Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Raka galau


__ADS_3

"Selesaikan urusan kamu secepatnya Sheryl, aku tidak mau menunggu lebih lama lagi" kata Riad dengan raut wajah yang cemas.


Sheryl nampak galau, entah kenapa dia merasa tidak tega melihat keadaan Raka, dia kini dirundung dilema, antara kembali ke Raka atau tetap bersama Riad.


Riad yang melihat Sheryl galau pun menyunggingkan senyuman, kalau sampai Sheryl iba dan kembali sama Raka, sudah dipastikan dia gagal pulang ke negara asalnya.


"Kamu memikirkan Raka?" tanya Riad


"Iya," jawab Sheryl


"Mau kembali lagi padanya?" tanya Riad penuh penekanan.


Sheryl nampak bingung.


"Kembalilah padanya, aku juga tidak bisa memaksa kamu untuk bersama aku," kata Riad lalu dia berpura-pura ingin pergi.


"Nggak kok sayang," jawab Sheryl dengan menarik tangan Riad.


"Aku sangat mencintai kamu, aku sudah melakukan banyak hal untukmu, dan kita sudah sepakat untuk menikah, apa kamu ingin merusaknya?" tanya Riad dengan raut wajah yang berubah, dia nampak khawatir sekarang. Bukan khawatir akan Sheryl kembali lagi ke Raka melainkan khawatir jika misinya gagal. Mendengar kata-kata Riad membuat Sheryl meleleh, dilemanya perlahan hilang dan Riad kini menjadi pilihannya.


"Siapa bilang aku akan kembali lagi sama Raka," jawab Sheryl


"Tapi dari raut wajahmu itu menggambarkan kalau kamu memang memikirkan dirinya," kata Riad dengan nada yang agak meninggi.


Sheryl menghela nafas, memang benar apa dikatakan Riad, namun kini dia kembali yakin dengan Riad. Background Riad yang seorang CEO membuat Sheryl enggan untuk meninggalkannya apalagi Riad jauh lebih royal daripada Raka.


Riad selalu memanjakannya berbeda dengan Raka yang selalu mengingatkan Sheryl akan masa depan jika Sheryl boros.


Sheryl memeluk Riad dengan erat, mencoba menenangkan pria yang kini menyandang status sebagai calon suaminya.


"Aku tetap memilih kamu sayang," kata sheryl


"Promise with me, if u Will choose me not him," sahut Riad.


(Berjanjilah padaku, jika kamu akan memilih aku bukan dia).


"Im promise," balas Sheryl.


Sheryl dan Riad memutuskan untuk pulang, setibanya di apartemen Ray, mereka langsung bertarung di atas ranjang.


Suara merdu dari mereka berdua saling bersautan, apalagi saat milik Riad menyodok Sheryl dengan kuat, Sheryl dibuat melayang sambil membuka dan menutup matanya. Kenikmatan luar biasa yang diberikan Riad mampu mengalahkan kenikmatan yang Raka berikan hingga tak kurang dari sebulan Sheryl sudah berpaling mencurangi Raka yang selama ini mencintainya.


"I get it beb, aaaahhhhh," bisik Riad saat mendapatkan pelepasannya.


Begitu pula dengan Sherly yang entah beberapa kali puas dengan permainan Riad.


Lelah karena sudah bertarung membuat Sheryl terlelap, dan kini waktunya Riad untuk memberikan informasi pada Revan terkait hubungannya dengan Sheryl.


Revan tertawa keras setelah mendapatkan laporan dari Riad dan dia segera melaporkan pada Ray.


Revan kini mengambil kunci mobilnya, bisa saja dia melaporkan by phone namun Revan lebih memilih datang ke rumah Ray untuk melihat ekspresi senang dari Ray.

__ADS_1


"Pak," panggil Revan


Ray yang sedang memantau seluruh perusahannya menghentikan kegiatannya dan menoleh.


"Ada apa?" tanya Ray


"Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan," jawab Revan


"Duduklah," ucap Ray lalu dia berdiri dan duduk di sofa.


"Raka sudah mengetahui hubungan Sheryl dan Riad, tadi mereka sempat ribut di klub," lapor Revan


Ray menyunggingkan senyuman pepsodinnya, dia puas sekali.


"Bagaimana rasanya Raka, sakit?" Ray bermonolog dengan dirinya sendiri.


"pasti sakit dong pak," sahut Revan


"Tapi apa yang dia rasakan tidak sesakit apa yang Rara rasakan, dibohongi, diselingkuhi, dijebak, diusir tanpa membawa apa-apa," imbuh Ray


"Betul pak dan dia juga ditiduri orang asing," ucap Revan dengan tertawa.


"Enaknya ya saat itu," seloroh Ray


"Untung anda yang menidurinya saat itu coba lelaki tua saat malam itu," timpal Revan


"Iya," sahut Ray.


"Oh ya Revan, siapkan bayaran untuk Riad, setelah dia pergi dari Sheryl, siapkan bisnis kelas untuknya sehingga dia pulang ke negaranya dengan nyaman," imbuh Ray.


