
Ranty sudah sampai di rumah sakit, dengan langkah santai dia langsung masuk ke dalam ruang kerjanya di dalam di lihatnya seorang laki-laki yang tidak lain adalah dokter Hadi yang berada di ruangan itu.
"Assalamualaikum." Sapa Ranty yang tahu kalau itu Hadi.
"Eh Waalaikumsalam." Jawab Hadi sedikit terkejut.
"Maaf sudah mengagetkan mu. Gimana kabar Had?." Tanya Ranty.
"Alhamdulillah baik Ran, kamu gimana kabar juga?." Tanya balik Hadi.
"Alhamdulillah sama aku juga baik-baik saja." Jawab Ranty.
Suara pintu ruangan terbuka dokter Lana dan Cahyo datang saat Ranty dan Hadi sedang ngobrol santai. Yang membuat dokter Lana dan Cahyo penasaran kenapa Ranty berduaan dan terlihat dekat dengan seorang pria padahal Ranty telah menikah. Dokter Lana langsung menariknya menjauh dari Hadi.
"Dokter kamu kan baru saja menikah jangan terlalu dekat dengan orang yang belum kamu kenal." Ucap dokter Lana.
"Iya dok takutnya pak Farel marah kalau tahu dokter lagi dekat dengan laki-laki lain." Ucap Cahyo menambahkan.
"Iya tapi aku...." Ucap Ranty terhenti.
"Kamu siapa? Ada apa perlu di sini?." Tanya dokter Lana memotong ucapan Ranty.
Saat Hadi akan menjawab pertanyaan dokter Lana tiba-tiba dokter Wawan masuk ke dalam ruangan itu.
"Jegrek." Suara pintu terbuka.
"Kalian sudah berkumpul semua." Ucap dokter Wawan yang melihat mereka yang sudah berkumpul.
"Perkenalkan ini dokter Hadi yang akan membantu kita mulai hari ini."
Dokter Lana dan Cahyo yang mendengar sedikit terkejut karena sikap mereka kurang sopan terhadap Hadi saat pertama kali bertemu.
"Kenapa kamu gak bilang kalau dia dokter Hadi." Ucap dokter Lana sedikit pelan kepada Ranty.
__ADS_1
"Tadi aku mau bilang ke kalian, tapi kalian keburu menuduh ku dekat dengan lelaki lain." Jawab Ranty.
"Maaf ya dok." Ucap dokter Lana sambil tersenyum.
"Maaf kan saya juga ya dok." Ucap Cahyo.
"Iya gak masalah, hal itu sering terjadi kok." Ucap Hadi.
Mereka semua saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri mereka. Dokter Wawan menjelaskan beberapa hal kepada Hadi tentang rumah sakit dan sistem kerja dokter di rumah sakit tempat hadi bekerja sekarang. Ranty di minta oleh dokter Wawan untuk mengajak berkeliling rumah sakit dan berkenalan dengan beberapa perawatan serta staf yang ada di rumah sakit sebelum perkenalkan inti dengan yang lain.
"Oh iya yang itu meja kerja mu di dekat meja kerja dokter Wawan." Ucap Ranty menunjukkan sebuah meja.
"Kenapa gak di dekat mu saja." Jawab Hadi kecewa.
"Karena di dekat nya sudah ada aku." Ucap dokter Lana.
"Sudah gak usah mulai lagi." Ucap Ranty.
"Memang kami mulai apa?." Tanya Hadi.
"Siapa juga yang ngegombal Ranty, jujur aku serius dari dulu aku serius dengan mu." Ucap Hadi.
"Memang kalian punya hubungan apa kok terlihat akrab?." Tanya dokter Lana penasaran.
"Tanya saja sendiri kepada dokter Hadi." Jawab Ranty.
Dokter Lana yang penasaran pun langsung menatap Hadi untuk meminta jawaban itu. Hadi pun langsung menjelaskan kepada dokter Lana yang terlihat penasaran.
"Biar aku jelaskan, sebenarnya kami adalah teman satu kampus dan rekan kerja waktu di rumah sakit di Semarang walau Ranty adik kelas ku tetapi dia memiliki kemampuan untuk cepat mengejar beberapa mata kuliah. Bisa di bilang Ranty adalah mahasiswa yang cukup pandai dan cerdas. Hal itu yang membuatku tertarik kepadanya dan sampai saat ini walaupun dia sudah menikah aku tetap suka dengannya. Aku juga penasaran kenapa kamu gak tertarik dengan ku padahal aku cukup tampan dan memiliki kemampuan? Aku pun sudah menyatakan rasa cinta dan suka ku kepadamu meminta untuk menjadi pacar dan sudah hampir sepuluh kali aku melamar mu tetapi kamu tetap menolak tanpa memberi alasan yang jelas." Ucap Hadi menjelaskan.
Dokter Lana pun ikut duduk di sebelah Hadi memegang pundaknya karena dia merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasa dengan Hadi.
"Kita senasib dok, aku juga berkali-kali menyatakan rasa kagum dan suka ku kepada dokter Ranty tetapi tidak mendapatkan respon sama sekali. Memang apa kurangnya kita ya?." Ucap dokter Lana.
__ADS_1
"Sudah gak usah mulai dramanya." Ucap Ranty yang merasa geli melihat kelakuan keduanya.
"Kenapa aku gak mau merespon atau menerima kalian berdua, karena kalian berdua gak ada yang serius. Itu alasan utamanya." Jawab Ranty.
"Aku serius kok." Jawab dokter Lana dan Hadi bersama.
"Apa aku perlu membahasnya tentang beberapa wanita yang pernah dekat dengan kalian." Ucap Ranty.
Dokter Lana dan Hadi hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaan Ranty mereka hanya tersenyum malu.
"Sudah ah, aku harap kita bisa menjadi patner yang baik. Masa lalu cukup kita kenang saja dan semoga kedepannya kita bisa menjadi lebih baik lagi." Ucap Ranty.
Ranty pun langsung mempersiapkan diri untuk mulai bekerja memeriksa pasiennya.
"Kamu gak mau ikut aku berkeliling dengan ku dok? Apa tetap di sini bersama dokter Lana." Tanya Ranty.
"Tunggu aku ikut dengan mu." Ucap Hadi yang buru - buru mempersiapkan diri dan berlari menyusul Ranty yang sudah berjalan duluan.
"Aku pergi dulu ya dok. Sekarang giliran ku untuk berduaan dengan my queen." Ucap Hadi kepada dokter Lana.
"Ingat dia sudah menikah." Ucap dokter Lana memperingatkan.
"Don't worry." Jawab Hadi sambil melambaikan tangan dan pergi menyusul Ranty.
Di depan pintu lift Ranty menunggu Hadi, tak lama Hadi pun menyusul Ranty di depan pintu lift yang sudah terbuka. Mereka berdua masuk bersama ke dalam lift.
"Gimana setelah menikah?." Tanya Hadi.
"Ya alhamdulillah aku bahagia karena aku telah menemukan seseorang yang bisa membuat aku lebih baik dari pada sebelumnya." Jawab Ranty.
"Syukurlah kalau kamu bahagia dan sudah melupakan masa lalu mu yang dulu, cuma aku mau mengingatkan sampai suami mu membuat kamu sakit Hati aku gak akan tinggal diam." Ucap Hadi sambil mengelus kepala Ranty.
Dalam hati hadi Ranty adalah orang yang spesial yang sudah di anggapnya sebagai teman dan adik sendiri walau masih ada rasa lebih yang hadi inginkan.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA