
"Baiklah, yang penting kamu ikut ke luar negeri Raka. Kita mulai hidup baru di sana melupakan semua yang telah terjadi," ucap papa
"Iya pa," sahut Raka.
*******
Di US, Ken steven sibuk dengan persiapan Rara untuk menjadi Presdir utama, namun karena banyaknya yang perlu disiapkan Ken Steven menundanya seminggu lagi, dan Ray tidak masalah akan hal itu.
"Sayang ke US nya ditunda," kata Ray
"Iya sayang, tadi paman Ken juga mengubungi aku," sahut Rara.
"Ya sudah kalau begitu," timpal Ray
"Oh ya, mama kamu kabari sayang kan kemarin kita bilangnya kalau seminggu lagi kesana." Rara mengingatkan Ray untuk memberi tahu keluarganya yang berada di US.
Hari-hari cepat berlalu, inilah yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslim yaitu Hari raya idul Fitri, hari dimana kita semua saling memaafkan dan kembali suci.
Ray yang menginginkan untuk sholat di Masjidil Haram dilarang oleh Rara karena Rara ingin sholat Ied bersama mama dan papanya.
Momen jalan bersama ke masjid telah ditunggu-tinggu oleh Rara, apalagi setelahnya makan ketupat dan sungkem. Kalau dia dan Ray pergi ke Masjidil haram tentu momen seperti itu tidak dapat Rara rasakan.
Keinginan untuk pergi ke Makkah tentu Rara menginginkannya namun bukan momen lebaran seperti ini.
"Baiklah sayang," ucap Ray, terserah kamu saja.
Pukul empat Rara membangunkan Ray yang bersembunyi di bawah selimut.
"Sayang ayo bangun." Rara menarik selimut yang dipake Ray
"Aku nggak puasa sayang malas bangun dan mandi," kata Ray lalu menarik selimutnya kembali.
"Hari ini kita nggak puasa, tapi hari ini adalah hari raya Idul Fitri, jadi kita harus sholat Ied," ucap Rara.
Bukannya bangun Ray malah memeluk erat gulingnya sehingga membuat Rara kesal.
"Hanya itu satu-satunya cara," batin Rara
Rara mendengus leher Ray, baru dapat sentuhan begitu saja sosis jumbo miliknya langsung bangun dan siap untuk menyerang.
"Kamu cari masalah," kata Ray lalu membuka selimutnya.
Nampak sosis bakar yang berdiri sempurna tanpa miring satu derajat pun.
__ADS_1
"Sungguh peka sekali, baru mendengus sedikit tu langsung berdiri, padahal semalam dia bekerja keras tak henti," sahut Rara
"Kamu harus tanggung jawab menidurkannya," timpal Ray dengan menguap.
"Aku nyanyikan lagu ya, biar dia tidur," ucap Rara dengan bernegosiasi.
"Dia hanya mau tidur kalau sudah masuk sarangnya," timpal Ray.
Lagi-lagi permainan panas terjadi kembali, dan lewat satu jam mereka masih belum menuntaskan permainan mereka.
"Buruan sayang," kata Rara disela-sela suara gaib yang keluar.
"Bentar lagi," sahut Ray.
Beberapa saat kemudian mereka sama-sama menyelesaikan permainan mereka.
"Rara dan Ray mana sih, sudah jam setengah enam masih belum keluar kamar. Memangnya mereka jamaah sendiri di kamar," gerutu mama yang sedari tadi menunggu anak dan mantunya namun tak kunjung keluar.
"Sabar ma, mungkin mereka kecapekan dan bangunnya telah, coba kamu bangunkan mereka," ucap papa
"Iya," timpal mama Rara lalu berjalan menuju kamar anaknya.
"Ra, Ray bangun! sudah siang ini. keburu telat sholatnya," teriak mama sambil mengetuk pintu.
Ceklek
"Iya ma, ini habis mandi," kata Rara
Lagi-lagi mama gagal fokus dengan tanda merah-merah di leher dan dada anaknya.
Mama segera memijat pelipisnya.
"Ya sudah mama tunggu di bawah," kata mama lalu pergi.
Setibanya di bawah mama langsung duduk dengan tangan yang masih di pelipisnya .
"Kamu kenapa?" tanya papa Rara
"Aku bingung dengan mulut Ray," jawab mama yang membuat papa bingung.
"Maksudnya? coba jelaskan jawaban kamu ambigu sekali," tanya papa Rara lagi
"Leher dan dada Rara, merah merah semua. Itu mulut apa vacum cleaner, lagian ganas sekali dikira anak kita es lilin apa dikenyot sampe gitu," jawab mama dengan menggerutu.
__ADS_1
Papa hanya tertawa, beliau gemas sekali dengan istrinya.
"Kamu ini kampungan sekali sayang, namanya juga anak muda kalo nggak buat tanda cinta ya nggak gaul," ucap papa
"Gaul apaan, itu namanya kerangsapan seperti nggak pernah gituan," ucap mama dengan kesal.
"Namanya aja pengantin baru sayang, dulu kita kan juga gitu," sahut papa
"Tapi kan cukup satu pa, nggak seperti Rara ada mungkin kalau seratus," timpal mama yang membuat papa menggelengkan kepala.
Kini Ray dan Rara siap dengan pakaian mereka masing-masing, ternyata nggak cuma Rara leher Ray pun banyak terdapat tanda cinta dari Rara.
'Lihatlah bukan hanya mantu kamu yang kerangsapan tapi anak kamu juga," bisik papa
"Astaga mereka berdua ini maunya apa," gumam mama Rara dengan kesal.
"Maunya ya yang enak," sahut papa dengan tertawa.
Rara dan Ray hanya diam melihat mama dan papanya saling bisik.
"Ayo berangkat, bisa bisa kita ini telat. Ini semua gara-gara kalian yang malah enak enakkan di hari idul Fitri," gerutu mama
Rara hanya terkekeh mendengar kata-kata mamanya. Dia tidak menyangka kalau mamanya akan tau.
Kini mereka berangkat bersama menuju masjid untuk menunaikan sholat.
Halo kak, gimana puasanya? lancar kan?
Maaf ni kak, up nya satu bab sehari gara-gara malas yang melanda diriku.π€£π€£π€£
Untuk lebarannya aku percepat ya kak, heheπππ
Aku mengucapkan banyak terima kasih ya untuk yang sudah mendukung aku dan yang suka meninggalkan jejak di kolom komentar. Aku sungguh terhibur dengan komen kak semua makasih ya kakππππ
Oh ya untuk pengumuman pemenangnya aku umumin tanggal 25 ya kak,
bila yang nggak menang jangan berkecil hati karena nanti pas malam takbir aku mau bagi pulsa 10.000 untuk 5 orang yang sellau aktif komen, saling balas komen dan apalagi yang suka tag komen.
ππ€π€π€π€π€
oh ya barangkali yang berminat untuk jadi admin di tim interaksi bisa mengajukan ya kak jadi yang jadi admin bisa melebeli komen yang menurutnya bagus.
Ada berapa komen yang aku lebeli "Hot" bukan hot hot yang disukai Ray ya.
__ADS_1
Untuk yang sudah saling balas komen maksih ya kak
π€π€π€π€ππππππ