
Akibat kejadian itu tangan Farel terluka cukup dalam pada bagian telapak tangan membuat Ranty menjadi kawatir. Anton yang mengetahui hal itu setelah mendapatkan laporan dari anak buahnya langsung datang ke ruang tunggu.
"Kenapa bisa seperti ini, aku minta kamu untuk mengawasi semuakan." Ucap Farel marah.
"Maaf Rel kami kecolongan, tapi saat terakhir aku periksa gak ada yang mencurigakan dari tempat ini." Ucap Anton.
"Tetapi kenapa bisa terjadi kejadian seperti ini, gak mungkinkan kipas angin mati bisa meledak kalau gak di kasih bom." Ucap Farel marah sambil menunjukkan kabel kipas yang tidak terpasang.
"Maafkan kami." Ucap Anton menundukkan kepalanya.
"Aku mau secepatnya kamu selidiki masalah ini dan cari pelakunya. Gak akan aku maafkan siapapun yang telah melukai calon istri ku." Ucap Farel emosi.
"Kamu gak apa - apa Ran?." Tanya Farel kawatir.
"Aku gak apa mas, tapi kamu yang terluka." Ucap Ranty sambil memegang tangan nya.
"Gak apa kok, gak sakit yang penting kamu gak terluka." Ucap Farel sambil mengelus kepada Ranty.
"Apa kita batalkan saja acara lamaran ini. Lihat luka mu seperti ini." Ucap Ranty.
"Gak mungkin kita batalkan semua undangan sudah datang, kasihan juga keluarga mu yang datang jauh - jauh dari Semarang untuk menghadiri acara lamaran kita dan aku yakin orang yang melakukan ini akan merasa senang kalau acara lamaran kita batal, aku gak mau itu terjadi." Ucap Farel kekeh.
"Terus sekarang harus gimana?." Tanya Ranty bingung.
Farel hanya menggelengkan kepalanya karena bingung dan mereka yang berada di ruang tunggu hanya diam dan berfikir mencari solusi. Ranty pun berfikir dan akhirnya dia memiliki solusi agar rencana lamarannya berhasil.
"Mas Rico acara lamaran ku akan di mulai berapa menit lagi?." Tanya Ranty.
"Sekitar dua puluh menit lagi." Jawab Rico heran.
"Cukup." Ucap Ranty yang berjalan mengambil kunci mobil nya.
__ADS_1
"Aku minta tolong anak buah mas Anton mengambil tas warna hitam di dalam dashboard mobil ku, cepat ya." Ucap Ranty menyerah kunci mobil.
"Mas Rico, Lesti dan Fitri kembali saja ke tempat acara tolong undur sebentar waktunya, bilang saja sedikit ada masalah di sini jangan katakan kalau ada insiden seperti ini agar mereka tidak kawatir. Persilahkan mereka untuk menikmati makanan dan acara hiburan bisa dimulai sekarang agar mereka tidak bosan menunggu, tolong tambah makannya Les kalau habis. Aku akan mengobati sementara mas Farel biar pendarahan berhenti." Ucap Ranty.
"Baik." Ucap mereka semua.
"Tolong ya." Ucap Ranty yang memulai mengobati Farel karena anak buah mas Anton sudah kembali membawakan tas yang di minta olehnya.
Ranty mulai hati - hati mengobati tangan Farel yang terluka. Ranty memberikan obat pereda rasa nyeri dan pendarahan, agar darahnya tidak terus keluar. Saat sedang membalut luka tiba-tiba pintu ruang dibuka dengan kencang oleh Billy, Billy masuk ke ruang itu dengan wajah terlihat cemas.
"Kalian gak apa kan? Kok bisa jadi seperti ini?Anton gimana kamu menjaga keamanannya apa sebelum acara gak kamu cek dulu?." Tanya Billy.
"Maaf pak atas kelalaian saya, tapi sebelum acara dan persiapan dimulai kami sudah mengecek tempat dan peralatan yang digunakan." Jawab Anton.
"Sudah gak apa kok mas, Anton juga sudah menjalankan tugasnya dengan baik." Jawab Farel yang mulai santai.
"Gak apa, apanya lihat tangan mu yang seperti itu." Ucap Billy menunjuk tangan Farel.
"Mending mas Billy kembali ke tempat acara takutnya para tamu cemas. Kita akan segera kesana setelah Ranty merapikan make up dan gaunnya yang sedikit berantakan." Ucap Farel.
"Ya sudah kalau gitu mas kembali dulu kesana, kalian buruan siap - siap." Ucap Billy meninggalkan mereka.
Billy pun kembali ke tempat acara tersebut, setelah selesai mereka berdua merapikan diri, Rr9099zA mereka langsung menuju tempat acara lamaran itu laksanakan.
**********
Di tempat acara Monik yang sedang duduk sedang tersenyum lebar karena hatinya merasa senang. Acara lamaran Farel yang dia hadiri bersama keluarganya sudah di undur tidak sesuai dengan waktu yang di jadwalnya.
"Yes batal juga lamarannya." Ucap Monik dalam hati.
Saat itu Lesti berjalan ke arah keluarga pak Agam untuk meminta maaf karena acaranya di undur sebentar, dengan tampang polosnya Monik langsung bertanya kepada Lesti.
__ADS_1
"Kak Lesti kok lama amat acara apa gak jadi ya lamarannya?." Tanya Monik.
Tanpa menjawab pertanyaan Monik Lesti langsung berbicara kepada pak Agam dan Ibu Sisil yang ada di situ.
"Saya mewakili mas Farel dan Ranty meminta maaf kalau acaranya akan di undur sebentar karena di dalam ada sedikit masalah." Ucap Lesti sopan.
"Iya gak apa kok nak Lesti." Ucap Pak Agam memaklumi.
"Ini sih namanya buang - buang waktu." Ucap Ibu Sisil.
"Iya kami mohon maaf. Bapak, ibu dan Monik bisa menikmati hidangan terlebih dahulu, sambil menunggu." Ucap Lesti.
"Dokter Ranty itu bikin sial kak Farel, ini masih acara lamaran, gimana kalau acara pernikahannya ya ma." Ucap Monik.
Bu Sisil hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Monik.
Pak Agam hanya menggelengkan kepala melihat istri dan anaknya seperti itu. "Maaf nak Lesti." Ucap Pak Agam menahan malu.
"Iya pak tidak apa-apa. Saya permisi dulu." Ucap Lesti langsung pergi meninggalkan mereka.
Setelah Lesti pergi, pak Agam mulai kesal dengan tingkat istri dan anaknya.
"Kalian ini gak bisa diam dan jaga mulut bisanya bikin malu saja. Ingat ya ma yang aku sampaikan sebelum kita berangkat tadi." Ucap Pak Agam meninggalkan mereka berdua.
Ucapan ancaman pak Agam membuat mereka berdua kesal. Mereka pun lebih memilih diam tanpa mempedulikan pak Agam.
Tak lama Ranty dan Farel keluar dari ruang tunggu menuju tempat acara. Monik yang melihat mereka berdua kaget karena rencananya gagal untuk membatalkan dan menghancurkan acara lamaran itu.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1