Ray memang totalitas dalam membalaskan dendam Rara, entah berapa yang dia keluarkan untuk memisahkan Raka dan Sheryl.


Di sisi lain Raka telah bangun dari pingsannya, dia memijat kepalanya yang pusing, selain kepalanya yang sakit pipi Raka juga rasanya sakit sekali.


Perlahan dia mengingat akan kejadian yang menimpanya tadi.


"Sudah sadar?" tanya Papa dengan kesal.


"Iya pa," jawab Raka.


Dada Raka kini sesak kembali, dia teringat akan perselingkuhan Sheryl dan Riad.


Raka kini beranjak dari tempat tidur dan mencari kunci mobilnya.


"Cari apa?" tanya Papa


"Kunci mobil," jawab Raka


"Mau kemana?" tanya papa


"Mencari Sherly pa," jawab Raka.

__ADS_1


Plak...


Sebuah pukulan mendarat sempurna di pipi Raka, Raka memegangi pipinya yang panas akibat pukulan papanya.


"Pukulan ini mungkin bisa menormalkan otak kamu Raka, lihat keadaaan kamu, kondisi lemah seperti ini masih memikirkan wanita itu," maki papa yang sungguh kesal pada anaknya.


"Dia telah pergi bersama laki-laki lain pa, Raka harus memperjuangkan cinta Raka kembali, kami sebentar lagi akan menikah," sahut Raka


Plak...


Lagi-lagi papa menjatuhkan pukulan di pipi Raka.


Raka pun kembali memegangi pipinya yang panas.


"Kenapa papa pukul Raka lagi!" teriak Raka tak terima


"Supaya otak kamu berfungsi dengan normal, dia sudah pergi bersama lelaki lain kamu masih ingin memperjuangkannya?" maki Papa


"Raka mencintainya pa, Raka mencintainya," sahut Raka


"Raka, Raka. Kamu ini buta, pikir pakai otak dia sudah membuang kamu, kenapa kamu masih mengemis cintanya. Apa papa bilang setelah kamu nggak punya apa-apa dia akan meninggalkan kamu," ujar papa


"Dia belum tau pa," sahut Raka.


Papa sungguh kesal sekali dengan Raka belum tau kalau sudah nggak punya apa-apa saja sudah selingkuh apalagi tau.


"Dia belum tau saja sudah meninggalkan kamu apalagi kalau sudah tau," timpal Papa


Raka terdiam sesaat mencoba mencerna kata-kata papanya.


"Seharusnya yang kamu cintai dan perjuangkan itu Rara bukan dia," imbuh papa


"Tapi Raka tidak mencintai Rara pa," sahut Raka


"Bukannya nggak cinta namun kamu tidak menyadari cinta kamu untuknya," ucap papa.


Lagi-lagi Raka terdiam mendengar ucapan papanya.


"Papa ini sudah tua, umur papa mungkin sudah tidak lama lagi, seharusnya kamu itu tidak menjadi beban pikiran buat papa, sebagai orang tua papa sudah melakukan kewajiban papa membesarkan kamu, menyekolahkan kamu setinggi tingginya, memberikan apa yang papa punya, mencarikan istri yang baik, lalu apa balasan kamu. Kamu selalu saja membantah, kamu selalu membanggakan cinta buta kamu itu. Sadarlah Raka, dia itu wanita ular, lihatlah sudah menjadi calon istri kamu dia malah bermain dengan pria lain. Sadarlah!" kata Papa dengan penuh penekanan di akhir kalimatnya.


Raka masih terdiam, bibirnya tidak bisa berucap apa-apa, cintanya sungguh membuatnya buta, entah ajian apa yang Sheryl berikan padanya hingga Raka begitu mencintai Sheryl.


"Sudahlah lebih baik sekarang kamu mandi, makan lalu merenung lah, perbaiki semua," pesan papa lalu beliau pergi.


Raka berteriak sekeras kerasnya, kini dia ambruk di lantai, matanya basah mengingat Sheryl saat bercumbu dengan Riad dan dengan jelas lebih memilih Riad daripada dirinya yang selama ini berjuang demi dirinya.


Raka tertawa sambil menangis mengingat kisah cintanya yang sungguh tragis. Wanita yang digadang-gadang akan menjadi pendampingnya kini malah bersama pria lain.


"Sheryl aku tak menyangka kamu berpaling setelah sekian lama kita menjalin cinta, dalam diam kamu telah memiliki lelaki lain tanpa aku menyadari semuanya," kata Raka dengan air mata yang basah.


Lelah memikirkan wanita yang telah menikungnya Raka memutuskan untuk pergi membersihkan diri dan seusai mandi dia merebahkan diri di tempat tidur.

__ADS_1


Raka mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa terlelap karena dia masih saja mengingat Sheryl. Wanita pujaan hatinya yang kepincut sultan abal-abal.


"Aku masih ingat janji manis kita dulu dan saat romantis kita. Kamu meminta aku untuk setia namun akhirnya kamu yang berubah."


__ADS_2