Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Nonton film


__ADS_3

Hari-hari berlalu tak terasa sudah tiga minggu Riana berada di Amerika.


"Kak Riana mau pulang?" tanya Rara yang sedih karena Riana akan pulang.


"Iya Ra, kan aku harus menyiapkan wisuda aku Ra," jawab Riana


"Minggu depan saja kak bareng aku," bujuk Rara


"Tapi Ra, aku harus segera kembali ke Jepang," kata Riana.


"Ayolah kak, kasian kan Leo." Lagi-lagi Rara menggunakan nama Leo untuk menahan kakaknya.


"Ih kamu ngapain bawa-bawa Leo, aku tuh gak ada apa-apa ma Leo," kata Riana.


"Ada juga ga papa kok kak," sahut Rara.


"Ya sudah kak Riana harus tetap tinggal dan pulang bareng aku setelah itu baru ke Jepang masih ada waktu dua minggu kan untuk menyiapkan wisuda kak Riana," imbuh Rara


"Baiklah baiklah Ra, aku akan tinggal seminggu lagi," kata Riana dengan pasrah.


Sebenarnya Riana nampak sedih karena harus pulang, entah mengapa dia kini kepikiran Leo. Semenjak Leo menolongnya saat badai salju di kafe ABCD hubungannya dengan Leo tidak seperti tom and Jerry lagi melainkan naik satu tingkat seperti Upin Ipin dan Mei mei.


Rara yang gencar menjodohkan kakaknya dengan Leo selalu meminta Leo mengantar Riana kemanapun Riana pergi. Tak hanya itu Rara juga meminta Leo untuk terus mengajak Riana jalan-jalan dan dari sinilah ada tanda kalau bunga asmara mulai mekar di hati Riana.


***********


"Sayang, kamu nggak ingin main bilyard?" tanya Ray


"Nggak," jawab Rara


"Ayolah sayang, masa kamu nggak ingin gitu aku sodok," bujuk Ray


"Nggak sayang," sahut Rara


"Ayolah, menolak keinginan suami dosa Lo ya." Ray terus melancarkan bujukan mautnya pada sang istri.

__ADS_1


"Baik lah baiklah, heran aku perasaan semalam udah minta jatah, siang-siang minta jatah lagi apa nggak capek tu stik bilyard dibuat nyodok mulu," gerutu Rara.


Mungkin karena perubahan hormon setelah melahirkan membuat keinginan untuk bercinta berkurang sehingga Rara tidak seperti sebelumnya yang kuat melayani Ray namun berbeda dengan saat ini.


Bagian sensitifnya juga lebih kering tidak seperti sebelumnya yang selalu basah.


Riana yang mengira Ray ada di ruang kerjanya langsung saja masuk ke dalam kamar Rara sehingga telinganya harus ternodai suara gaib dan jeritan adiknya.


Untung saja pintu kamar Rara tidak menghadap tempat tidur hingga Riana tidak melihat adegan panas adiknya.


"Astaga Ra, siang-siang la kok main, kenapa nggak nunggu Malam sih buat bulu kudukku berdiri saja," kata Riana lalu pergi dari kamar Rara.


Semenjak mendengar suara gaib Rara, otak Riana traveling kemana-mana tiba-tiba dia ingin menikah supaya ada yang menyodoknya.


"Apa yang aku pikirkan," kata Riana


Tak ingin larut dari himpitan piktor atau pikiran kotor Riana mencoba tidur namun dia tidak bisa.


"Enaknya ngapain ya," ucap Riana.


"Eh Leo cari Rara ya?" tanya Riana


"Iya memangnya cari siapa lagi," jawab Leo


"Tunggu sini dulu Rara sedang membuat adik untuk Rafathar," sahut Riana.


Lama menunggu, Leo memutuskan untuk pulang dan menitipkan berkas untuk Rara kepada Riana karena besok pagi sekali dia akan mengambil berkas terbuat dan mengirimnya ke luar kota.


"Aku nitip ya," kata Leo


"Kamu mau pulang?" tanya Riana


"Iya, jawab Leo.


Riana yang kesepian dan bingung mau ngapain mengajak Leo untuk nonton

__ADS_1


"Le, kita nonton yuk," ajak Riana


"Tapi aku tidak suka nonton Ri," tolak Leo


"Plis temenin aku Le," bujuk Riana


"Boring aku," imbuh Riana dengan memelas.


Lama berfikir akhirnya Leo menerima tawaran Riana untuk nonton bareng meskipun dia tidak suka nonton film.


Kali ini mereka menonton film yang menceritakan tentang sepasang sejoli yang sama-sama jatuh cinta namun tidak berani mengungkapkan perasaannya sehingga di akhir film dua sejoli ini tidak bersatu dan menyesal.


"Kamu nangis?" tanya Leo saat Riana ketahuan menangis.


"Ceritanya sedih tau," jawab Riana


"Dibodohi film mau aja," sahut Leo


"Kan memang sedih Le, mereka nggak bersatu," timpal Riana


Leo tidak bisa berkomentar apa-apa karena dia tidak suka drama, hidupnya hanya untuk bekerja dan setia pada atasannya.


Seusai menonton Leo dan Riana memutuskan untuk pulang.


"Menurut aku film tadi bagus bangat lo," kata Riana mengurai keheningan diantara mereka.


"Pelajaran yang dapat kita ambil adalah jika kita memiliki perasaan pada seseorang kita harus mengatakannya, ditolak urusan belakang yang penting kita sudah menyatakannya," imbuh Riana menjelaskan pelajaran yang dapat diambil.


"Betul namun terkadang ada perasaan yang memang harus dipendam sendiri," sahut Leo


"Astaga Leo," kekeh Riana.


"Tapi kalau aku suka padamu gimana? apa kamu mau menerima cinta aku?" tanya Riana.


"Mungkin iya mungkin tidak," jawab Leo

__ADS_1


"Memangnya kamu suka sama aku? nggak kan?" imbuh Leo yang membuat Riana terdiam.


__ADS_2