
"Datanglah ke Indonesia secepatnya," kata mama Ray dengan senyuman yang mengerikan.
Entah dengan siapa dia mengobrol, kelihatannya sudah cukup akrab.
Ray yang lelah memutuskan untuk menginap di apartemen Rara. Jika dia pulang pasti mamanya akan mengajaknya mengobrol.
Mama Ray yang menunggu kepulangan anaknya jadi kesal karena yang ditunggu tak kunjung datang.
"Kamu membohongi mama Ray," kata mama Ray lalu beliau ke kamarnya untuk istirahat.
Mama Ray memejamkan matanya dengan rasa dongkol di hati. Tak disangka Ray membohonginya.
"Lihatlah besok," batin mama Ray.
***********
Di apartemen, Rara dan Ray saling peluk di tempat tidur, Ray memeluk Rara dari belakang, sambil mengendus leher Rara sehingga pemiliknya merasakan geli-geli nikmat.
"Sayang, geli. Jambang kamu nih," kata Rara sambil menggeliat dan tertawa.
Ray tidak menggubris kata-kata Rara, dia terus saja mengendus leher Rara.
Rara terus menggeliat kegelian, Ray sungguh jahil sekali. Puas kini dia pun melepaskan Rara lalu memeluknya kembali.
"Mama aku pulang sayang," kata Ray
"Lalu?" tanya Rara dengan serius.
"Entah, tadi beliau ingin berbicara dengan aku tapi aku menolaknya dan memilih datang kesini untuk mengajak wanitaku ini jalan-jalan," jawab Ray dengan mengeratkan pelukannya.
"Kamu ingin membuat aku mati karena lilitan tubuh raksasa kamu sayang," omel Rara
"Hehe mana mungkin," sahut Ray lalu mengendorkan pelukannya.
Ray sungguh gemas sekali dengan Rara.
"Aku kok takut jika mama kamu nggak menyetujui hubungan kita," ucap Rara dengan takut.
Ray kini membalikkan tubuh Rara, lalu dia menangkupkan kedua tangannya di wajah Rara.
"Tugasmu hanya percaya padaku dan cinta kita," ucap Ray.
"Janji padaku ya sayang, kamu akan selalu di samping aku," pinta Rara
"Janji," sahut Ray.
"Hanya kamu yang ada di hati aku sayang, nggak akan ada yang lain," kata Ray yang membuat Rara cukup yakin meski dalam hatinya agak was-was.
__ADS_1
Ray mengecup kening Rara kemudian dia memeluk wanitanya tersebut.
Tak berselang lama Ray telah memejamkan matanya sedangkan Rara masih terjaga, dia memikirkan nasib cintanya dengan Ray, dia harus bagaimana jika orang tua Ray tidak merestui cinta mereka? berontak dan mempertahankan cintanya atau menyerah dengan keadaan?
Dari kedua mata Rara nampak ada yang mengalir, dia sungguh takut kalau kisah cintanya harus kandas lagi. Bagaimana hidupnya nanti jika tidak ada Ray di sampingnya.
"Tidak! aku harus berjuang demi cinta aku," batin Rara.
Rara kini memejamkan matanya, dan akhirnya dia menyusul Ray ke alam mimpinya. Mereka berdua tidur dengan saling peluk.
Keesokannya Ray langsung ke kantor tanpa pulang ke rumah, dan lagi-lagi mama kesal dengan sikap Ray. "Mamanya pulang, bukannya di rumah malah tidur di tempat lain dengan wanita yang nggak jelas itu," batin mama Ray dengan sorotan mata bak sorotan ular Anaconda yang menyeramkan.
"Atur jadwal Ray dengan klien sore ini, aku akan menemui Rara," titah mama
"Baik nyonya," sahut asistennya yang berdiri di samping mama Ray.
Ray kini sungguh sibuk dengan pekerjaannya begitu pula dengan Rara maupun Revan. Kesibukannya mereka membuat Ray tidak bermodus hari ini.
Tak terasa jam pulang kantor telah tiba, Ray yang ada janji dengan klien meminta Rara untuk pulang sendiri.
"Gak apa-apa kan kamu punya sendiri?" tanya Ray di depan meja Rara.
"Nggak papa kok sayang, lagipula aku bisa naik ojek online," jawab Rara.
"Jangan ojek, nanti dibuat kesempatan ma drivernya untuk dekat-dekat sama kamu." Ray melarang Rara untuk naik ojek online karena dia takut jika driver memodusi wanitanya.
"Baiklah aku akan naik taxi online," kata Rara dengan pasrah.
"Tapi ingat jangan duduk di depan, duduk dibelakang saja," pesan Ray.
"Siap pak bos," timpal Rara.
Ray berjalan ke arah Rara lalu dia memegangi pinggang Rara kemudian mencium bibir kekasihnya tersebut. Setelahnya dia pamit untuk keluar lebih dahulu.
Selepas kepergian Ray, Rara bersiap untuk pulang juga, dia memberesi mejanya kemudian memesan taxi online.
Dengan langkah pelan, Rara berjalan keluar kantor. Dia malas sekali untuk pulang, entah mengapa dia mendapat firasat yang tidak baik.
Tak selang lama dia kini sampai di apartemennya, Rara masuk dan melepas sepatunya.
"Lelah sekali," kata Rara lalu dia beranjak hendak ke kamarnya namun tiba-tiba suara bel berbunyi.
"Siapa yang datang ya," gumam Rara dengan berbalik arah untuk membuka pintu.
Saat pintu dibuka nampak seorang wanita cantik dengan outfit elegan dengan seorang pria yang berpenampilan formal.
"Maaf mencari siapa?" tanya Rara dengan sopan
__ADS_1
"Kamu yang bernama Rara?" tanya Mama Ray
"Iya," jawab Rara.
Saat melihat Rara, mama Ray teringat akan seseorang, wajahnya nampak mirip. Namun dia segera menepis ingatannya tersebut.
Kini Rara mempersilahkan mama Ray untuk masuk kemudian dia menyuguhkan air mineral.
"Maaf ibu, ada urusan apa mencari saya?" tanya Rara.
"Perkenalan nama aku Raina Toretto, ibu dari Raymond Toretto," jawab Mama Ray
Deg, Rara nampak pucat saat tau kalau wanita yang kini berada dihadapannya adalah mama Ray.
"Oh mama pak Ray," kata Rara
"Suatu kehormatan bagi saya karena anda mengunjungi saya nyonya," imbuh Rara.
"Ok, kita nggak usah basa-basi lagi. Alasan aku datang kemari untuk meminta kamu supaya menjauhi Raymond, lihatlah status kamu, seorang janda yang ditinggal suaminya," ucap Mama Ray yang membuat Rara tersenyum menahan sakit hatinya.
"Dan bandingkan dengan status Raymond," imbuh Mama Ray.
Mendengar perkataan Mama Ray membuat Rara kesal kenapa mama Ray membandingkan dirinya dengan Ray.
"Apa maksud anda nyonya besar Toretto?" tanya Rara.
"Aku yakin kamu sudah tau maksud aku," jawab mama Ray
"Nyonya Toretto yang terhormat, sampai kapan pun saya tidak akan menyerah dengan cinta saya, saya dan pak Ray saling cinta, dan cinta kami sangat kuat, jangankan anda seorang, ribuan orang seperti anda pun tidak akan membuat kami menyerah," sahut Rara dengan tegas meski hatinya was was akan kata-katanya.
"Jadi jangan membuang waktu anda untuk mengancam saya, karena ancaman model apapun tidak akan menghalangi cinta saya," imbuh Rara
Mama Ray menatap Rara dengan lekat, dia sungguh kesal ada wanita dengan status rendah yang menantangnya.
"Kelihatannya kamu sangat yakin dengan cinta, Padahal Ray mungkin saja tidak mencintai kamu, dia hanya ingin keuntungan dari kamu saja," kata Mama Ray
"Apakah seperti itu, tapi mohon maaf ya ibu mertua saya percaya dengan keyakinan saya, dan saya tau kalau pak Ray mencintai saya," sahut Rara
"Jika tidak ada yang ingin dibicarakan silahkan anda pergi dari apartemen saya, karena saya akan membersihkan diri," usir Rara
Mama Ray nampak marah dan kesal, dia mengepalkan tangannya lalu berdiri.
"Kamu akan menyesal Ra, ingat itu baik-baik," kata mama Ray lalu dia dan asistennya keluar dari Apartemen Rara.
"Saya tidak akan menyesal nyonya," kata Rara dan menutup pintu.
Mama Ray dan asistennya melenggang pergi.
__ADS_1
"Setelah dia datang, tamatlah kamu Ra,"