Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Kedatangan Toretto


__ADS_3

"Aku pake selimut," sahut Rara lalu dia bersembunyi di bawah selimut yang lembut.


"Ah sama aja, mana hangat kalau kaya gini," gerutunya.


Rara yang lelah langsung saja terlelap sedangkan Ray masih sibuk menidurkan sosis jumbonya.


"Akhirnya selalu aku yang tersiksa, sekali-kali kamu gitu yang tersiksa dan meminta aku untuk khilaf," ucap Ray.


Karena dingin, Ray mengambil selimut yang lain karena Rara telah menggunakan selimut satunya untuk membalut tubuhnya.


"Pupus sudah harapan untuk saling peluk dengan tubuh yang polos," batin Ray kemudian menyusul Rara ke alam mimpi.


*************


Hari ini adalah hari dimana papa Ray akan datang ke Indo dan mama Ray sengaja tidak memberitahu anaknya kalau papanya akan datang.


"Mam, tumben art masak masakan western banyak sekali, siapa yang akan datang?" tanya Ray


"Nanti kamu pasti tau sendiri, sekarang kamu bersihkan diri kamu karena tiga puluh menit lagi tamunya sampai," jawab mama


"Ok fine, Ray mandi dulu," sahut Ray lalu dia pergi ke kamarnya.


Ray segera membersihkan kemudian dia pergi ke ruang kerja untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Saat fokus dengan pekerjaannya, Rara menelpon Ray kalau dia minta ijin untuk datang ke rumah Raka, tentu hal ini membuat Ray kesal.


Meskipun dia mengijinkan namun Ray masih tidak rela.8


"Kita kesana bersama, tunggu aku! awas kalau kamu datang sendiri!!!!" Ray sengaja menulis tanda seru yang banyak, supaya Rara nurut dan tidak datang ke rumah Raka sendiri.


Rara yang gemas dengan calon suaminya mengirimkan emoticon hati dan ini cukup membuat Ray tenang.


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan, nampak art berdiri di ambang pintu.


"Ada apa?" tanya Ray


"Mohon maaf Tuan muda, nyonya meminta anda untuk bergabung," jawab art


"Bilang mama kalau aku sedang sibuk," sahut Ray


"Tapi kata nyonya anda harus turun Tuan, ada tamu," timpal art


"Baiklah baiklah, aku akan turun," ucap Ray pasrah


Ray menutup laptop miliknya lalu keluar, saat di rumah tengah betapa kagetnya yang datang adalah papanya.


"Papa?" teriak Ray


"Halo my son," ucap papa


Ray segera mendekati papanya, dan mereka saling berpelukan.

__ADS_1


"Miss you," ucap papa Ray


"Im not," balas Ray yang membuat papanya melerai pelukannya.


"Kamu tidak rindu papa?" tanya papa Ray


"Tidak," jawab Ray dengan tertawa.


"Keterlaluan," ucap papa Ray


"Yes yes, i miss you so much," sahut Ray


Kini mereka berdua mengobrol, meskipun Papa Ray sangat sibuk bekerja dan tidak ada waktu untuk Ray namun beliau menyayangi Ray. Layaknya seorang pebisnis saat bertemu bisnis lah yang mereka bicarakan.


"Kata mama kamu, calon istri kamu adalah direktur utama kerajaan RA Grup?" tanya Papa


"Iya pa," jawab Ray


Seketika Ray ingat kalau dia ada janji dengan Rara,


"Ray harus pergi pa," kata Ray lalu dia berlari naik ke ruang kerjanya.


Dia mengambil ponselnya dan benar saja banyak panggilan tak terjawab dari Rara.


"Pasti marah dia," kata Ray


Ray bergegas pergi, dia mengendarai mobilnya cukup cepat dan hanya tiga puluh menit dia sampai di rumah Rara.


"Rara ada ma?" tanya Ray


"Tadi Rara keluar Ray," jawab mama


"Mungkin ke apartemennya, maaf Ray mama sendiri kurang tau," jawab mama Rara


"Ya udah ma, maksih infonya," sahut Ray lalu dia pamit untuk mencari Rara.


"Pasti ke rumah Raka," gumam Ray.


Ray memerintahkan Revan untuk datang ke rumah Raka dan bertanya Rara kesana apa tidak.


