Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Melamar Rara


__ADS_3

"Apa mereka berniat untuk menikah?" tanya mama Ray dengan raut wajah yang kesal.


"Benar nyonya, mereka berniat untuk menikah bahkan tuan muda akan segera melamar wanita tersebut," jawab Assiten mama Ray


Brak


Mama Ray menggebrak meja, tidak terima dengan keputusan yang Ray ambil untuk menikah dengan wanita pilihannya sendiri.


"Anak susah diatur, aku jodohkan dengan wanita pilihan aku dia bilang akan melajang seumur hidup dan kini dia malah memilih wanitanya sendiri!" kata mama Ray yang kesal dengan Raymond.


Suasana hening terjadi diantara mama Ray dan asistennya.


Beliau nampak berfikir, entah apa yang dipikirkannya.


"Cari info mengenai wanita pilihan Ray, aku ingin tau seperti apa backgroundnya," titah Mama Ray


"Baik nyonya." Asistennya pamit untuk kembali ke ruangannya dan segera melaksanakan titah mama Ray.


Mama Ray bernama Rania Toretto, beliau adalah seorang Presdir dari sebuah perusahaan raksasa di US, sedangkan papa Ray, Richard Toretto juga seorang Presdir di salah satu perusahan property yang terkenal di US, salah satu pemegang saham terbesar Beverly hills.


Latar belakang keluarga Toretto memang tidak bisa dianggap remeh, apalagi mama dan papanya yang memiliki kekuasaan yang sangat kuat dan besar. Dari Ray kecil hingga besar mereka selalu sibuk dengan pekerjaan tanpa memperdulikan Ray yang sendiri dengan baby sitter.


Setelah berbicara dengan asistennya, mama Ray mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya, dia sungguh tidak rela jika Ray menikah dengan wanita pilihannya sendiri.


"Aku ingin mengunjungi Ray, lama tidak dikunjungi membuatnya sedikit melenceng, sehingga beraninya memutuskan menikah dengan wanita yang bukan pilihan kita," kata Mama Ray


Entah apa yang papa Ray katakan sehingga Mama Ray memutuskan sambungan telponnya.


"Apakah papa Ray mendukung anaknya? entahlah.


Tak berselang lama, asisten mama Ray memberikan laporan mengenai latar belakang Rara.


"Apa yang Ray pikirkan, bagaimana dia mencintai seorang janda yang dibuang suaminya, later belakang keluarga juga bukan pebisnis top, sungguh tidak selevel," kata mama Ray dengan kesal.


Tangannya kini meremas dua lembar kertas yang berisi laporan tentang latar belakang Rara dan keluarganya.


"Tunggu mama Ray,"


Malam ini Ray mengajak Rara untuk datang ke hotel dengan kamar yang sama, namun sebelumnya dia meminta pelayan untuk menghiasnya sebagus mungkin.


"Kenapa kita kesini?" tanya Rara


"Ada surprise buat kamu," jawab Ray

__ADS_1


"Apa?" tanya Rara


"Nanti kamu pasti tau sendiri," jawab Ray


"Jangan bilang kamu ingin meniduri aku kembali di sini," ucap Rara dengan kesal.


Ray tertawa mendengar ocehan wanitanya tersebut, "Kalau kamu memintanya kita bisa melakukannya lagi," kata Ray


"Nggak," sahut Rara lalu pergi ke jendela. Dia menatap luar jendela kamar hotelnya.


Kenangan akan Raka teringat lagi, di kamar ini beberapa bulan yang lalu dia dijebak oleh lelaki yang amat sangat dia cintai, dan mata Rara basah karena mengenangnya.


Tak ingin Ray tau Rara segera menghapus air matanya namun kelihantannya dia terlambat Ray telah melihatnya.


"Kamu kenapa menangis?" tanya Ray yang tau kalau Rara menangis. Ray memeluk Rara dari belakang.


"Nggak apa-apa sayang, aku hanya teringat akan kejadian beberapa bulan yang lalu di sini," jawab Rara


"Sudahlah, lupakan yang membuat kamu sedih kan ada aku di sini," hibur Ray


"Iya sayang," sahut Rara.


