Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Siapa sebenarnya dia?


__ADS_3

Ray membawa foto yang ditemukannya, rencannya dia akan meminta Revan untuk menyelidikinya.


Siapa Rara sebenarnya? apa yang difoto adalah orang tua kandung Rara? beberapa pertanyaan kini menari di kepala Ray.


"Aku akan cari jawabannya," gumam Ray.


Ray menutup kembali buku usang yang dibukanya, lalu dia mengembalikannya lagi di bawah meja tempatnya semula.


Kini Ray yang bosan merebahkan dirinya di tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


Tak berselang lama Rara dan keluarganya telah datang dari sholat tarwih.


Rara masuk kamarnya, "Sayang, aku tidur di sini saja ya, nggak usah kembali ke apartemen," kata Rara


"Jadi kamu ingin menerima hukuman kamu di sini?" tanya Ray dengan menatap wajah Rara.


Mama yang masuk kamar Rara, mendengar pertanyaan Ray.


"Hukum? hukuman apa Ray?" tanya mama


"Ini mama mertua, tadi di kantor Rara kalah taruhan sama Ray, jadi Ray menghukumnya makan dan jalan-jalan, boleh kan kami keluar mama mertua?" jawab Ray dengan tersenyum melihat Rara


"Oo gitu, hukumannya enak banget ya Ray. Mama juga mau kalau dihukum seperti itu," sahut mama


Rara menepuk dahinya, sungguh Ray ini pintar sekali memainkan kata-kata.


"Rara selalu menikmati hukuman dari saya mama mertua, jadi saya selalu ingin menghukumnya," timpal Ray


"Mama kalau dihukum seperti itu ya senang Ray," ucap Mama


"Mintalah papa mertua untuk menghukum, kan sudah berbuka puasa jadi kan sudah boleh," kata Ray


"Mana mau papa menghukum mama Ray," timpal mama.


Ray menahan tawa, sedangkan Rara menatap Ray dengan tatapan kesal bagaimana dia mempermainkan mamanya.


"Ya sudah mama mertua, saya pergi menghukum Rara dulu ya," pamit Ray.


"Ya sudah hati-hati, nikmati hukumannya ya Ra," sahut mama


"Pasti mama mertua," ucap Ray dengan tersenyum.


Seusai berpamitan dengan orang tau Rara, kini Rara dan Ray masuk mobil, di dalam mobil Ray tertawa keras, mama mertuanya polos sekali, bahkan anaknya disuruh menikmati hukuman darinya, nggak usah di suruh Rara pasti menikmati setiap hukuman darinya. Hukuman dari Ray adalah hukuman terenak sedunia.


Rara melirik Ray yang sedari tadi tertawa, "Kamu itu mantu kurang ajar sayang, bisa-bisanya membodohi mama," maki Rara


"Kan benar kata aku sayang," sahut Ray


"Ya ya ya," timpal Rara pasrah.


Sepanjang perjalanan, Ray dan Rara hanya terdiam. Rara melemparkan tatapannya di luar jendela, sedangkan Ray fokus dengan jalanan.


**************

__ADS_1


"Siap menerima hukuman kamu?" tanya Ray


"Bentar aku mau mandi dulu," jawab Rara


"Pas sayang, we can bath together," sahut Ray


"No, bukan muhkrim," timpal Rara


"Malah justru kalau muhkrim tidak boleh mandi bersama." Ray terus menggoda Rara


"Tau ah, aku mau mandi. Bye. Rara membawa handuk miliknya dan masuk ke kamar mandi.


Ray hanya tertawa, kekasihnya sungguh menggemaskan.


Seusai mandi, Rara mengajak Ray untuk belanja karena besok dia ingin masak untuk sahur.


"Buat apa sih susah-susah masak, beli saja," ucap Ray


"Aku ingin masak sendiri sayang," sahut Rara


"Baiklah tapi aku minta upah ya." Ray terkekeh sedangkan Rara meliriknya dengan kesal.


Tanpa aba-aba Ray menerjang Rara, entah apa saja yang mereka lakukan hanya mereka yang tau.


"Ah, aku harus mandi lagi ini," kata Rara


"Kenapa harus mandi lagi?" tanya Ray


"Basah," jawab Rara


"Sudahlah nggak usah dibahas, kalau bicara tentang agama itu panjang. Besok-besok ikut pengajian biar paham," kata Rara


Ray dan Rara pergi ke mini market yang buka dua puluh empat jam, dia belanja sayur serta telur karena ikan tidak tersedia di sana.


