Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Ke US


__ADS_3

"Auw auw, sayang sodokan kamu kenceng sekali!" protes Rara


"Kalo nggak kenceng cebongnya nggak masuk," sahut Ray


"Masuk masuk," timpal Rara


"Udahlah sayang kamu diam saja, nikmati saja sodokan mautnya OK," ucap Ray yang membuat Rara menggelengkan kepala.


"Tapi akunya ngilu karena terlalu kenceng, slow aja jadi jadi," bujuk Rara


Akhirnya Ray memelankan pemainnya, Rara yang merasa ngilu memilih mengganti posisinya.


Karena saat dia di atas sosis Ray menancap dengan sempurna sehingga membuat perutnya ngilu kalau istilah lainnya penetrasi yang terlalu dalam.


"Gaya yang lain mau?" tanya Ray


"Gaya apa? ada-ada aja. Udah yang normal normal saja," jawab Rara


"Gaya lainnya lah sayang, ah jangan monoton dong. Aku susah payah belajar dari blue film Lo," sahut Ray


"Katanya ahli kok belajar dari film gituan," protes Rara


"Ya kan biar dapat banyak referensi, jadi nggak malu-maluin saat main," kata Ray dengan terkekeh


Rara lagi-lagi menggelengkan kepala mendengar ocehan suaminya ini langka sekali kelihatannya harus dia lindungi supaya tidak punah dan tidak jatuh ke tangan pelakor-pelakor yang berkeliaran.


"Baiklah-baiklah," ucap Rara pasrah.


"Nah gitu dong nuruti suami," sahut Ray.


"Mau gaya apa emangnya? katak? kupu-kupu? atau dada? atau gaya pesawat?" tanya Rara


"Itukan gaya renang sayang," sahut Ray


"Lalu mau gaya apa?" tanya Rara lagi


"Udah kamu nurut aku saja, enak enak," jawab Ray


Ray mulai mengajak Rara untuk memainkan beberapa gaya, mulai dari gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi bumi, gaya pegas gaya listrik semua dipraktekkan oleh Ray sehingga membuat Rara tak berdaya.


"Ampun sudah, aku sungguh tak kuat," kata Rara sambil melakukan gaya dada atau gaya melambaikan tangan.


"Ray segera menuntaskan gaya terakhirnya dan kemudian dia dan Rara langsung terkapar.


"Ampun sayang, udah cukup. Rasanya perih perih panas, ukuran sosis kamu yang nggak SNI membuat milikku lecet," ucap Rara dengan nafas yang terengah.


Ray hanya tertawa, dia mengusap rambut Rara karena gemas sekali.


"Kepuasan istri adalah tugas suami," bisiknya


"Betul tapi kalo terlalu puas yang ada ngilu perut aku, dan dapat di pastikan kalau besok aku tidak akan bisa berjalan," sahut Rara.


*************


Kini Ray, Rara, Rehan, Raya serta Revan sudah sampai di bandara.

__ADS_1


Pesawat jet Ray telah siap untuk terbang.


"Urusan Riad aku serahkan padamu Revan," bisik Ray


"Siap bos, dijamin pokoknya," sahutnya


Setelah bincang bincangnya selesai Ray mengajak semua untuk masuk.


"Rehan, tempat tidur yang dibelakang itu milik aku, jadi kamu dan Rea tidur di sini saja," kata Ray


"Iya-iya," sahut Rehan.


Memang pesawat jet Ray telah dimodif sedemikian rupa sehingga naik pesawat seperti di dalam hotel berbintang lima.


"Aku harus menanam banyak benih supaya segera jadi," ucap Ray


"Kamu memang mesiiiuuuuummmm," sahut Rehan


"Seperti kamu nggak saja sayang," timpal Rea


"Tapi ketuanya ini si Ray," ucap Rehan


"Enak saja, malah kamu yang jadi duluan bearti ya kamu ketuanya," sahut Ray tak terima.


Mereka berempat asik bercanda dan yang masih menjadi hot topik adalah kecebong.


Karena haus Ray meminta pramugari untuk menyajikan minuman.


Pramugari menuangkan minuman bersoda di gelas masing-masing, dan saat Rea hendak meminumnya Rehan menukarnya dengan susu kotak yang dia bawa.


Rea sempat ingin marah namun Rehan keburu mengecup keningnya dan mengelus perutnya yang masih rata.


"Adik bayi nggak boleh minum minuman bersoda ya, lebih baik minum susu," ucapnya yang membuat Rea tersenyum.


Awalnya Rea nampak kesal karena Rehan sangat protektif padanya namun dengan cara Rehan yang lembut membuatnya nyaman.


Memang kalau wanita itu berada pada lelaki yang tepat akan berasa jadi ratu, seperti Rara dan Rea mereka berada ditangan lelaki yang tepat jadinya mereka seperti seorang ratu sungguh berbeda saat dia bersama Raka dulu jangankan Ratu, istri aja nggak.