Kini baik Rara dan Ray sama-sama diam, mereka kalut dalam pikiran masing-masing.


"Apa kamu ingat saat aku menggagahi kamu, kamu terus menikmati kenikmatan yang aku berikan dengan terus berteriak, bahan tubuh kamu menegang beberapa kali," bisik Ray yang membuat Rara merinding, otaknya kini traveling memang sungguh nikmat permainan Ray.


Rara kini membalikkan badannya lalu mencium bibir Ray, kali ini Rara sedikit agresif hingga Ray sampai kewalahan mengimbangi permainan bibir Rara.


Setelah puas kini dia melepaskan pautannya lalu mengambil udara sebanyak-banyaknya.


"Bentar sayang pasokan udara aku habis," kata Rara.


Sesudahnya Ray kini menuntut Rara untuk duduk di tepi ranjang yang sudah dihias sedemikian rupa, Rara nampak tersenyum.


"Sayang," kata Ray dengan duduk dibawah sedangkan Rara duduk di atas.


"Apa?" tanya Rara


"Maafkan aku yang telah membawa kamu kemari dan mungkin kamu mengingat kejadian waktu itu namun bukan itu yang aku inginkan melainkan aku ingin kamu ingat pertemuan pertama kita," jawab Ray.


Rara tersenyum dan mengangguk sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Ray.


Lelaki yang kini amat sangat dia cintai.

__ADS_1


"Listen to me," titah Ray


Rara menatap Ray dengan lekat dan siap untuk mendengarkan apa yang akan Ray bicarakan.


Saat akan ngomong tiba-tiba otaknya blank, dia lupa akan kata-kata romantis yang ingin dia sampaikan.


"Arrgggg kenapa bisa lupa," batin Ray


"Ada apa sayang, katanya mau ngomong?" tanya Rara


"Sebentar, beri waktu aku lima menit," jawab Ray lalu dia berdiri dan mengambil ponselnya.


Dia menyontek kata-kata yang dikirim oleh Revan saat ini.


"Sayang," panggil Rara


"Iya sayang," sahut Ray lalu memasukkan ponselnya kembali ke dalam sakunya.


Ray kini duduk berjongkok lagi,


"Sayang, cinta itu adalah virus." Ray kini memikirkan Kelanjutannya sehingga membuat Rara penasaran.


"Iya, memang virus," sahut Rara


"Diam lah sayang, aku sedang mengingat ingat Kelanjutannya nih," ucap Ray yang membuat Rara tertawa.


"Kamu ngapain sih sayang, mau ngomong apa? jangan-jangan nyontek ya," sindir Rara yang membuat Ray kesal.


Arrrgggg


Teriak Ray dengan frustasi, dia sungguh tidak bisa berkata romantis, lebih baik dia berbicara sebisanya daripada menyontek.


"Baiklah baiklah," katanya lalu mengeluarkan kotak kecil warna merah.


"Will you marry me sayang, hanya kamu yang memenuhi syarat untuk menjadi pendamping aku, karena berkali-kali aku jatuh cinta pada orang yang sama yaitu kamu, setiap detik setiap menit aku selalu mendapatkan indahnya cinta saat aku bersama kamu, i love you so much, i love you more, i love you forever and ever, sampai maut memisahkan kita," kata Ray yang membuat Rara membatu, dia sungguh senang sekali Ray melamarnya dengan cara yang romantis seperti ini.


"The answer is yes sayang, yes i Will marry with you," ucap Rara dengan mata yang basah, dia sungguh bahagia.


Ray kini memakaikan cincin berlian ke jari manis Rara kemudian Rara dan Ray saling berpelukan, baik Rara dan Ray sungguh bahagia karena mulai detik ini cinta mereka akan bersatu selamanya.


Rara dan Ray menikmati waktu romantis mereka, entah apa yang mereka lakukan hanya mereka yang tau.


Halo kak, selamat siang.

__ADS_1


Jangan lupa suka, komen, hadiah dan vote nya ya kak.


Terima kasih😘😘😘😘


__ADS_2