Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Aurora


__ADS_3

"Ambilkan obatku Ryan," titah mama Ray.


"Baik nyonya." Dengan segera Ryan masuk ke dalam untuk mengambilkan obat.


"Raymond beraninya kamu mempermainkan mama," kata mama dengan menahan amarahnya.


Rea terus saja menangis, dia sungguh tidak enak dengan Mama Ray serta papanya bagiamana bisa acara pertunangan menjadi acara yang seperti ini.


"Sudah lah Rea jangan menangis lagi, di sini ada aku yang cinta padamu." Rehan mencoba menghibur.


Rehan kini menggandeng tangan Rea, dia membawa Rea ke hadapan Ken Steven.


"Maaf Om Steven jika cara saya tidak sopan seperti ini, memang tidak pantas sama sekali jika meminta Rea dengan cara yang seperti ini, muncul saat dia bertunangan dengan orang lain," kata Rehan.


Ken Steven nampak tersenyum,


"Apa kamu mencintai Rea?" tanya Ken Steven


"Iya om. Saya sangat mencintai Rea maka dari itu ijinkan Rea menjadi wanita saya," jawab Rehan.


"Semua saya kembalikan kepada Rea, kalau dia setuju saya sebagai orang tua tidak punya pilihan lain selain menyetujui hubungan kalian, karena kembali lagi yang menjalaninya kan kalian bukan kami orang tua," ucap Ken Steven dengan bijak.


Rehan sungguh lega dan bahagia, dia tidak menyangka papa Rea sungguh bijak dan jauh lebih bijak dari mama Ray.


Rea sangat senang karena papanya tidak marah.


"Terima kasih papa," ucap Rea dengan memeluk papanya.


Mama Ray yang setelah minum obat datang mendekati Rea dan Rehan.


"Rea!" bagaimana mungkin kamu membodohi Tante selama ini," maki mama Ray


"Maafkan saya Tante, Ray tidak mencintai saya. Jika saya tetap menikah dengan Ray, apa Tante menjamin kebahagiaan saya? apa Tante menjamin Ray akan mencintai saya? apa Tante menjamin kalau Ray tidak akan nekat untuk tetap menikahi Rara?" Rea melemparkan banyak pertanyaaan pada mama Ray.


Mendapatkan banyak pertanyaan dari Rea membuat mama Ray terdiam. Karena sesungguhnya yang dia utamakan bukan kebahagiaan Rea maupun Ray melainkan bisnis keluarganya.


"Tante tidak bisa menjamin kan?" tanya Rea lagi.


"Tapi cinta itu datang jika kalian selalu bersama," jawab Mama Ray.


Rea tertawa mendengar jawaban mama Ray,


"Tidakkah Tante lihat sikap Ray terhadap saya seperti apa, mungkin jika dia tidak memiliki wanita lain, dia bisa mencintai saya seiring berjalannya waktu tapi di hati Ray ada wanita lain yang mustahil untuk saya gantikan. Mengertilah Tante, biarkan Ray bahagia dengan wanita pilihannya," ucap Rea.


Mama Ray hanya bisa mengepalkan tangannya dengan menatap Ray. Tatapannya menggambarkan amarah yang sangat dalam.

__ADS_1


"Karena Om Steven sudah setuju, maka ijinkan aku meminang kamu Rea," ucap Rehan.


Rehan kini jongkok dia depan Rea, dia mengeluarkan benda kecil dari saku jasnya.


"Rea, Tuhan telah memberikan aku cinta untuk aku persembahkan hanya lah padamu.


Dia juga anugerah kan aku kasih, dan aku hanya ingin berkasih berbagi denganmu.


Oleh sebab itu, atas izin dan restu Allah, aku mencintai dirimu, dan aku berharap kamu menjadi yang terakhir untukku.


Di sini dihadapan semua orang serta orang tua kamu, aku pinang dirimu dengan bismilah," kata Ray yang membuat Rea terharu, dia tidak menyangka kalau Rehan bisa seromantis ini, meski kata-katanya adalah sepenggal lirik lagu dari band papan atas namun cukup membuat Rea maupun Ken Steven terharu.


"Dan dengan ijin Tuhan serta papa aku, aku terima pinangan kamu Rehan," balas Rea yang membuat Rehan bahagia.


Rehan berdiri lalu memeluk wanitanya.


"I love you," ucap Rehan


"I love you too," balas Rea.


Ray yang melihat adegan sahabatnya nampak tersenyum, dia sangat bahagia karena endingnya sangat mengharukan.