"Aku nginap di apartemen ya?" tanya Ray


"Nggak ntar kita khilaf," jawab Rara


"Ayolah sayang, aku janji nggak ngapa-ngapain." Ray terus saja membujuk Rara namun kelihatannya Rara tidak terpengaruh.


"Baiklah aku akan pulang," kata Ray pasrah.


Seusai mengantar Rara, Ray pulang ke rumahnya. Saat hendak masuk Ray melihat Rea duduk di ruang tamu.


"Kamu kenapa masih disini?" tanya Ray


"Tante Raina meminta aku untuk tetap tinggal di sini Ray, belia akan ke sini seminggu lagi," jawab Rea.


"Apa maunya nenek sihir itu," gumam Ray


"Ray aku ingin mengobrol." Rea memegangi tangan Ray yang sontak membuat Ray dengan kasar melepaskan tangan Rea.


"Rea! jaga batasan kamu," seru Ray

__ADS_1


"Batasan apa? kita itu telah dijodohkan jadi yang harus menjaga batasannya adalah Rara bukan aku," sahut Rea


Ray tertawa dengan ucapan Rea, "Sejak kapan aku setuju dijodohkan sama kamu, jadi jangan ngimpi untuk berjodoh dengan aku," maki Ray lalu dia pergi meninggalkan Rea yang kesal di ruang tamu.


"Aku akan adukan semua ke Tante Raina," gumam Rea.


Sesuai meeting, Ray masih duduk di kursinya. Dia mengambil foto yang kemarin dia temukan di kamar Rara.


"Revan, selidiki foto ini," titah Ray dengan menyodorkan foto.


"Ini foto siapa pak?" tanya Revan


"Bayi ini bukankah mirip Rara?" Ray menjawab pertanyaan Revan dengan pertanyaan balik.


"Iya, lalu siapa lelaki dan wanita di dalam foto ini?" tanya Revan


"Itulah tugas kamu, mencari tau siapa mereka," jawab Ray.


"Kelihatannya ini foto orang tua si bayi ini, bukankah wajah mereka mirip?" Revan mengemukakan analisanya.


"Exactly, aku juga berfikiran seperti itu," sahut Ray.


Revan pamit untuk kembali ke ruangannya, dia segera melaksanakan titah Ray untuk mencari tau terkait foto yang Ray temukan.


Waktu telah berlalu namun baik Rehan maupun orang ditugaskan untuk mencari informasi tersebut tidak menemukan apa-apa.


"Aneh, kenapa informasi tentang orang ini seolah dihapus? siapa mereka," gumam Revan


Revan segera menemui Ray, dia mengajak Ray untuk berbicara berdua di ruang meeting, karena jika bicara di ruangannya maupun ruangan Ray ada Rea maupun Rara.


"Saya tidak menemukan apapun pak, semua data tentang ketiga orang ini seakan dihapus dan dihilangkan jejaknya seolah mereka ini tidak pernah terlahir di bumi ini," kata Revan


"Aneh, siapa sebenarnya mereka? kenapa data-data mereka dihapus?" Ray memberondong pertanyaaan yang dimana Revan tidak bisa menjawabnya.


Biasanya sungguh mudah untuk mencari tahu tentang data seseorang namun kini sungguh sulit, data mereka sungguh-sungguh tidak ada.


Baik di US maupun di Indo, data ketiga orang ini tidak ada sama sekali.


Lalu siapa sebenarnya mereka? Lebih tepatnya siapa Rara dan orang yang berada dalam foto tersebut? apa benar Rara bukan anak kandung dari orang tuanya sekarang? apa benar Rara adalah anak yang disembunyikan indentitasnya?


Berbagai asumsi-asumsi keluar di kepala Ray maupun Revan.


"Tapi aku tidak asing dengan foto wanita itu Revan," kata Ray


"Apa ini ada hubungannya dengan keluarga Toretto pak?


..............


Pagi kak,


Selamat menjalankan ibadah puasa untuk yang menjalankannya ya.


Semoga lancar hingga Magrib datang, jangan sampai seperti Ray🀣🀣🀣🀣.

__ADS_1


Jangan lupa ya like, komen, hadiah maupun vote.


Maksih kakπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜„


__ADS_2