"Duh aku jadi iri," ucap Rara


"Kamu pengen aku menukarnya dengan susu juga?" tanya Ray


"Nggak sayang, sikap manis dokter Rehan pada Rea yang membuat aku iri," jawab Rara


"Ray kan juga sangat menyayangimu kakak, terkadang aku iri melihat dia menyayangi kamu," sahut Rea.


"Intinya kita punya cara sendiri-sendiri untuk menyenangkan wanita yang kami cintai," timpal Rehan.


Rara nampak mengangguk, memang betul apa yang dikatakan dokter Rehan, setiap orang memiliki caranya sendiri-sendiri untuk menyenangkan hati para pasangan.


Di sisi lain Riad menghubungi Revan, dia ingin kembali ke Algeria besok karena Sheryl tidak mau menemuinya.


Revan mencoba membujuk Riad namun Riad tetap bersikeras untuk kembali secepatnya mengingat bisnisnya juga membutuhkannya.


Sheryl yang dirundung galau mondar mandir di rumahnya, dia bingung antara menemui Riad atau tidak, apa dia harus meminta Riad untuk bertanggung jawab atas anaknya?

__ADS_1


"Arrrgggg aku bingung," katanya dengan mata yang mulai basah.


Sheryl mencoba menenangkan dirinya dengan melihat sebuah film namun yang dilihat justru film tentang broken home yang lagi-lagi anak jadi korban dari keegoisan orang tua.


"Aku tidak mau anakku jadi seperti itu," gumamnya dengan berdiri.


Dia teringat akan nasibnya dulu, dia juga korban dari broken home yang kemudian dibuang jadi karakternya yang seperti ini juga dari lingkungannya tempat dia besar.


Sheryl memesan ojek online untuk pergi ke hotel nirwana dia ingin menemui Riad.


Sesampainya di hotel dia bingung lagi, Sheryl mondar mandir di loby hotel hingga petugas hotel menanyainya.


"Ada dung bisa kami bantu?" tanya Petugas


"Nggak ada pak, saya ingin menemui teman saya," jawab Sheryl.


"Bisa diinfokan kamar nomor berapa?" tanya Petugas lagi


"Nomor 111," jawab Sheryl


Petugas tersebut mengantar Sheryl ke kamar 111,


"Ini kamarnya nona, saya pamit dulu," ucapnya lalu pergi


Sherly mengetuk pintu, dan beberapa saat kemudian Riad membukakan pintu.


"Sheryl, akhirnya kamu datang juga," katanya lalu mempersilahkan Sheryl masuk.


Riad menyuruh Sherly duduk di sofa lalu dia mengambil minuman untuk Sheryl.


"Bisa kamu jelaskan kenapa saat itu kamu meninggalkan aku?" tanya Sheryl.


"Begini, aku sebenarnya bukan seorang CEO, bukan seorang sultan, aku hanya pesepak bola yang tidak laku di sini dan karena kendala uang aku tidak bisa kembali ke negaraku," jawab Riad yang membuat Sheryl meringis.


"Lalu kenapa kamu bisa bersandiwara dengan hebat?" tanya Sherly lagi.


"Maafkan aku, itu semua supaya aku bisa menjerat kamu," jawab Riad


"Jadi kamu menjebakku?" tanya Sheryl


"Bisa dibilang begitu, rencanaku setelah aku menjebak kamu aku kembali dan meninggalkan kamu namun aku tidak tau kalau kamu akan hamil," jawab Riad


"Tunggu, kamu bilang kamu kekurangan uang lalu kenapa kamu saat itu bisa hidup dengan mewah?" Sheryl terus bertanya


"Aku difasilitasi dan dibayar oleh seseorang, namun dia juga uang memberitahu aku kalau kamu hamil dan meminta aku kesini," jawab Riad


"Siapa dia? apa yang dia inginkan, dia meminta kamu untuk menghancurkan aku dan setelah hancur kenapa dia malah mau menolong aku?" tanya Sheryl heran


"Entahlah, dan maaf aku tidak bisa memberitahu kamu siapa orangnya intinya orang ini sungguh baik sekali," jawab Riad


"Menghancurkan hidup orang apa itu baik?" Sheryl mulai meninggikan suaranya karena tidak terima.


"Bukan dia yang menghancurkan kamu melainkan nafsong kamu lah yang menghancurkan diri kamu sendiri, seandainya kamu setia pada Raka dan tidak tergoda oleh aku mungkin kini kamu menikah dengan Raka, kamu sendiri yang matrealistis semua kamu ukur dengan uang," kata Riad yang membuat Sheryl terdiam.


"Dan sekarang apa rencana kamu? apa kamu mau dengan aku membesarkan anak ini atau kamu ingin membesarkan sendiri anak ini seperti yang kamu bilang kemarin?

__ADS_1


__ADS_2