Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Tak terselamatkan


__ADS_3

"Nyonya suami anda pingsan," kata Bodyguard Rara


"Kenapa bisa pingsan!" teriak Rara dengan panik


"Kelihatannya suami anda mengalami hipotermia nyonya," jawab Bodyguard Rara.


Rara dan Leo segera berlari untuk melihat Ray.


Bibir Ray nampak sudah membiru, nafasnya juga tidak teratur.


Leo segera membuka baju Ray, dia meminta Rara untuk mengambilkan selimut besar. Sebisa mungkin Leo memberikan pertolongan pada Ray.


"Dia mengalami hipotermia berat Ra, kita harus segera membawanya ke rumah sakit, kalau tidak bisa fatal," kata Leo


Rara shock mendengar penuturan Leo,


"Kenapa kalian diam saja, cepat bawa ke rumah sakit!" teriak Rara dengan menangis.


"Ayo bawa dia ke mobil," kata Leo


"Kamu di rumah saja, bayi kamu lebih membutuhkan kamu, biar Ray aku yang temenin," kata Leo pada Rara


"Iya, tapi dia akan baik-baik saja kan Leo?" tanya Rara


"Berdoa saja," jawab Leo.


Leo menepuk bahu Rara lalu pergi ke rumah sakit bersama dua bodyguard.


Leo menyelimuti tubuh Leo lagu dengan jas miliknya


"Kalian cepatlah!" teriak Leo yang mulai cemas dengan keadaan Ray.


"Saljunya sangat lebat tuan, jarak pandang terlalu dekat," sahut sopir

__ADS_1


"Aaaa shiiiiiit," umpat Leo


Leo memandangi tubuh Ray yang seperti es.


"Bertahan lah, jangan buat aku merasa bersalah padamu," kata Leo


"Ingat anak istrimu," imbuhnya dengan menggosok tangan Ray.


Leo melakukan hal yang bisa membantu menghangatkan tubuh Ray meski prosentasenya kecil.


"Kalian ini bisa menyetir apa tidak!" hardik Leo


Leo marah-marah pada bodyguard yang ada di bangku depan, dia sungguh khawatir dengan keadaan Ray yang semakin menurun.


Beberapa saat kemudian mobil telah sampai di rumah sakit, Leo segera memanggil suster untuk segera menjemput Ray dengan brankar.


"Tolong dia, please," kata Leo saat dokter memerikasanya.


Lama melakukan penanganan namun Ray tak kunjung sadar sehingga ini membuat Leo semakin panik.


Dokter meminta suster untuk mengambil air hangat, beliau mengompres dada dan pangkal paha Ray


Dokter meminta Leo untuk menunggu di luar karena mereka akan melakukan penangangan lebih.


Lama melakukan upaya menyelamatkan Ray dokter pun keluar.


"Bagiamana dok?" tanya Leo


"Dia masih belum sadar, sedari tadi kami mencoba menormalkan jantung dan paru-parunya namun kelihatannya tubuhnya menolak," jawab Dokter


"Sekarang bagiamana keadaannya?" tanya dokter


"Menunggu keajaiban," jawab Dokter lalu pergi

__ADS_1


Leo menyandarkan tubuhnya di dinding, apa yang harus dia katakan pada Rara.


Dia berharap Ray akan bertahan, karena kondisinya yang semakin buruk, Dokter serta suster memindahkan Ray ke ruang ICU.


Di sisi lain Rehan dan Revan yang sudah tiba di Amerika melacak keberadaan Ray lewat GPS hp Ray, mereka berdua sempat kaget kenapa Ray berasa di rumah sakit?


"Dia di rumah sakit Rehan," kata Revan


"OMG, kenapa lagi?" tanya Rehan


"Entahlah lebih baik kita kesana," jawab dan ajak Rehan.


Mereka berdua sangat cemas dengan keadaan Ray, kenapa bisa Ray berada di rumah sakit. Pantas saja panggilan dari Rehan dan Revan tidak dijawabnya.


*************


Di rumahnya Rara nampak cemas, dia mondar mandir sambil melihat ponselnya.


"Mana sih Leo, kenapa sudah hampir lima jam dia tidak menghubungi aku?" Rara bermonolog dengan dirinya sendiri.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, ponselnya berbunyi dan pemanggilnya adalah Leo.


"Halo Leo, kenapa lama sekali? bagaimana dengan keadaannya? dia baik kan?" Rara memberondong Leo dengan banyak pertanyaan.


"Maaf, dia tidak terselamatkan," kata Leo dalam sambungan teleponnya.


"Apa maksud kamu Leo?" bentak Rara dengan air mata yang jatuh.


"Dia meninggal," kata Leo


Prank


Rara menjatuhkan ponselnya

__ADS_1


"Tidaaaaaaaaaakkkkkkkk,"


__ADS_2