
Billy pun bertemu dengan Jaka lalu bertanya tentang Monik kepada kepadanya. Tetapi jawaban Jaka masih kurang meyakinkan kalau Monik sudah berubah, Billy pun meminta tolong kepada Jaka untuk mengawasi Monik dan memberitahukan bila ada hal yang mencurigakan.
"Aku minta tolong ya Jak." Ucap Billy.
"Iya aku akan membantu mu, aku akan akan memberitahukan mu bila ada hal yang mencurigakan dari tingkat laku Monik." Ucap Jaka.
Saat Jaka dan Billy sedang berbicara tiba-tiba Farel dan Ranty datang menghampiri mereka.
"Ada apa sih kok serius amat." Ucap Farel dari belakang Billy dan Jaka.
"Astagfirullah, ih ini orang kebiasaan gak hilang - hilang bisa gak pakek ngingetin." Ucap Billy kesal.
"Maaf mas." Ucap Farel sambil merangkul kakaknya.
"Jangan di ulangi tar kena batu ya baru tahu." Ucap Farel.
"Iya iya, maaf. Lho mas Jaka mana mbak Gladys kok sendirian saja?." Tanya Farel.
"Tadi dia duduk di sana sama Monik, saat aku kembali untuk menjemputnya sudah tidak ada lagi di sana. Ini aku mau mencarinya soalnya papa menyuruh ku mengajak Gladys dan Monik untuk mengucapkan selamat kepada mu." Jawab Jaka.
"Monik." Ucap Farel dan Ranty bersama.
__ADS_1
"Kalian gak perlu kawatir aku sudah menyuruh Anton dan anak buahnya untuk mengawasi Monik dan sejauh ini tidak ada hal yang mencurigakan, tetapi kalian harus tetap waspada. Aku juga meminta tolong Jaka untuk mengawasi nya, jika ada hal yang mencurigakan Jaka akan mengabari kita." Ucap Billy.
"Iya aku akan mengabari mu. Aku juga merasa sedikit curiga dengan perubahan sikap dan sifat Monik yang begitu cepat, tetapi untuk sementara ini kalian gak perlu khawatir." Ucap Jaka.
"Makasih ya mas. Aku. Mengandalkan mu." Ucap Farel kepada Jaka dengan sedikit candaan.
"Siap Pak." Jawab Jaka.
"Kalau gitu aku mau cari istriku dulu, oh iya selamat ya atas pernikahan mu yang ke dua." Ucap Jaka memberikan selamat dan bersalaman.
"Terima kasih mas." Ucap Farel dan Ranty bersamaan.
"Kita bareng saja Gladys dan Monik ada di sana." Ucap Billy sambil menunjuk tempat dimana mereka berada.
"Kamu juga ikut Rel, Ran, sekalian." Ajak Billy.
"Iya mas." Jawab Farel.
Mereka pun berjalan bersamaan menuju tempat yang di tunjuk oleh Billy. Sesampainya di sana Farel langsung menyapa pak Agam, Ibu Tika dan Gladys, karena perasaan nya masih kesal dan marah terhadap Monik Farel pun tidak menghiraukan dia yang berada di sebelah Gladys dan menganggapnya tidak ada. Sedangkan Ranty dengan ramah mengapa mereka semua termasuk Monik. Walau Ranty juga masih menaruh keraguan kalau Monik berubah.
"Lho ini kemanten nya selamat ya, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, saling menjaga dan percaya satu sama lain." Ucap Pak Agam sambil memeluk Farel.
__ADS_1
"Iya om makasih ucapannya dan doanya." Ucap Farel lalu membalas pelukan pak Agam.
Setelah berpelukan pak Agam pun memberikan ucapan kepada Ranty juga. Termasuk ibu Sisil Gladys dan Jaka pun ikut mengucapkan, sedangkan Monik hanya diam melihat mereka begitu senang dan bahagia membuat perasaan Monik begitu kesal dan ingin rasanya menghancurkan semua, tetapi dia tahan untuk melancarkan aksinya yang sudah dia rencanakan.
Pak Agam yang melihat Monik langsung menyuruhnya mengucapkan selamat dan meminta maaf langsung kepada Farel dan Ranty atas perbuatan yang dia lakukan saat acara lamaran.
"Ayo buruan kamu kasih ucapan selamat dan minta maaf atas perbuatan yang kamu lakukan." Ucap Pak Agam kepada Monik.
Dengan terpaksa dan wajah pura-pura nya Monik langsung mendekat dan mengucapkan selamat dan maaf kepada Farel dan Ranty. Farel hanya diam dan tidak menghiraukan Monik, sedangkan Ranty langsung menyambut dan memberikan pelukan kepada Monik walau Ranty masih belum percaya dan masih ragu kalau Monik sudah berubah.
"Maaf ya dok. Monik masih belum bisa berfikir waktu itu, jadi tolong maafin Monik." Ucap Monik yang terlihat menyesal.
"Iya kita maafin, benar kan mas." Ucap Ranty lalu bertanya kepada Farel.
"Terserah kamu saja. Monik aku cuma ingat kan kamu jangan macam - macam lagi, sampai kamu melakukan perbuatan seperti itu lagi, aku gak akan tinggal diam dan ingat ucapan ku ini." Ucap Farel mengancam Monik.
Monik menganggukkan kepalanya menunjuk wajah sedih dan kawatir tetapi di dalam hatinya tertawa karena rencana awal yang dia mulai telah berhasil.
"Ini baru awalnya dan akhirnya akan aku buat kalian hancur dan kehilang semua kebahagiaan." Batin Monik.
Setelah mengucapkan selamat dan permintaan maaf Monik berpura-pura akrab dengan Ranty. Di acara itu Monik selalu berada di dekat Ranty dan Gladys saling berbicara dan bercanda. Karena sudah terlalu lama mengobrol pak Hermawan pun langsung mengajak keluarga pak Agam untuk menikmati hidangan yang sudah di siapkan. Sedangkan Farel dan Ranty pun berpamitan untuk menyapa tamu lainnya.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA