
Dua hari berlalu, Riana yang bosan di rumah memutuskan untuk keluar dia sengaja tidak pamit Rara karena pasti Rara akan menyuruh Leo untuk mengantarnya.
"Lebih baik aku ke cafe saja," kata Riana
Riana menggunakan jasa taksi online untuk pergi ke kafe.
"Anda akan ke kafe mana?" tanya sopir taksi.
"Kafe dekat sini saja," jawab Riana
"Saya punya kafe yang cocok untuk nongkrong anak muda, apa anda setuju untuk kesana?" sopir terbuat bertanya pada Riana atas kafe yang dia rekomendasikan.
"Ya sudah nggak kita kesana Mr." Riana menyetujui untuk ke kafe yang sopir rekomendasikan.
Untuk ke kafe tersebut memerlukan waktu satu setengah jam.
Dan betapa takjubnya Riana saat melihat eksterior kafe tersebut.
"Sumpah kafe ini recommended banget," kata Riana dengan tersenyum.
"Enjoy your day lady," kata supir taxi lalu melajukan mobilnya setelah mendapatkan bayarannya.
Riana berjalan masuk ke dalam kafe.
Sambil berjalan bola matanya terus mengagumi interior kafe tersebut.
Puas mengagumi kafe Riana memutuskan duduk dan memesan makanan.
Beberapa saat berlalu orang-orang pada meninggalkan kafe dan ini membuat Riana heran.
"Ada apa ini?" tanya Riana pada seorang wanita yang ingin meninggalkan kafe.
"Pemilik kafe meminta orang-orang untuk pulang karena kafe akan tutup," jawab wanita tersebut.
"Ada apa memangnya?" tanya Riana lagi
"Akan ada badai salju," jawab wanita tersebut.
Riana yang memilih duduk di luar jadi tidak tau kalau ada pengumuman hujan salju.
__ADS_1
"Sebelum jalanan ditutup mending cepat pulang karena kita tidak tau kapan badai akan berhenti," imbuhnya lalu pergi meninggalkan Riana.
Riana segera membayarnya bill makananya lalu keluar kafe, nampak salju sudah mulai turun.
Riana menunggu di jalan raya namun tidak ada taksi lewat, dia juga menggunakan aplikasi taksi online tapi tidak tersembunyi dengan driver sama sekali.
"Bagaimana ini," katanya dengan bingung.
Riana menghubungi Rara namun tidak diangkat.
"Kamu dimana sih Ra," kata Riana yang terus menghubungi adiknya namun lagi-lagi tidak diangkat oleh Rara.
Riana pun meninggalkan pesan pada kalau dia meminta Rara untuk menjemputnya di kafe ABCD.
Lama menunggu namun tidak ada respon dari Rara sehingga Riana memutuskan untuk berlindung dari salju yang semakin lebat.
"Ah dingin sekali," kata Riana yang tidak kuat dengan hawa dingin karena badai.
Rara yang baru membuka pesannya jadi bingung karena salju turun dengan lebat.
"Tunggu kafe ABCD kan dekat dengan kantor," gumam Rara.
Leo sangat kesal saat Rara memintanya untuk menjemput Riana.
"Ngapain sih wanita itu keluyuran sampe kafe ABCD, apa dia tidak tau kalau hari ini ada badai salju," gerutu Leo
Leo segera melajukan mobilnya menerobos hujan salju yang semakin lebat.
Beberapa jalan juga sudah ditutup supaya tidak ada pengendara yang nekat menerobos badai salju.
"Untung jalan di kafe ABCD tidak ditutup," omel Leo lalu turun dari mobilnya.
Leo masuk ke dalam kawasan kafe dan dia melihat Riana meringkuk kedinginan.
"Hey," teriak Leo lalu mendekati Riana.
"Leo dingin sekali," kata Riana lirih.
"Ya memang dingin namanya salju kalau panas ya api," sahut Leo yang kesal dengan Riana.
__ADS_1
Melihat Riana yang sangat kedinginan membuat Leo iba, dia menggendong tubuh Riana dan segera memasukkannya ke dalam mobil.
Leo melepas jaketnya dan memakaikan ke tubuh Riana.
"Besok lagi jangan keluar saat badai seperti ini," kata Leo
Leo membawa Riana ke R.A grup karena tidak mungkin dia membawa Riana pulang ke rumah Rara.
"Kita ke kantor dulu kalau badai reda baru aku antar pulang," kata Leo
Riana hanya mengangguk, dia tidak sanggup berkata apa-apa karena tubuhnya sangat kedinginan.
Setibanya di kantor Leo segera menggendong Riana dan membawanya masuk ke dalam ruangannya.
"Kemarin Ray sekarang kamu," gerutu Leo
Leo meminta OB untuk membuatkan teh hangat dan menyiapkan kompres karena dia akan mengompres tubuh Riana.
"Masih kedinginan?" tanya Leo
"Masih meski tidak sedingin tadi," jawab Riana
"Syukurlah kalo gitu jadi aku nggak usah mengompres kamu," sahut Leo.
Leo merawat Riana dengan baik dan ini membuat Riana berhutang budi pada Leo.
"Leo terima kasih," kata Riana
Mendengar ucapan terima kasih dari Riana membuat Leo menatap Riana dengan lekat.
"Iya sama-sama," sabut Leo.
Leo tak menyangka wanita yang galak dan suka berbicara seenaknya berterima kasih padanya.
"Ya sudah sekarang istirahatlah, aku mau kerja dulu," ucap Leo yang membuat Riana mengangguk.
Dari tempatnya Riana memandangi Leo yang sibuk kerja.
"Leo tenyata baik juga," kata Riana.
__ADS_1