Tak hanya Ray, Revan juga sangat terharu.


"Ni tisu pak," kata Rara sambil menyodorkan tisu.


"La itu matanya basah," sahut Rara dengan tertawa.


"Aku terharu melihat sahabat aku bahagia, akhirnya dia mendapatkan cintanya," timpal Revan.


"Mangkanya pak Revan segera menyusul," kata Rara


"Mangkanya kamu bantu aku untuk mendapatkan Raya," sahut Revan


"Wah kalau itu gampang pak, nanti aku akan bantu hingga titik darah penghabisan," timpal Rara dengan tertawa.


"Kamu pikir perang," ucap Revan dengan marah.


Tepuk tangan riuh terdengar, kini Rea resmi menjadi tunangan Rehan dan hal ini sangat membuat mama Ray semakin shock.


Angan-angannya gagal untuk menyatukan Toretto dan Steven lewat ikatan pernikahan.


"Raymond, tunggu perhitungan mama," gumam Mama dengan marah.


Pak Steven kini mengambil mic dan mengumumkan pertunangan Rea dan Rehan.

__ADS_1


"Mohon maaf sebelumnya jika acara pertunangannya jadi seperti ini, meskipun melenceng namun akhirnya acara pertunangan ini tetap terlaksana meskipun Rea tidak bertunangan dengan Ray. Saya selaku Papa dari Rea meresmikan hubungan Rea dan Rehan pada malam ini, dan untuk nyonya Toretto saya mohon maaf yang sebesar besarnya atas kekurang ajaran anak saya. Untuk itu saya akan mengganti semua biaya pertunangan malam ini," kata Ken Steven.


Ken Steven kini menghampiri Rea dan Rehan.


"Untuk kalian, karena keyakinan kalian berbeda untuk itu kalian segera putuskan, saya sebagai orang tua tidak bisa memaksa keyakinan Rea, jika dia ingin ikut keyakinan kamu, saya dengan senang hati mengijinkan dia mualaf, jika kamu yang ikut keyakinan Rea, saya juga sangat senang," ucap Ken Steven.


Rehan sungguh terharu akan sikap Ken Steven, sungguh tidak menyangka ada orang yang sebijak Ken Steven.


Seharusnya beginilah sikap orang yang semakin kaya, bisa bijak dalam menyikapi setiap masalah bukannya sombong seperti mama Ray.


Ray kini juga ikut bergabung dengan Rehan, Rea dan Ken Steven.


"Anda sungguh bijak sekali calon papa mertua," puji Ray


"Dia calon papa mertua aku bukan kamu, kan kamu cancel bertunangan dengan Rea," sahut Rehan.


"Arrggg aku lupa, sayang sekali padahal calon papa mertua sungguh bijak, saya sungguh salut, andaikan anda punya anak perempuan lain," ucap Ray yang membuat semua menoleh ke arah Ray.


"Sudah punya wanita masih saja mikir wanita lain," ucap Rehan.


"Sebenarnya ada Ray namun dia tidak hadir saat ini," sahut Ken Steven.


"Oh ya ngomong-ngomong mana wanita kamu?" tanya Ken Steven kemudian.


"Astaga calon papa mertua yang cancel, saya lupa," kata Ray dengan tertawa.


Ray kini mengambil mic nya kembali, kali ini dia memanggil Rara.


"Karena Rea sudah bertunangan kini gantian saya memperkenalkan wanita saya," kata Ray lalu dia berjalan menghampiri Rara.


Mama Ray mencoba menghalangi anaknya namun Ken Steven mencegahnya.


"Biarkan saja nyonya, ikhlaskan Ray bersama dengan wanita pilihannya kita masih bisa menjalin kerja sama," kata Ken Steven.


Mama Ray hanya bisa diam, dia tidak begitu banyak berontak karena kepalanya sangat pusing.


Mendapatkan serangan yang bertubi-tubi membuat kepalanya pusing.


Ray mengulurkan tangannya dan mengajak Rara ke depan. Rara sungguh malu jika bertemu dengan Ken Steven karena dialah pertunangan ini kacau.


Setibanya di depan, pandangan Rara dan Ken Steven bertemu.


"Aurora," teriak Ken Steven.


Ray yang tau nama Aurora tentu menatap Rara, dia sungguh shock tak disangka Ken Steven mengetahui nama lain Rara.

__ADS_1


"Apa hubungan anda dengan Aurora?" batin Ray


__ADS_2