Apartemen Revan yang tak jauh dari rumah Raka, membuat Ray memerintahkan Revan memastikan supaya dia tidak bolak balik. Tanpa basa basi Revan segera melaksanakan perintah Ray.


Satpam bilang kalau tidak ada tamu, yang bearti Rara tidak ke sana.


Setelah mendapatkan informasi dari satpam, Revan segera melapor dan Ray langsung pergi ke apartemen Rara.


Rara yang kesal sengaja tidur di kamar satunya supaya Ray mengira kalau Rara tidak ada di apartemen.


"Tidak ada, dimana dia," gumam Ray


Ray mencoba menghubungi Rara namun Rara tidak menerima panggilan dari Ray.


Ray yang putus asa memutuskan untuk pulang namun saat keluar dari kamar Rara, Ray mendengar pintu kamar sebelah seperti ditutup yang bearti Rara ada di dalam.


"Oh, mau mengelabui aku," gumam Ray


Ray yang usil sengaja mematikan listrik apartemennya sehingga Rara sangat takut, dengan bantuan senter ponselnya Rara keluar untuk mengecek dan tiba-tiba Ray memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaaaa," teriak Rara


Ray yang usil semakin mengeratkan pelukannya. Rara yang tak asing dengan bau parfum Ray sudah mengira kalau yang mengerjainya adalah Ray


"Brengsek kamu sayang," umpat Rara.


"Salah sendiri mau mengelabui aku," sahut Ray lalu menyalakan listriknya.


"Soalnya aku kesal sama kamu, katanya mau ngantar tapi malah menghilang, dihubungi nggak di angkat," ungkap Rara


"Maaf sayang, tadi papa aku datang jadi aku mengbrol dengan beliau, sudah dua tahun kamu tidak bertemu jadi temu kangenlah," kata Ray


"OOO, gitu kenapa nggak bilang," sahut Rara


"Mau bilang tapi panggilan aku tidak dijawab," timpal Ray


"Ya udah baiklah," kata Rara.


Ray kini menggendong tubuh Ray ke tempat tidur, dan selanjutnya pasti mereka melakukan penDP an sebelum nanti dibayar kontan.


Keesokannya Toretto datang ke Ray grup, dan banyak dari karyawan yang tergoda dengan ketampanan Toretto.


Meskipun tua namun pesonnya sungguh luar biasa.


"Astaga ganteng sekali," puji seorang pegawai


"Itu papa pak Ray, mirip ya mereka berdua, mirip artis Chris even, pemain kapten Amerika," sahut lainnya.


Toretto kini masuk ke dalam ruangan Ray anaknya, dan Rara yang melihatnya tidak berkedip sama sekali.


"Astaga tampan sekali, meskipun sudah tua namun pesonnya sungguh luar biasa," batin Rara


Melihat Rara yang memandangi papanya membuat Ray menarik papanya lalu mempersilahkan papanya duduk.


"Sayang kemarilah," titah Ray


Rara segera mendekat, dan Ray memperkenalkan papanya.


"Sayang ini papa aku." Ray memperkenalkan diri


"Halo calon papa mertua," sapa Rara


"Halo, kamu pasti Rara, calon istri anak saya," balas Papa Ray


"Iya," sahut Rara


"Kamu sangat cantik sekali pantas Ray tergila gila padamu," puji papa Ray


"Terima kasih calon papa mertua," sahut Rara.


Papa datang ke kantor ingin membahas tentang perusahaan batu bara yang baru saja dia beli beberapa bulan yang lalu.


Dia juga rencannya ingin membeli ratusan hektar perkebunan kelapa sawit yang nantinya dia akan mengirim kelapa sawit hasil perkebunannya ke US.


"Lebih baik kita buat pabrik minyak goreng pa, Ray membaca berita kalau sekarang harga minyak goreng meroket," saran Ray


"Tapi kan kita nggak tau Ray, setelah pabrik minyak kita beroperasi apa harganya naik atau turun," sahut papa Ray

__ADS_1


"Iya papa juga sempat baca, kalau berapa waktu lalu langka," imbuh Toretto.


"Ya nggak papa Pa, kita buat pabrik terbesar dan pendistribusiannya kita lakukan merata. Ray sendiri juga heran pa, negara penghasil kelapa sawit malah langka minyak goreng," ucap Ray.


__ADS_2