
O...." belum sempat memberitahukan nampak Ken Steven menggelengkan kepala, belum saatnya memberitahu sekarang, rencannya Ken Steven akan mengadakan pertemuan semua keluarga, dia akan memberitahukan hal yang sebenarnya kemudian mengumumkannya.
Setibanya di rumah sakit mama Ray segera dilarikan ke ruang gawat darurat dan Rehan lah yang menangani mama Ray.
Semua menunggu di luar termasuk Rara.
"Kalian semua berhutang penjelasan kepada aku," ucap Rara dengan kesal.
Revan yang saat itu menyusul dengan mobil lain bertanya sesuatu pada Rara yang tidak terpikirkan oleh orang lain.
"Ra, dulu saat kamu menikah dengan Raka siapa yang menjadi wali kamu?" tanya Revan
"Wali hakim, entahlah pak Revan aku yang kurang paham akan hal itu menurut saja. Papa saat itu pergi begitu saja dan meminta penghulu untuk memanggil wali hakim di acara pernikahan saat itu," jawab Rara.
"Memangnya kenapa?" tanya Rara
"Nggak papa, kepo saja," jawab Revan.
Tak selang lama, Rehan keluar dia akan memindahkan nyonya Toretto ke ruang perawatan.
"Bagaimana keadaan mama?" tanya Ray
"Baik-baik saja, untung segera ditangani," jawab Rehan
"Syukurlah," ucap semua orang.
Kini Mama Ray telah dipindahkan ke ruang perawatan, dan Alhamdulillah beliau sudah sadar.
Setelah sadar mama Ray melihat Rara dengan penuh haru. Bayi yang dia cari selama ini ternyata adalah kekasih anaknya sendiri.
Dulu saat mendengar berita kalau Rena dan Rayan mengalami kecelakaan dan meninggal, Raina sempat shock karena bagaimanapun juga Rena adalah sahabat karibnya.
Semenjak Raina menikah dia ikut Toretto untuk mengembangkan bisnis keluarga Toretto sehingga dia dan Rena terpisah namun mereka tetap saling komunikasi.
Saat usia Ray empat tahun, Rena baru melahirkan putri cantik. Dia mengirimkan foto bayi kepada Raina dan mereka sepakat untuk menjodohkan mereka. Namun takdir berkata lain, Rena dan Rayan telah berpulang terlebih dahulu dan semenjak saat itu Raina benar-benar tidak tau keberadaan Aurora.
Dan untuk perusahan Rayan dan Rena sendiri telah diklaim oleh orang yang tak lain adalah Ken Steven.
Dan siapa Ken Steven ini tidak ada yang tau asal usulnya.
__ADS_1
Pertama melihat Rara, Raina sebenarnya tidak asing dengan wajah Rara, namun dia tidak menyadarinya.
Begitu pula dengan Ray yang saat itu tidak asing dengan foto yang dia temukan di kamar Rara, karena dulu dia sering melihat foto itu di album foto milik mamanya.
Mama Ray ingin berbicara namun Ken Steven mencegahnya, begitu pula dengan Ray.
"Sudah ma, lebih baik mama istirahat, malam ini mama banyak sekali mendapatkan surprise jadi lebih baik mama Istirahat," pesan Ray.
Ray meminta Ryan untuk menjaga mamanya, sedangkan dia akan mengantar Rara pulang terlebih dahulu begitu pula dengan Ken Steven serta Rea yang juga harus pamit.
**********
"Apa yang sebenarnya terjadi sih sayang, jujurlah kepadaku," pinta Rara
"Nggak ada apa-apa, tunggulah sampai paman Ken Steven mengumumkan semua kepada kita. Karena aku sendiri juga nggak tau," sahut Ray.
"Yakin nggak tau?" tanya Rara
"Yakin sayang, masa iya aku berbohong," jawab Ray
"Gara-gara mama pingsan jadinya acara pertunangan kita batal," imbuh Ray
"Nggak papa, masih ada hari esok," ucap Rara
"Dasar anak durjana, orang tua pingsan malah mikir tunangan," kata Rara dengan menggelengkan kepala.
"Aku tu udah nggak sabar tau nggak, ingin segera cepat-cepat nikah, burung Garuda aku terlalu lama menunggu," ucap Ray yang membuat Rara tertawa, bagaimana bisa dia menyamakan barang miliknya dengan burung Garuda?
"Saking besarnya ya sayang mangkanya kamu membandingkan anu kamu dengan burung Garuda," timpal Rara.
"Ya begitulah kan kamu yang merasakan, kira-kira bagiamana? besar atau tidak?" Ray melemparkan pertanyaan retoris kepada kekasihnya.
"Waktu malam itu memang nikmat sekali, bahkan sampai sekarang aku masih ingat rasanya, sungguh berbeda dengan milik Raka," jawab Rara
Rara hanya tertawa mendengar jawaban kekasihmu, dia lega minimal secara batin dia bisa memuaskan Rara.
Setibanya di rumah, Rara langsung masuk karena Ray juga harus kembali ke rumah sakit.
Saat masuk ke dalam, Papa dan mamanya ternyata menunggu di rung tamu. Sebelumnya Brawijaya menerima panggilan dari Ken Steven supaya tidak memberitahu Rara lebih dahulu akan jati dirinya, karena Ken Steven ingin semua terungkap saat pertemuan besar nanti.
__ADS_1
"Papa mama kok belum tidur?" tanya Rara
"Papa dan mama menunggu kamu sayang, kami cemas terjadi apa-apa dengan kamu," jawab Mama Rara
Rara tersenyum
"Mama, papa nggak udah cemas kepada Rara, kan Rara udah gede bisa jaga diri apalagi sekarang ada Ray," ucap Rara sambil memeluk mama dan papanya.
Meski sempat diperlakukan tidak adil namun Rara sangat menyayangi orang tuanya.
Karena larut mereka semua masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.
Di kamarnya mama Rara membilak balikkan badan, dia sungguh risau memikirkan anaknya.
Karena tak kunjung tidur, mama Rara pergi ke kamar anaknya.
"Non Aurora, maafkan semua kesalahan saya. Tapi saya sangat menyayangi Non Aurora seperti anak saya sendiri meski sempat saya berlaku tidak adil waktu itu," kata mama Rara dengan mata yang basah.
Sebenarnya mama Rara menginginkan jati diri Rara tidak terungkap biarkan selamanya dia tetap menjadi anaknya, toh selama ini juga tidak ada yang ingin mencelakainya, mama Rara takut jika semua orang mengetahui jati diri Rara, ada yang ingin mencelakainya.
"Apakah setelah kamu tau kalau mama ini bukan mama kamu, kamu masih menyayangi mama dan tetap memanggil mama ini mama Rara?" mama Ray menangis.
Lama bermonolog dengan anaknya yang sedang tidur, kini mama memutuskan kembali ke kamarnya.
*************
Beberapa hari berlalu, kini lah saatnya Steven mengumumkan semua, karena tidak ada seorang pun yang tau kalau Steven adalah assisten Rayan dulu, yang semua orang tau kalau perusahan Rayan telah dilelang dan hasilnya untuk kegiatan amal.
Dan tanpa mereka tau, Ken Steven hadir dengan wajah baru. Dia sengaja mengubah wajahnya untuk melindungi aset keluarga Richard. Semua apa yang dilakukannya adalah bentuk pengalihan publik dan supaya semua aman dari musuh.
"Tujuan saya mengumpulkan kalian semua adalah untuk mengumumkan sesuatu yang tidak kalian ketahui sebelumnya," kata Ken Steven membuka obrolan.
Mama Ray hanya diam kali ini, dia sungguh bingung harus bilang apa, dia malu pada Rara dan juga pada dirinya sendiri, bagaimana dia bersikap sombong pada anak sahabatnya sendiri yang selama ini dia cari.
"Kalian kemarin mungkin bertanya-tanya, siapa Rayan Richard dan Rena? apa hubungannya dengan Rara atau Aurora? sebelum saya menjawab pertanyaan itu, saya akan mengungkapkan jati diri saya juga," kata Ken Steven
Semua saling pandang, kecuali Brawijaya dan Sukmawati yang telah tau akan kebenarannya.
"Sebenarnya saya adalah asisten Rayan Richard, dan Rayan Richard adalah ayah kandung dari Rara atau Aurora,"
__ADS_1
"Apa?" teriak semua yang sangat shock mendengar pengungkapan Ken Steven atas dirinya.
Dan yang lebih shock adalah mama Ray, untung sebelum datang dia telah meminum obatnya jadi nggak begitu pengaruh terhadap kesehatan jantungnya.