Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 97...


__ADS_3

Siang harinya Ranty turun ke bawah membawa piring dan gelas kotor, bekas dia sarapan di dalam kamar. Saat Ranty akan berjalan menuju dapur di lihatnya beberapa orang sedang berkumpul sambil mengobrol di ruang tengah termasuk suaminya Farel. Ranty pun langsung berjalan ke dapur dengan cepat dia mencuci piring dan gelas kotor lalu ikut bergabung bersama di ruang tengah.


"Lha ini yang baru di omongin datang juga." Ucap Ibu Cici yang baru saja datang juga.


"Memang ada apa ma?." Tanya Ranty.


"Gak ibu tanya kita ada rencana untuk bulan madu gak." Ucap Farel.


"Oh, aku kira apa." Ucap Ranty.


"Kalau aku sih terserah mas Farel saja ma, tapi aku masih belum memikirkan untuk acara bulan madu karena pekerjaan ku sudah mulai menumpuk kasihan juga dokter Wawan dan dokter Lana." Jawab Ranty.


"Memang di rumah sakit tempat kamu bekerja dokter bedah nya hanya ada tiga?." Tanya Pak Purnama.


"Ada banyak Yah, tetapi di bagian kami yang cuma ada lima yang bisa melakukan tindakan operasi hanya 3 orang." Jawab Ranty.


"Kenapa gak membuka lowongan dokter lagi?." Tanya Pak Purnama.


"Kami sudah mencari dan membuka lowongan tetapi masih belum ada yang sesuai Om." Jawab Ayana.


"Gimana kalau ayah saja yang kerja di rumah sakit kami." Ucap Ranty.


"Jangan bercanda kamu Ran, mana mampu rumah sakit kita membayar gaji Om Purnama." Ucap Ayana.


"Gak usah di bayar mbak, ayah sudah kaya." Ucap Ranty bercanda.

__ADS_1


"Sudah gak usah berlebihan dan bercanda seperti itu. Besok akan aku berikan info beberapa dokter kenalan ku. Kamu bisa menghubungi mereka." Ucap Pak Purnama.


"Terima kasih banyak Om." Ucap Ayana.


"Makasih banyak lo besan." Ucap Pak Hermawan.


"Sama-sama, kalau aku masih bisa membantu akan aku bantu." Jawab Pak Purnama.


"Oh iya ayah sama ibu kapan kembali ke Semarang?." Tanya Ranty.


"Ibu masih belum tahu, memang kenapa?." Tanya ibu Dewi.


"Iya gak apa - apa sih, kalau ibu masih lama di Surabaya, bisa bantu aku beres - beres apartemen, mas Farel minta kita segera kembali ke apartemen." Ucap Ranty.


"Apa benar Rel?." Tanya ibu Tika.


"Kalau gitu ini hadiah dari kami untuk kalian." Ucap Pak Hermawan sambil menyerahkan kepada Farel sebuah kunci.


"Apa ini Pa?." Tanya Farel heran.


"Kunci rumah. Papa tahu kamu gak suka menempati rumah, lebih memilih apartemen, tapi kamu sudah berkeluarga dan akan memiliki anak lagi selain Rafi dan gak mungkin juga dua apartemen di jadikan satu, Papa tahu kamu gak akan mau menempati rumah mu sendiri karena terlalu banyak kenangan. Ranty juga ada Edi yang masih perlu diawasi dari pada kalian ribet sudah tempati saja rumah yang papa kasih." Jawab Pak Hermawan.


"Iya benar yang papa kalian katakan, rumahnya juga dekat dengan rumah ini juga satu komplek, rumahnya gak terlalu besar tapi cukup untuk kalian berempat tempati." Ucap Ibu Tika menambahkan.


Ranty melihat dan mengetahui suami nya merasa kurang suka dengan hadiah yang diberikan, tetapi dengan lembut Ranty memegang tangan Farel memberi isyarat agar dia mau menerima pemberian tersebut.

__ADS_1


"Terima kasih pa ma, kami merasa senang dengan pemberian hadiah itu, tapi kita juga perlu waktu untuk mempersiapkan untuk menempati rumah itu." Ucap Ranty.


"Tenang saja ibu, mama Tika dan Mama Cici sudah mempersiapkan semua jadi kalian tidak perlu ke apartemen lagi karena barang barang pribadi kalian, Rafi dan Edi sudah kami pindahkan ke sana tinggal kalian saja yang merapikan kalau memang ada yang tertinggal ya tinggal kalian ambil saja ke apartemen." Ucap Ibu Dewi.


"Kapan kalian mempersiapkan semuanya?." Tanya Ranty heran.


"Sudah gak usah banyak tanya dan komentar tinggal kalian tempati saja. Ok." Ucap Ibu Cici.


"Iya ma." Ucap Farel dan Ranty bersama yang gak bisa membantah.


Setelah pembicaraan itu selesai Farel dan Ranty berangkat menuju rumah baru mereka untuk melihat dan mempersiapkan beberapa keperluan mereka sebelum mereka tempati.


"Kenapa mas keliatan gak suka dengan hadiah dari papa dan mama berikan?." Tanya Ranty.


Farel menghembuskan nafasnya. "Bukannya gak suka dengan hadiahnya, tapi aku gak suka hadiah yang terlalu berlebihan, Karena mereka sudah memberikan aku lebih Ran dan aku belum bisa memberikan mereka seperti apa yang di berikan kepada ku." Ucap Ranty yang paham dengan maksud Farel.


"Kalau gitu hadiah rumah ini untuk Rafi saja, gimana?." Tanya Ranty.


"Ide bagus itu." Jawab Farel.


"Jadi gak ada masalah lagi dengan rumah itu ya." Ucap Ranty.


Farel menganggap kepadanya sambil berucap. "Siap bu Farel."


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2