
"Terimakasih Brawijaya dan Sukmawati, kalian telah menjaga makam ini," kata Steven dengan mata yang basah.
Steven duduk sambil memegang batu nisan yang bertuliskan Rena.
"Aku tak menyangka umur kalian sungguh singkat bahkan tak sempat melihat putri kalian tumbuh.
Lihatlah Rena, Aurora sekarang telah menjadi anak yang cantik seperti kamu, wajahnya juga mirip seperti kamu. Aku sengaja mengganti namnya menjadi Rara, supaya keberadaannya tetap aman," kata Ken Steven dengan mengusap matanya yang basah.
Dia kini berpindah ke makam satunya, yaitu makan Rayan Richard.
"Lihatlah pak Rayan, Putri anda begitu cantik. Saya yakin kalian bisa melihatnya dari surga, meskipun hanya singkat namun saya bahagia menjadi orang kepercayaan pak Rayan," ucap Ken Steven.
Dia meletakkan buket bunga di atas makan atasannya.
Ken Steven dulu adalah seorang mafia, dia yang hampir mati telah ditemukan oleh Rayan Richard, saat dibawa ke rumah Rayan saat itulah Ken Steven mengagumi Rena yang baru beberapa bulan menjadi istri Rayan.
Karena kemampuan Ken Steven, Rayan menjadikannya seorang asisten. Meski dalam hitungan bulan, Ken telah membuat R2 Grup menjadi besar, dan setelah anak pertama Rayan dan Rena lahir, Rayan mengganti perusahannya menjadi RA Grup, yang merupakan singkatan dari Richard Aurora Grup yang terus menjadi Empire RA Grup.
"Aku pamit dulu, Pak Rayan dan Rena," kata Ken Steven dengan mata yang basah.
Dia mengingat kembali kejadian di masa lalunya saat Rena dan Rayan meregang nyawa karena luka bakar di sekujur tubuhnya.
"Maafkan aku, yang datang terlambat. Aku bodoh yang tidak tau rencana musuh," gumam Steven.
Selama ini Steven hidup dalam rasa penyesalan, bukan hanya kehilangan Rayan penyelamatnya, dia juga kehilangan cinta dalam hati.
"Kita langsung pulang atau kemana dulu pak?" tanya asisten Ken Steven.
"Langsung pulang saja," jawab Ken Steven.
*************
Di Ray Grup, Ray dan Revan pergi ke ruang meeting untuk membahas foto yang saat itu Ray temukan.
"Jadi bagaimana info yang kamu dapat?" tanya Ray
__ADS_1
"Seperti yang saya infokan kemarin pak, kalo memang benar Rara adalah cucu dari Richard, dia adalah anak dari Rena dan Rayan Richard. Namun namanya bukan Rara melainkan Aurora. Bayi mungil di foto itu bernama Aurora," jawab Revan
"Apa yang sebenarnya terjadi, lalu dimana Rena dan Rayan sekarang, kenapa Rara dititipkan ke Brawijaya dan Sukmawati," kata Ray dengan berfikir keras
"Kalau menurut saya, mungkin yang menghapus data mereka bertujuan untuk melindungi Aurora, dan bisa saja Rena dan Rayan telah meninggal dan menitipkan Aurora atau Rara ini ke Brawijaya dan Sukmawati," ucap Revan
"Betul, bisa saja begitu. Kalau memang begitu bearti Rara bukan orang biasa sehingga datanya dihapus. Tapi siapa dia?" Ray bertanya-tanya namun dia dan Revan masih belum menemukan jawaban atas pertanyaan yang mengganjal di benaknya.
"Kasus ini sangat menarik Revan, sebisa mungkin kamu cari tau teka-teki Rara, aku sungguh penasaran," imbuh Ray.
"Siap pak, lalu bagaimana pertunangan anda? jadi bertunangan dengan Aurora atau Aurea," goda Revan
"Auraya," goda Ray balik.
"Itu kan gebetan saya pak," sahut Revan kesal.
"Rea akan bertunangan dengan Rehan," ucap Ray
"Oh ya, tugas kamu edit video panas Rehan dengan Rea, blur wajah mereka, jika Rea macam-macam kita buat dia malu di depan umum saat acara pertunangan nanti," imbuh Ray
"Mangknya kamu blur wajahnya, lagipula aku akan mempertontonkan Video itu jika Rea macam-macam namun sejauh ini dia menurut," sahut Ray
"Syukurlah semoga dia benar-benar tobat dan mau menerima Rehan," timpal Revan.
Karena tidak ada yang dibicarakan Ray dan Revan kembali ke ruangan masing-masing.
"Darimana?" tanya Rara
"Dari ruang meeting," jawab Ray
"Sama siapa?" tanya nya lagi
"Sama Revan," jawab Ray
Ray mendekat ke meja Rara, dia tersenyum licik
__ADS_1
"Sejak kapan kamu berani menginterogasi aku?" tanya Ray
"Kan wajar," sahut Rara
"Tapi sekarang kamu itu sekertaris aku jadi tidak wajar kalau sekertaris bertanya macam-macam pada atasan," timpal Ray
"Pasti dihukum lagi," gumam Rara
Tanpa aba-aba Ray melahap bibir Rara, dan lagi-lagi Revan melihat adegan meesssssuuuuummmmm mereka.
"Woy woy puasa puasa, ingat Rara!" teriak Revan
Dengan segera Rara mendorong tubuh Ray. Ray segera mengusap sisa saliva di bibirnya dan menuju kursi kebesarannya.
"Ada apa sih mengganggu sekali, dia lagi dapat jadi nggak puasa," ucap Ray dengan kesal.
"Oh," sahut Revan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Revan segera memberikan laporannya, "Ya sudah lanjut lagi pak, gas kan," ucapnya lalu dia keluar.
"Ah, apa aku langsung saja tembak Raya ya, biar bisa berciuman seperti mereka," kata Revan dengan senyum-senyum sendiri.
Keesokannya Rara sepulang dari kantor Rara sengaja belanja banyak untuk mamanya, kebetulan hari ini adalah hari dimana Rara mendapatkan gaji jadi dia ingin membelanjakan banyak bahan makanan untuk mamanya.
"Kamu belanja banyak sekali sih sayang," kata Mama Rara
"Nggak papa ma, besok pagi Rara mau masak kan Rara nggak puasa," sahut Rara
"Lagipula sekarang Rara gajian ma," imbuh Rara.
"Wah," timpal mama
"Oh ya sayang, besok hari kamis malam paman Ken mengundang kamu di hotel efg," kata mama Rara
"Kok bersamaan sekali ya ma, Ray juga bertunangan di hotel itu juga,"
__ADS_1