
Setelah acara selesai sesuai dengan permintaan Farel mereka semua sudah berkumpul di ruang tengah rumah bapak Hermawan. Di ruang tengah ada tiga keluarga yang di minta Farel berkumpul keluarga pak Hermawan, keluarga pak Agus orang tua dari almarhum Nata istri dari Farel serta keluarga dari Monik. Ranty pun juga ikut serta di ruang tengah dia duduk di sebelah Lesti. Rico dan Lesti pun ada karena menurut Farel Rico dan Lesti termasuk bagian dari keluarga Hermawan maka dari itu mereka pun ikut duduk di ruang tengah juga.
"Ngapain sih mereka juga ikut. Mereka bukan bagian dari keluarga pak Hermawan?." Ucap Monik yang terdengar jelas semua orang.
"Hus! Jangan ngomong sembarangan." Ucap Pak Agam.
"Maaf semuanya." Ucap Pak Agam meminta maaf karena ucapan Monik.
"Iya om, tidak masalah." Ucap Farel.
"Sebelum saya minta maaf sudah memiliki kalian semua berkumpul karena saya ingin menyampaikan sesuatu hal yang menurut saya ini penting." Ucap Farel.
"Memang apa yang ingin kamu sampai kan Rel?." Tanya Pak Agus.
"Sebelumnya saya minta maaf mungkin apa yang akan aku sampaikan akan membuat beberapa orang tidak suka. Tetapi hal ini harus aku sampai karena menyangkut hidup ku dan Rafi anak ku. Mungkin kalian terkejut saat Rafi memanggilnya Ranty dengan sebutan bunda. Iya bener itu keinginan Rafi sebagai hadiah ulang tahun yang di janjikan oleh Ranty, Rafi pun bisa meminta apapun di hari ulang tahun nya dan alhamdulillah walau Ranty tidak ada ikatan apapun dia mengabulkan keinginan Rafi, aku pun juga mengizinkannya." Ucap Farel.
"Kenapa gak aku saja sih kak, aku juga bisa jadi bunda Rafi lagian aku lebih lama dekat dan tahu tentang Rafi." Ucap Monik.
"Ya gak tahu, mungkin insting Rafi saja dia tahu mana wanita yang bener - benar sayang dengan dia atau cuma pura-pura saja." Ucap Farel.
"Maksud mu anak ku gak sayang sama Rafi, Monik juga sayang dengan Rafi dia juga sering menemani Rafi, apa bedanya dengan wanita itu?." Tanya ibu Sisil.
__ADS_1
"Saya tidak mengatakan kalau Monik tidak sayang tante. Itu semua keinginan Rafi bukan saya yang memaksa." Jawab Farel.
"Ya beda, mana yang sayang sama anaknya atau cuma sayang bapak sama hartanya saja." Ucap Lesti pelan.
"Jaga omongan mu ingat lagi hamil." Ucap Ranty.
"Astagfirullah. Amit - amit jabang bayi." Ucap Lesti sambil mengelus perutnya yang mulai membesar.
"Hey, dua wanita penggoda jaga bicara mu." Ucap Ibu Sisil yang mulai terlihat kesal.
"Sudah sayang dengarkan apa yang ingin Farel sampaikan dulu dan benar kata Ranty ingat kamu lagi hamil jadi harus kontrol emosi serta bicara mu." Ucap Rico yang juga terlihat kesal kepada Monik dan bu Sisil.
"Dengar tu kata suami." Ucap Monik.
"Ma, Pa, ayah, ibu sebelum nya saya minta maaf kepada kalian. Terutama kepada Ayah dan ibu." Ucap Farel.
"Kenapa kamu harus minta maaf kepada kami, kamu kan tidak ada salah kepada kita." Tanya ibu Cici.
"Saya merasa bersalah karena belum bisa membuat Nata bahagia." Ucap Farel sedih.
"Kamu jangan bicara seperti itu Nata sudah bahagia di sana. Sekarang giliran kamu yang harus mulai menata hidup agar kamu bisa bahagia bersama Rafi." Ucap Pak Agus.
__ADS_1
"Iya Yah makasih, jadi sekarang saya minta ijin dan memohon restu untuk menjalin hubungan dengan seseorang." Ucap Farel.
"Alhamdulillah." Ucap Ibu Tika, Ibu Cici.
"Akhirnya kamu sudah bisa melupakan masa lalu mu. Ibu sangat senang dan ibu harap calon istri mu itu bisa menerima Rafi sebagai anaknya dan sayang kepadanya." Ucap Ibu Cici.
"Insyaallah bu." Ucap Farel.
"Memang calon mu kamu ajak kesini Rel?." Tanya Billy.
"Iya mas dia ada di sini dan aku akan memperkenalkan kepada kalian semua, semoga kalian semua bisa menerima nya." Ucap Farel.l
"Perkenalkan dia adalah."
Dengan pedenya Monik berdiri dari tempat duduk nya sebelum Farel mengatakan siapa calon istrinya.
"Ranty." Ucap Farel.
Ucapan Farel membuat ibu Sisil dan Monik terkejut dan tidak menyangka bahwa yang di panggil Farel adalah Ranty.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA.