Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Menyesal


__ADS_3

Awalnya kepala pelayan mengira Rara tidur namun kok perasaannya tidak enak sehingga beliau memberanikan diri untuk membangunkan Rara dan yang benar saja Rara tidak bergeming sedikit pun sehingga kelapa pelayan meminta pelayan yang lain untuk membawa Rara ke rumah sakit.


************


"Apa yang terjadi dengan majikan saya dok?" tanya kepala pelayan


"Kelihatannya pasien tengah tertekan itu yang mengakibatkan dia pingsan," jawab Dokter


Untuk menstabilkan kondisinya Dokter memerintahkan perawat untuk memindahkan Rara ke ruang perawatan.


Kepala pelayan mencoba menghubungi Ray tapi ponsel Ray sedang tidak aktif.


"Bagaimana ini," gumam kepala pelayan.


Ray meletakkan ponselnya yang mati ke dalam tas jinjing miliknya, mood yang buruk membuat Ray enggan untuk mencharge ponselnya.


Kepala pelayan menunggui Rara di rumah sakit hingga Rara sadar.


"Saya dimana?" tanya Rara dengan memijat pelipisnya yang terasa pening.


"Anda di rumah sakit nyonya, tadi anda pingsan," jawab Kepala pelayan.


"Tuan mana?" tanya Rara


"Ponselnya tidak bisa dihubungi," jawab kepala pelayan


Rara terdiam, air matanya mengalir tanpa aba-aba. Dia sungguh kecewa dengan sang suami.


"Anda boleh pulang, saya bisa mengurus diri saya sendiri," titah Rara


Awalnya kelapa pelayan yang bernama pak Hendra tersebut bersikeras untuk menunggu majikannya namun Rara mengingatkan kalau pembangunan lift di rumahnya membutuhkan pengawasan pak Hendra.


"Baiklah nyonya saya akan segera kembali, atau nanti saya suruh art untuk datang supaya ada yang menemani anda," kata Pak Hendra


"Nggak usah pak, saya bisa sendiri," sahut Rara


Meskipun Rara bisa sendiri namun pak Hendra tetap mengirim art untuk menemani Rara.

__ADS_1


Malam datang dengan cepat, tepat pukul sepuluh Ray baru pulang. Dia sengaja pulang malam karena masih kesal dengan sang istri.


Saat masuk kamar Ray nampak heran karena Rara tidak ada, dia mencari di kamar mandi namun nihil.


Ray keluar dan bertanya pada art yang ada di dapur karena dia tidak bisa menemukan keberadaan pak Hendra.


"Nyonya mana?" tanya Ray


"Nyonya di rumah sakit Tuan, tadi nyonya pingsan," jawab art


Ray terdiam, dia marah karena tidak ada yang menghubunginya padahal ponselnya sendiri yang tidak aktif.


"Kenapa tidak ada yang mengubungi aku?" teriaknya lalu dia mengambil kunci mobil dan pergi ke rumah sakit.


Ray memarkirkan sembarang mobilnya, dia berlari dan bertanya pada resepsionis.


Setelah mendapatkan informasi Ray segera menuju ruang rawat inap sang istri.


Saat membuka pintu nampak dua art dan pak Hendra menunggui Rara.


Ray tidak menjawab sapaan kedua pelayannya, berjalan mendekati mereka dan langsung memeluk sang istri yang tengah tertidur.


"Kamu kenapa?" tanya Ray dengan menciumi wajah Rara


Ray nampak menyesal kerena tadi siang dia berdebat dengan sang istri.


Puas menciumi Rara, Ray bertanya pada pak Hendra kronologi kenapa istrinya bisa pingsan.


"Tadi saya melihat nyonya terdiam di ranjangnya Tuan, saya panggil panggil nyonya tetap diam," kata Pak Hendra


"Dan kata dokter nyonya tertekan," imbuh Pak Hendra


Mendengar ucapan pak Hendra Ray nampak diam sambil memandangi wajah Rara.


Lalu dia meminta pak Hendra dan Art untuk pulang karena ada dia yang akan menemani Rara.


Ray yang menyesal memegangi tangan Rara sambil menciuminya. Dia sungguh menyesal karena membuat Rara tertekan dengan kecemburuannya.

__ADS_1


"Maafkan aku," ucap Ray


Tentu Rara hanya diam karena dia tengah tertidur, apalagi dalam pengaruh obat jadi pulas sekali.


Waktu berlalu dengan cepat, pagi kini telah menyingsing, Rara perlahan membuka matanya.


Dia merasakan kalau ada orang yang menggenggam tangannya.


"Sayang," ucapnya dengan lirih


Rara nampak tersenyum, dia mengelus rambut sang suami namun saat dia ingat kejadian kemarin Rara jadi kesal.


"Ini gara-gara kamu," ucap Rara lalu menarik tangannya yang digenggam oleh Ray


Karena pergerakan Rara yang tiba-tiba membuat Ray terbangun dari tidurnya.


"Kamu sudah bangun?" tanya Ray


"Sudah," jawab Rara dengan ketus.


"Maafkan aku sayang," ucap Ray namun Rara malah memalingkan wajahnya


"Aku tau, aku salah. Kamu memang benar cemburuku tak beralasan, namun itu semua karena cintaku padamu yang berlebihan. Aku merasa tidak senang jika kamu dekat dengan pria lain," jelas Ray dengan raut wajah yang menyesal


"Aku juga tau kalau kamu tidak nyaman akan hal itu, maafkan aku sayang," imbuh Ray


Rara masih setia dengan diamnya, dan ini membuat Ray semakin bersalah.


"Aku hanya takut kehilangan dirimu, aku takut kamu meninggalkanku." Ray mengeluarkan unek unek hatinya.


Perlahan Rara memalingkan wajahnya, dia menatap suaminya yang bersedih.


"Maafkan aku juga sayang, jika tidak memahami kalau suamiku pencemburu, maafkan aku. Seharusnya saat kamu cemburu aku menjadi air bukannya ikut menjadi api," kata Rara


Ray dan Rara saling peluk, mereka kini menyadari kesalahan masing-masing.


"Kosong-kosong ya," kata Ray dengan terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2