Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Tidak suka


__ADS_3

Rara dan Ray sangat bahagia, lamaran pribadi sudah terlaksana tinggal bicara dengan para orang tua masing-masing.


"Sesegera mungkin aku ajak kamu untuk menemui orang tua aku di US," kata Ray


"Tapi aku takut sayang jika orang tua kamu tidak merestui hubungan kita," sahut Rara dengan khawatir.


"Ini itu hidup aku, yang menjalani itu aku. Jika mereka tidak merestui aku tidak peduli yang penting sebagai anak aku sudah menjalankan prosedurnya," timpal Ray.


Rara mendongakkan kepalanya, dia tidak percaya kalau Ray akan tetap bertahan jika mama dan papanya tidak merestui hubungan mereka.


Tiga hari kemudian mama Ray telah mendarat dengan selamat di Bandara internasional, beliau langsung menuju kediamannya.


Saat mama Ray tiba di rumah Ray masih belum pulang sehingga mama menunggunya di ruang tamu.


"Atur jadwalku di Ray Grup, bagaimanapun juga aku adalah pemilik sebagian saham di sana," titah mama Ray dengan menyilangkan tangannya di dada sambil melihat keluar jendela.


"Baik nyonya, malam ini saya akan menemui asisten dari Tuan muda," sahut asisten mama Ray.


"Mama penasaran sekali Ray dengan wanita pilihan kamu, apa dia lebih baik dari wanita pilihan mama," kata mama Ray dengan menyunggingkan senyuman kecil di bibirnya.


Tak berselang lama Ray datang, saat keluar dari mobil wajahnya nampak sumringah, sudah dapat dipastikan kalau sebelum pulang dia telah menghukum Rara sehingga kebutuhan vitamin Ray terpenuhi.


Saat Ray masuk rumahnya dia sungguh kaget karena mamanya berdiri sambil melihatnya dari tempat dia berdiri.


"Halo Ray sayang, mam Miss you," kata Mama Ray


"Halo mam, tumben pulang. Ada urusan apa?" tanya Ray.


"Tega sekali kamu berkata seperti itu pada mam, apakah ini sikap anak pada mamanya?" tanya mama Ray dengan kesal.


"Ya ya ya, Ray juga rindu," kata Ray pasrah.


"Tapi boong," lanjutnya dalam hati. Dasar anak kurang ajar si Ray.


Beginilah jika anak hanya dimanjakan dengan harta, apalagi anak dari kecil sampai besar dirawat baby sitter jadi ikatan batin antara ibu dan anak tidak ada sama sekali.


"Ray pamit ke kamar dulu, gerah sekali badan Ray," kata Ray lalu dia pergi ke kamarnya.


Di dalam kamarnya Ray merebahkan diri di tempat tidur, dia masih berfikir apa tujuan dari mamanya pulang, dia sungguh hafal dengan perilaku mamanya yang tidak akan pulang jika tidak ada hal besar yang ingin dia selesaikan.


"Kenapa mama pulang tiba-tiba ya," gumam Ray


Tak ingin dikuasai rasa penasaran yang tidak bertepi Ray pun mengambil ponselnya lalu menghubungi Rara, baru sebentar saja berpisah dia sudah rindu pada wanitanya tersebut.


"Hallo sayang," kata Ray saat Rara mengangkat panggilan videonya.


"Halo," balas Rara

__ADS_1


"Aku rindu," kata Ray


"Baru dua jam yang lalu pisah udah rindu aja," timpal Rara


"Namanya orang jatuh cinta jangankan dua jam, dua menit saja serasa dua windu," kata Ray dengan tertawa.


"Astaaga sayang, sekarang pandai bergombal ya," timpal Rara


"Nanti aku ke apartemen ya," ucap Ray


"Mau ngapain sayang?" tanya Rara


"Menghukum istriku," jawab Ray dengan tertawa


"Nggak salah kok dihukum" sahut Rara.


"Nanti jam tujuh aku ke apartemen, kamu siap-siap ya," kata Ray


"Ok-ok, eh sayang, aku mau mandi dulu, aku tutup ya?" tanya Rara.


"Jangan, aku ikut lalu kita mandi bersama secara online," timpal Ray dengan tertawa.


"Mana boleh seperti itu, besok kalau kita sudah menikah kita akan mandi bersama setiap hari," ucap Rara


"Ok, akan aku tagih janji kamu, awas saja kalau bohong," kata Ray


Ray menatap ponselnya sambil mengumpat karena Rara telah memutuskan sambungan telponnya secara sepihak.


"Beraninya dia memutuskan sambungan telpon secara sepihak padahal aku belum menciumnya dan belum juga belum bilang cinta," gerutu Ray lalu dia meletakkan ponselnya.


Ray kini pergi ke kamar mandi untuk mandi setelahnya dia turun untuk makan.


Mama Ray sudah menunggu di meja makan, suasana hening menyelimuti ibu dan anak tersebut, baik Ray maupun mamanya tidak ada yang berbicara selama makan, hanya bunyi denting pisau dan garpu yang terdengar.


Seusai makan, Ray beranjak dan memundurkan kursinya.


"Ayo kita bicara di ruang kerja mama," titah mama Ray


"Ray harus keluar mam, karena ada urusan penting." Ray menolak untuk menemui mamanya di ruang kerja.


"Urusan apa sehingga berani menolak perintah mama?" tanya mama yang nampak kesal.


"Urusan penting mam, nanti setelah pulang saja kita bicara," kata Ray dengan melihat jam tangannya.


Ray beranjak lalu mencium sekilas mamanya kemudian pergi, mama Ray menduga kalau Ray bertemu dengan kekasihnya sehingga dia menolak untuk bicara dengannya.


Ray segera melajukan mobilnya menuju apartemen Rara, dia tidak sabar untuk bertemu wanita pujaan hatinya.

__ADS_1


Tak berselang lama Ray tiba di apartemen milik Rara, dia langsung naik dan masuk ke dalam.


"Sayang," panggil Ray


Rara yang berada di kamar tentu tidak merespon panggilan Ray.


Kini Ray masuk ke dalam kamar Rara, dia langsung saja memeluk wanitanya tersebut.


"I Miss you," kata Ray lalu mengendus leher Rara


"Baunya seger sekali," imbuh Ray


"Miss you too sayang," balas Rara.


Ray kini membalikkan tubuh Rara, dia mengecup bibir manis calon istrinya.


"Ayo, kita jalan-jalan," ajak Ray


"Kemana?" tanya Rara


"Muter-muter saja, sambil kita minum kopi di cafe," jawab Ray.


"Ayo kalau begitu, biar aku yang traktir ya," ucap Rara


"Mana boleh seperti itu, pantang bagi aku untuk ditraktir wanita," omel Ray


Rara menghela nafas, hari ini kan Rara gajian pikirnya biar dia yang mentraktir, karena selama ini kan Ray yang selalu mentraktirnya, selalu memenuhi kebutuhannya jadi sekarang gantian, toh hanya secangkir kopi.


"Baiklah sayang," ucap Rara pasrah.


Mama Ray yang kesal meminta asistennya untuk memerintahkan anak buahnya supaya mencari informasi dimana Rara tinggal.


Seusai mendapatkan informasi dari anak buahnya, asisten mama Ray segera melaporkan pada mama Ray.


"Nona Rara tinggal di apartemen Xxx Nyonya." Asisten mama Ray memberikan informasi.


"Oh ya nyonya saya lupa memberitahukan kalau apartemen yang nona Rara tempati saat ini adalah pemberian Tuan muda." Asisten mama Ray menambahkan informasi. Mendengar informasi dari asistennya membuat mama Ray kesal, bisa-bisanya Ray membelikan Rara apartemen yang cukup mewah.


"Dasar wanita matre, bisa-bisanya dia meminta apartemen pada Ray," maki Mama Ray dengan mengepalkan tangannya.


Padahal apartemen itu murni Ray yang membelikannya.


Mama Ray sungguh tak rela jikalau Ray bersama Rara.


Dengan tersenyum sinis mama Ray menghubungi seseorang.


"Datanglah ke Indonesia secepatnya,"

__ADS_1


__ADS_2