa - bisa aku akan ngompol di sini." Ucap Ranty yang mulai memohon kepada Farel.
Farel pun langsung membuka matanya dan melepaskan pelukannya karena merasa kasihan kepada istrinya. Ranty pun langsung berlari masuk kedalam kamar mandi sedangkan Farel yang melihat Ranty berlari ke kamar mandi hanya bisa tertawa karena tingkat lucu istrinya.
Setelah selesai Ranty pun keluar kamar dengan keadaan yang sudah bersih dan segar menggunakan kaos oblong putih sebatas paha yang membuat penampilannya terlihat seksi walau baju yang di gunakan hanya kaos oblong yang kedodoran. Ranty berjalan kearah Farel yang masih menutup badannya dengan selimut karena setelah Ranty masuk ke dalam kamar mandi Farel pun langsung melanjutkan tidurnya lagi. Dengan pelan dan lembut Ranty membangunkan Farel untuk sholat subuh, Farel pun mulai membuka mata dan merenggangkan badannya. Ranty yang tersenyum di hadapannya membuat Farel memeluknya kembali dan merasa sangat senang karena paginya kali ini sudah ada yang membangunkan dan menemaninya, sudah hampir empat tahun setiap kali dia bangun tidur tidak pernah merasakan hal seperti ini.
"Sudah dong mas, buruan sholat nanti keburu waktunya habis." Ucap Ranty.
"Iya." Jawab Farel yang melepaskan pelukannya.
"Air mandi sudah aku isi jadi mas Farel langsung mandi saja." Ucap Ranty pergi meninggalkan Farel untuk menyiapkan pakaian untuk sholat dan pakaian ganti.
"Terima kasih sayang." Ucap Farel berjalan menghampiri Ranty lalu memberikan ciuman di pipinya.
Setelah selesai mandi dan sholat Farel pun langsung mengganti pakaian sholat nya dengan pakaian yang sudah disiapkan oleh Ranty. Sedangkan Ranty menyiapkan teh hangat untuk mereka berdua sambil menunggu makanan diantar ke kamar mereka yang baru saja Ranty pesan melalui layanan hotel
"Hari ini kita mau kemana?." Tanya Farel sambil menikmati teh hangat yang di siapakah oleh istrinya sambil duduk santai dan menikmati acara TV.
"Aku lagi gak mau kemana-mana mas. Ingin seperti ini saja." Ucap Ranty sambil tiduran didada Farel dengan posisi memeluk suaminya.
Saat mereka sedang santai tiba-tiba hp Ranty berbunyi dilihatnya layar hpnya ternyata yang menghubunginya adalah ibu Tika. Ranty pun langsung mengangkatnya.
"Halo, Assalamualaikum ya Ma." Ucap Ranty.
__ADS_1
"Waalaikumsalam sayang, mama cuma mau bilang kalau kami semua akan pulang bersama hari ini. Ini kami sudah berada di bandara. Apa Farel sudah bangun? Mama dari tadi menghubungi hpnya tidak diangkat?." Tanya ibu Tika.
"Sudah ma, ini mas Farel ada disebelah Ranty. Apa mama mau berbicara dengan mas Farel?." Tanya Ranty.
Saat Ranty akan menyerah hpnya ke Farel tiba-tiba sambungan telepon berubah menjadi video call yang membuat Ranty terkejut dan langsung melemparkan hpnya kepada Farel, karena saat itu Ranty hanya menggunakan kaos oblong yang kurang sopan kalau dilihat.
"Aduh kenapa kamu melempar ku dengan hp?." Tanya Farel terkejut.
"Maaf mas tiba-tiba mama video call aku gak enak pakaian ku seperti ini kalau dilihat mereka." Jawab Ranty.
"Ya sudah sana ganti baju dulu biar aku yang berbicara dengan mereka." Ucap Farel.
Farel pun mengambil hp milik Ranty dan melanjutkan pembicaraan dengan mereka. "Ada apa ma?." Tanya Farel.
"Lho kok ganti kamu sekarang? Mana Ranty?." Tanya ibu Tika.
"Ranty sedang pakai baju, mama sih tiba-tiba video call. Mengganggu saja." Jawab Farel.
"Woi sudah siang, apa kamu gak kasihan sama Ranty sampai jam segini kamu siksa." Ucap Billy yang berada di sebelah Ibu Tika.
"Lagian siapa sih mas yang menyiksa Ranty, mana aku tega menyiksa istri ku sendiri, yang ada aku yang tersiksa semalam gagal belah duren gara - gara Ranty kedatangan bulan." Ucap Farel kesal.
"Iya.... Puas kalau aku gagal belah duren di malam pertama ku." Ucap Farel.
"Sudah - sudah, kalian ini ingat sudah pada tua." Ucap Ibu Tika.
"Iya tu mas mas Billy sukanya ngodain aku." Ucap Farel mengadu.
"Sudah dong mas malu." Ucap Ranty yang tiba-tiba duduk di sebelah Farel.
"Oh iya ma, Rafi mana?." Tanya Ranty.
"Ini dia lagi anteng duduk bertiga bersama Edi dan Yoga." Ucap Ibu Tika.
"Gak biasanya mereka bisa diam seperti itu?." Tanya Ranty heran.
__ADS_1
"Habis kena marah Billy, habisnya mereka semua pada ribut di bandara sampai bikin malu." Ucap Ibu Tika.
"Boleh bicara sama Rafi ma sebentar?." Tanya Ranty.
"Sebentar ya mama panggilkan dulu." Jawab ibu Tika.
Tak lama hp berganti ke tangan Rafi.
"Assalamualaikum, bun, pa." Ucap Rafi.
"Waalaikumsalam." Jawab Ranty dan Farel.
"Bunda kapan balik ke Surabaya. Rafi kangen, Rafi tadi habis di marahi sama pakdhe Pa." Ucap Rafi sedih.
"Kenapa lho Rafi di marahi, pasti Rafi salah makanya pakdhe menegur Rafi. Benar gak kata bunda." Ucap Ranty.
"Iya bun tadi Rafi, Yoga dan Om Edi bercanda jadinya di marahi sama pakdhe." Jawab Rafi.
"Jadi Rafi tahukan kalau Rafi salah." Ucap Ranty.
"Iya bun." Jawab Rafi.
"Ya sudah, sekarang bunda sama papa masih ada urusan di Semarang, besok Rafi harus sekolah jadi bunda minta Rafi harus nurut sama budhe dan pakdhe, mau kan?." Tanya Ranty.
"Dengar itu kata bunda, kalau papa yang bilangin Rafi pasti gak mau di dengarkan." Ucap Farel.
"Iya pa, bun." Jawab Rafi.
"Ya sudah, hati - hati pulangnya. Salam buat semuanya ya. Ingat pesan bunda." Ucap Ranty.
"Iya bun." Jawab Rafi.
"Assalamualaikum." Ucap Ranty.
"Waalaikumsalam." Jawab Rafi mengakhiri sambungan telepon dan video call mereka.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA