
"Ray," panggil Rea
Seketika Ray menghentikan langkahnya, "Ada apa?" tanya Ray dengan menolehkan kepalanya namun badannya tetap di posisi semula.
Rea berlari dan langsung memeluk Ray dari belakang dengan erat.
Ray mencoba memberontak mencoba melepaskan pelukan Rea namun Rea begitu gigih, dia tidak mau melepaskan pelukannya.
"Lepas Rea! jangan paksa aku untuk berbuat kasar," bentak Ray
Rea tidak peduli dengan bentakan Ray, dia terus saja memeluk Ray.
"Ray, aku terlalu mencintaimu. Terlebih aku menggilaimu, salahkah aku," kata Rea.
Ray menghela nafas, dia sungguh heran dengan Rea yang kenapa bertahan dengan perasaan yang tak terbalaskan.
"Nggak salah, tapi aku tidak mencintai kamu," sahut Ray
"Aku tak tahu arah hidupku Ray, aku rela dibilang lebih kejam dari begal asal aku bisa memiliki kamu," timpal Rea.
"Bodoh, cinta boleh tapi pake logika," ucap Ray dengan kesal.
"Aku tau, tapi aku telah buta karena kamu, tolonglah aku," kata Rea. "Aku tak tau apa yang harus aku lakukan," imbuhnya.
"Lupakan aku, carilah lelaki lain. Jangan rusak hubungan aku dan Rara," cicit Ray
"Tapi aku begitu menginginkan kamu Ray, tak kan mungkin bisa hidup tanpa kamu, mengertilah," kata Ray dengan menangis
"Lalu, bagaimana dengan aku. Jika kamu memaksakan perasaan kamu padaku lantas bagaimana dengan perasaan aku pada Rara," jelas Ray
"Aku tidak peduli Ray," sahut Rea
"Egois!" seru Ray lalu dia berontak mencoba melepaskan pelukan Rea namun Rea tetap bersikeras dengan pelukannya.
__ADS_1
Rea yang begitu keras kepala membuat Ray dengan kasar melepas pelukan Rea sehingga Rea terjatuh.
Tak jauh dari mereka ternyata ada Rehan yang melihat adegan drama mereka.
Melihat Rea jatuh membuat Rehan segera berlari menolong Rea.
"Jangan kasar Ray," kata Rehan
"Aku tadinya juga tidak ingin kasar tapi dia terus saja memeluk aku," sahut Ray membela diri.
Rehan membantu Rea berdiri kemudian mengajaknya keluar.
Ray tersenyum sinis melihat teman sekaligus dokter pribadinya membawa Rea ke depan lalu dia pergi ke kamarnya.
Rehan mendudukkan Rea di sebuah bangku yang ada di taman depan rumah Ray.
"Aku tau kamu sangat mencintai Ray, tapi nggak gini Rea caranya." kata Rahan dengan kesal.
"Kalau kamu mencintai Ray, kamu akan membiarkan dia bahagia bersama dengan orang yang dia cintai bukannya malah memaksakan kehendak kamu padanya," imbuh Rehan.
Rehan nampak tersenyum,
"Rea, Rea, cinta itu nggak harus memiliki. Cinta juga tidak bisa dipaksa. Lebih baik dicintai daripada mencintai orang yang tidak pernah mencintai kita," kata Rehan lalu dia menepuk bahu Rea kemudian meninggalkan Rea di taman sendirian.
Tujuan Rehan datang ke rumah Ray adalah untuk membicarakan terkait urusan rumah sakit.
Bagaimanapun juga Ray adalah pemilik rumah sakit yang kini dia kelola.
**********
Tiga hari kemudian, Mama Ray datang kembali. Dia sungguh marah dengan Ray karena telah mengabaikan Rea.
"Kamu memang anak yang tidak tau balas Budi Ray," Maki mamanya.
__ADS_1
"Kalau Ray adalah anak yang tak tau balas Budi, lalu sebutan untuk mama itu apa? orang tua yang tega menelantarkan anaknya sendiri demi harta," sahut Ray yang tidak terima.
Plak...
Di pipi Ray nampak gambar tangan mamanya, dengan rasa panas dan sakit di pipinya Ray mencoba tersenyum.
"Seharusnya tangan itu untuk merawat aku, bukannya untuk memukul aku," ucap Ray lirih.
"Dari kecil aku tidak pernah meminta apa-apa dari kalian, aku cuma minta waktu namun kalian dengan marah bilang ini semua demi masa depan aku, dan sekarang saat aku sudah tidak pernah meminta waktu lagi kalian ingin merenggut cinta aku, sebenarnya kalian ini orang tua aku tau bukan?" teriak Ray dengan keras sehingga Mama Ray semakin murka.
"Tentu kamu anak mama, anak yang mama lahirkan dari rahim mama. Asal kamu tau Ray, semua yang mama dan papa lakukan itu demi kamu, demi kebahagiaan kamu. Pikirkan, jika kamu menikah dengan Rea, sayap-sayap Toretto akan semakin lebar dan kuat," ucap mama Ray.
"Kalau memang menguntungkan untuk kalian kenapa tidak mama saja yang menikah dengan papa Rea," ujar Ray.
"Keterlaluan kamu Ray, bagaimana bisa kamu meminta mama menikah dengan pak Steven, lalu bagaimana dengan papa kamu." Amarah mama Ray kini naik turun bak roller coaster
"Lalu jika Ray menikah dengan Rea, bagaimana dengan Rara," teriak Ray lalu dia keluar begitu saja dari ruang kerja mamanya.
"Dasar kamu anak kurang ajar Ray, sampai kapan pun mama tidak akan setuju dengan hubungan kamu sama Rara." Mama juga berteriak.
Aarrrgggg
Mama Ray membuang semua benda yang ada di meja kerjanya, kemudian beliau melempar tubuhnya di kursi kebesarannya.
"Lihatlah apa yang bisa mama lakukan untuk memisahkan kalian berdua, sekuat-kuat cinta kamu apa bisa kalian melawan mama," gumam mama.
Keesokannya mama Ray datang ke Ray Grup untuk meminta Rea dan Rara bertukar posisi, Rea dengan pendidikan yang lebih tinggi seharusnya yang menjadi Sekertaris Ray bukannya Rara.
"Mama ini apa-apaan, dari awal Rara adalah sekertaris Ray bukan Rea." Lagi-lagi Ray dibuat kesal oleh mamanya.
Dia tidak menyangka mamanya selicik itu persis sekali dengan rubah.
"Baiklah tapi kita lihat dulu, siapa yang lebih pantas jadi sekertaris Ray. Tiga hari lagi Ray ada jadwal presentasi dengan pada investor. Kita lihat presentasi siapa yang menarik hati investor itulah yang akan menjadi sekertaris Ray," Ray mengemukakan syarat pada mamanya.
__ADS_1
"Baiklah kita lihat saja, pasti Rea yang presentasinya disukai para investor," gumam mama Ray dengan tersenyum licik.