Itu Kamu

Itu Kamu
PERASAAN ANEH APA INI?


__ADS_3

Hanya mengingat wajahnya, senyumnya, suaranya bahkan saat ku gumamkan namanya saja sudah bisa membuatku gila.


Kutatap jarum jam yang tak kunjung berhenti bergerak berpacu dengan gelapnya malam yang seakan menarikku dalam pusaran waktu.


Bagiku mencintai bukan menjadikannya milikku tapi menjadikanku miliknya..


* * * * * * * * * * * * * *


Ditempat yang sama, entah bagaimana aku sedikit berharap dapat bertemu Ria lagi, tak lama terlihat sosoknya berjalan tergesa-gesa ke arahku.


Perasaan asing memenuhi diriku , desiran lembut di dadaku.


"Hai, aku tau kamu bakal datang. " sapanya.


Refleks ku palingkan wajahku,


"Oh hai " jawabku.


Bram, Satya dan Dito dengan sigap menghampiri kami memecahkan kecanggungan disekitar ku dan Ria.


" Ria, sekolah disini ya? " ucap Bram yg dijawab dengan lirikan tajam dari Ria.


"Aku maunya ngomong sama Varen bukan kamu, udah ah aku mau pulang aja. " balasnya ketus .


"Ria ayok pulang! " tegur teman-teman Ria dari jauh. Ria hanya membalas dengan isyarat tunggu dan menatapku.


"Mana hapemu? " tanyanya.


"Apa? " kataku bingung,


"Mana hapemu Vi? Aku mau catet nomorku. "


Ku keluarkan hape ku dari saku celanaku, tanpa permisi diraihnya dan dengan seenaknya dia menuliskan Princess di nama kontak.


"Call me! " serunya dan berlalu pergi


* * * * * * * * * * * * * *


Malam itu terasa lain, kutatap kontak Ria lama.


Tanpa sadar sudut bibirku naik membaca PRINCESS di nama kontaknya.

__ADS_1


Aneh, rasanya aku ngga keberatan Ria bertindak seenaknya seperti itu, perasaan tidak enak pada Bram pun tak kurasakan. Padahal jelas sekali tatapan menusuk Bram tertuju padaku saat Ria mencantat nomor ponselnya.


Apa yang terjadi padaku?


Apa arti desiran di dadaku?


Kenapa rasanya hangat dan menggelitik menyelimutiku ?


Malas berpikir, ku letakkan ponselku lalu ku atur posisi tidurku senyaman mungkin, tetapi setiap ku pejamkan mata hanya senyum Ria yang terbayang.


Apa arti semua ini??


Kutatap jam yang menunjukkan pukul 22.OO WIB


Ku raih lagi ponsel dan ku putuskan menelepon Ria,


Kriiing Kriiing


"Iya Hallo? " sautnya


dengan cepat kumatikan panggilan itu bersamaan dengan jantungku yang serasa hendak keluar .


Aaarg kenapa aku seperti ini?


* * * * * * * * * * * * *


"Viren bangun, cuci sepatu mu nak, jangan si mbok terus yg disuruh nyuci! " omelan Bunda yang sama disetiap Minggu pagi ini.


"Iya, setengah jam lagi, kurang tidur Bunda"


sautku , hendak kembali tidur.


Tiba-tiba Bunda mengedor pintuku.


"Iya iya sekarang. "


Selesai mencuci Lapar pun melanda.


"Aduh bujang-bujang hari gini masih ileren" ledek Bunda.


"Laper, Bun. Ayah mana Bun?" tanyaku.

__ADS_1


"Ayah lagi ke toko, mau ada barang datang jadi pagian ketokonya. Mandi dulu baru makan nak"


Enaknya habis makan ya tidur lagi, pikirku.


kurebahkan lagi tubuhku dan ku buka ponselku.


Ada sebuah pesan yang membuatku kantukku hilang.


 


Princess


hari ini o4.27


 


Ini Viren ya? aku iseng liat di album kelulusan


ternyata no kamu belum ganti. Semalem kenapa


diem aja pas telpon?


ps. mau makan kentucky bareng?


Perasaan yang sama seperti semalam, bedanya senyumku tak mau lepas dari wajahku.


Kutekan tulisan panggil dan...


"Hallo? "


"Hai, Makan kentucky dimana? Di Purwokerto kentucky yang enak dimana ya?"


Gelak tawa terdengar di sebrang.


"Haha Vi, kamu ini dari dulu emang to the point bgt ya, oke habis duhur ya ketemuan di Sriratu aja, kan ad KFC nya. "


"Boleh. "


 


**BERSAMBUNG**

__ADS_1


 


__ADS_2