
Meskipun Rara berkata yang menyakitkan mama Ray namun Rara juga sakit dengan ucapan Mama Ray, apa benar Ray telah tidur dengan Rea? apa ini artinya Ray harus bertanggung jawab atas perbuatannya dan dia akan menikahi Rea juga, lalu bagaimana dengan dirinya kini? apa akan ditinggal begitu saja oleh Ray.
Beragam pertanyaan dan asumsi jelek hadir begitu saja di kepala Rara sehingga matanya kini mengeluarkan butir-butir air mata.
Rara yang tidak fokus bekerja menulis selembar surat yang diletakkan di meja Ray, dia pamit untuk pulang karena tiba-tiba dia merasa kurang enak badan.
Rara pergi ke sebuah tempat supaya bisa menyendiri. Kini dia duduk di sebuah jembatan kecil di tepi danau.
Dia tersenyum mengingat nasib percintaannya yang begitu tragis.
"Apa aku ini seperti jendral Tianfeng yang dihukum menjalani 99 hukuman percintaan, baru saja menikmati indahnya cinta namun kini harus menderita kembali, apa Ray tega menghianati aku dengan tidur dengan Rea?" gumam Rara
"Kalau itu terjadi aku akan membenci kamu Ray, kamu sama halnya dengan Raka, tukang selingkuh," teriak Rara sehingga membuat para burung berterbangan.
Di sisi lain Ray yang telah kembali dari meeting melihat surat yang Rara tulis dia nampak khawatir.
"Sakit apa dia?" gumam Ray.
Ray yang memikirkan Rara jadi tidak fokus bekerja sehingga dia memutuskan untuk menyusul Rara ke apartemennya.
Setibanya di apartemen, Ray tidak menemukan Rara dan kini dia pergi ke rumah orang tua Rara. Lagi-lagi Rara tidak ada di rumah dan ini membuat Ray semakin cemas.
"Kamu kemana?" gumam Ray
Ray kini meminta Rehan untuk mengecek semua rumah sakit di kotanya. Ray takut kalau Rara kenapa-napa dan dia masuk ke rumah sakit.
Lama menunggu dan Revan memberi laporan kalau tidak ada Rara di rumah sakit kota ini.
Ray terlihat nampak panik, dia memerintahkan Revan untuk mencari Rara.
"Kamu dimana sih sayang," gumam Ray
Tak berselang lama Ray mendapatkan info kalau Rara berada di tepi danau yang letakkan masuk ke hutan.
Revan mengirim lokasi Rara dan Ray segera kesana.
Dengan kecepatan tinggi Ray melajukan mobilnya untuk menuju Danau.
Setibanya di sana Ray segera berjalan mendekati Rara yang nampak melamun.
"Sayang," panggil Ray dengan memeluk Rara.
Rara hanya diam tanpa membalas pelukan dari Ray.
"Kamu kenapa berada disini?" tanya Ray dengan melepas pelukannya.
"Cari wangsit," jawab Rara singkat
"Untuk apa?" tanya Ray bingung
__ADS_1
"Untuk menghadapi lelaki brengsek seperti kamu," jawab Rara dengan marah.
"Kamu kenapa sih sayang?" tanah Ray lagi yang heran dengan sikap Rara.
"Masih tanya kenapa? bukan kah semalam kamu meniduri Rea?" tanya Rara balik
"Enak banget sana sini ok, kamu pikir aku ini apa?" imbuh Rara dengan menangis.
Mendengar pertanyaan Rara membuat Ray tertawa, dia tidak menyangka kalau Rara salah paham kepadanya.
"Pasti ini perbuatan nenek sihir," batinnya.
Ray pun punya ide jahil untuk mengerjai Rara,
"Maafkan aku sayang karena tidur dengan Rea namun ini sungguh bukan niatku, aku dijebak oleh mama dan Rea," ucap Ray dengan memelas.
Rara terdiam, hanya air mata yang mewakili sakit hatinya saat ini.
"Pergilah Ray, pergilah. Hiduplah sana dengan Rea. Dia adalah wanita pilihan mama kamu," kata Rara
"Mana mungkin aku bisa meninggalkan kamu sayang, aku begitu menggilaimu dan tak kan bisa hidup tanpamu mengertilah," sahut Ray
"Kamu yang harus mengerti Ray," teriak Rara.
"Baiklah kalau kamu tidak menginginkan aku lagi lebih baik aku mati saja di danau ini," ancam Ray
"Matilah, tu kelihatannya dalam danaunya. Setidaknya kamu mati dengan status kekasih aku," Ucap Rara.
Byur....
Ray masuk kedalam danau, dan lama dia tidak muncul sehingga Rara nampak cemas.
"Apa jangan-jangan dia tenggelam?" batin Rara dengan cemas
Rara langsung saja menceburkan diri ke danau dia berenang untuk mencari Ray namun Ray tidak bisa ditemukannya.
"Ray, maafkan aku. Maafkan kata-kata aku, jangan tinggalkan aku Ray!" teriak Rara dengan menangis.
Tiba-tiba dari belakang Ray memeluknya.
"Janji, jangan suruh aku meninggalkan kamu, mana mungkin aku bisa tidur dengan Rea sedangkan aku sangat mencintai kamu," bisik Ray.
Rara membalikkan badannya dan langsung memeluk Ray, dia menangis sejadi-jadinya karena dari tadi Ray telah ngeprank dirinya.
"Jahat kamu Ray, jahat," kata Rara sambil terisak.
"Maafkan aku sayang, lagian kamu kenapa bisa terhasut tanpa konfirmasi dengan aku terlebih dahulu," sahut Ray
"Mama kamu menunjukkan foto Rea polos dan bercak darah, jika bukan kamu yang meniduri Rea siapa lagi?" ungkap Rara.
__ADS_1
"Rehan yang mengeksekusi Rea. Rea terjebak jebakannya sendiri," ucap Ray.
*********
Di US, Tuan Steven bersiap untuk ke indo, dia sungguh rindu tanah airnya, sudah lama dia tidak pulang ke negaranya.
"Siapkan semua, setelah kita sampai di sana aku ingin bertemu Brawijaya yang telah merawat nona Aurora,"
Hai hai kak, selamat malam.
Gimana puasanya? lancar kan? apa sudah ada yang bolong atau mungkin ada yang puasa dhuhur seperti Ray😂😂😂😂
Maaf ni kak aku balas komennya telat-telat Karena kadang nggak ada notifnya kak, mohon dimaklumi ya kak.🤧🤧🤧🤧🤧
Tapi tetap aku balas satu persatu.
Oh ya kemarin ada yang reques visual, ini aku kasih visual Ray, Rara,Rea, Raya, Rehan dan Revan.
Untuk yang nggak cocok bisa membayangkan yang lain ya kak, bisa juga membayangkan pasangannya sendiri2 🤣🤣🤣🤣🤣
aku juga membayangkan kalau Rara itu aku dan Ray pasangan aku🤣🤣🤣🤣🤣
Maaf kak rada somplak, view semakin anjlok dan dihempaskan dari rekomendasi,😭😭😭😭
Tapi aku tetap bersyukur ada kak semua yang masih setia ma aku. Lope lope ya kak❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Visual Ray
Visual Rara
visual Rehan
Visual Rea
Visual Revan
__ADS_1
Visual Raya