
Puas memikirkan Sheryl Raka kini terlelap, dan keesokan paginya saat dia terbangun dari tidur Raka melihat sheryl berada dalam kamarnya.
Sontak Raka langsung beranjak, dia langsung menggapai Sheryl dan memeluknya.
"Sayang kamu kembali?" tanya Raka dengan senang.
"Nggak, aku ingin mengambil semua barang-barang aku," jawab Sheryl
"Nggak, nggak! kamu nggak boleh kemana-mana. Kamu tetap di samping aku sampai hari pernikahan kita," kata Raka dengan mengeratkan pelukannya. Dia sungguh tidak rela Sheryl meninggalkannya.
"Mas kamu tu jangan seperti ini, aku udah nggak mau lagi hidup sama kamu, kenapa kamu masih bersikeras, mengertilah cintaku bukan untuk kamu lagi, aku mencintai Riad," sahut Sherly dengan nada yang tinggi. Sheryl mendorong tubuh Raka supaya pelukannya terurai.
"Tapi kenapa Sheryl, kenapa kamu begitu saja melupakan cinta kita dan pergi begitu saja dengan Riad, apa kurangnya aku di dalam hidup kamu hingga kamu mencurangi aku seperti ini," ucap Raka tak terima dengan memegangi kedua pundak Sheryl dengan tangannya.
Sheryl tertawa dengan keras, "Kamu tanya apa kurangnya kamu?" tanya Sherly dengan penuh penekanan.
"Iya," jawab Raka
"Kurangnya kamu tu banyak, jika dibandingkan dengan Riad kamu tu jauh," sahut Sheryl dengan kesal.
Raka sedikit marah dengan ucapan Sheryl, karena Sheryl membandingkan dirinya dengan Riad yang baru dikenal, jika dibandingkan dengan Riad tentu Raka lebih banyak berkontribusinya. Selama ini yang menghidupi sheryl adalah Raka, semua fasilitas Sheryl juga dari Raka.
"Beraninya kamu membandingkan aku dengan lelaki brengsek itu," ucap Raka dengan mencengkram lengan Sheryl.
"Kenapa? ya ini salah satunya. Dia tidak pernah sedikit pun kasar padaku," timpal Sheryl.
"Aku juga nggak akan kasar jika kamu nggak memulai Sheryl," kata Raka lalu melepas cengkeramannya.
"Tapi kamu sering melakukannya jika kamu marah padaku mas, selama ini aku selalu mengalah, kamu menikah dengan Rara dan berhubungan badan dengannya aku terima, semua aku terima jadi sekarang terimalah jika aku pergi dan hidup dengan Riad," sahut Sheryl
Raka yang nggak terima membuang koper Sheryl, dia membuang semua barang-barang Sheryl.
Raka yang marah melempar Sheryl ke tempat tidur, dia memaksa Sheryl untuk melayani nafsong bejadnya. Sheryl meronta namun Raka tidak peduli, Kini bajunya sudah terbuka karena Raka, Sheryl terus meronta saat Raka menikmati dadanya.
"Kamu gila Raka, lepaskan," teriak Sheryl dengan menarik rambut Raka namun Raka tidak peduli.
Dengan tenaga yang ada, Sheryl mendorong tubuh Raka sehingga kini dia lepas dari kungkungan Raka.
"Jangan gila Raka," teriak Sheryl lalu dia menutup tubuhnya yang terbuka karena perbuatan Raka.
"Aku mencintai kamu Sheryl, kenapa kamu tega meninggalkan aku hanya demi lelaki yang baru kamu kenal," kata Raka dengan mata yang basah.
__ADS_1
Dia terus saja meminta Sheryl untuk tetap tinggal namun Sheryl tentu tidak mau, keunggulan Riad dari segala aspek membuat Sheryl buta, sehingga dengan mudah meninggalkan Raka yang selama ini mencintainya.
Memang benar kata penyanyi Agnes mo kalau cinta itu ngga ada logika, jelas-jelas Sheryl telah menduakan dirinya namun masih saja dia menahan Sheryl dan mengemis cinta padanya.
Sheryl segara mengambil kopernya kembali, namun lagi-lagi Raka membuangnya, kesabaran Sheryl sudah di pucuk.
"Raka, jangan seperti anak kecil!" teriak Sheryl
"Aku tidak peduli, asal kamu tetap disini bersama aku," sahut Raka.
"Apa kamu seorang pengemis hah! sehingga terus mengemis cinta padaku!" bentak Sheryl yang membuat Raka terdiam dan mundur selangkah ke belakang. Kata-kata Sheryl bagaikan sembilu yang menusuk hatinya.
"Aku bukan pengemis Sheryl, aku cuma mempertahankan milik aku," ucap Raka dengan lirih
"Aku ini bukan barang, aku ini manusia yang berperasaan, ketika aku bilang aku sudah nggak mau sama kamu ya berarti nggak mau, kenapa kamu terus memaksa aku?" teriak Sheryl.
Raka terdiam, pikirannya sungguh kacau, berkecamuk tak karu-karuan.
Papa Raka yang tidak tau ada Sheryl langsung saja masuk kamar Raka.
Dan betapa kagetnya beliau melihat Sheryl dalam kamar Raka.
"Kenapa ada wanita ular ini Raka?" tanya papa.
"Hanya wanita ular yang bersikap seperti kamu Sheryl, menggoda suami orang dan kini setelah Raka tidak memiliki apa-apa kamu malah pergi bersama lelaki lain," timpal Papa
"Mas Raka tidak memiliki apa-apa?" tanya Sheryl dengan menatap wajah Raka yang terlihat berubah.
"Iya kini aku tidak memiliki apa-apa, Rara sudah tau kalau aku menjebaknya," jawab Raka dengan lirih
"OMG, untung aku meninggalkan dirimu Raka, nggak kebayang jika aku tetap bersama kamu. Bisa-bisa aku jadi gembel dan wanita kere," ejek Sheryl
"Jaga bicara kamu Sheryl," teriak Papa Raka.
"Kan memang kenyataannya seperti itu om, jadi kini saya nggak ada alasan lagi untuk tidak meninggalkan dirinya yang nggak punya apa-apa ini," ucap Sheryl.
"Lihatlah Sheryl ketika kamu dibuang oleh kekasih kamu itu, kamu akan menyesal," kata Papa Raka.
Sheryl tertawa keras mendengar kata papa Raka, pikirnya mana mungkin Riad meninggalkannya. Riad sungguh tergila-gila padanya mana mungkin dia akan meninggalkan dirinya.
"Om om, dia itu tergila-gila sama saya, mana mungkin dia akan membuang saya Om," sahut Sheryl
__ADS_1
"Kita lihat saja, wanita seperti kamu itu hanya boneka untuk para lelaki hidung belang, suka dibeli puas dibuang," ucap papa Raka.
Sheryl sungguh kesal dengan papa Raka, bisa-bisanya mengatainya seperti itu.
"Setiap perbuatan itu ada karmanya, lihat saja," imbuh papa Raka lalu keluar.
Baru membalikkan badan papa Raka berhenti dan berucap
"Dan untuk kamu Raka, jangan menangisi wanita seperti dia, Rara yang sejatinya seorang wanita mulia saja kamu tidak meneteskan air mata sama sekali lalu mengapa untuk wanita hina sepertinya kamu mengeluarkan banyak air mata," kata papa lalu keluar kamar Raka.
Melihat anaknya yang seperti ini membuat papa Raka geram dan sedih, geram karena betapa bodohnya dia, mengemis cinta pada wanita yang tidak tepat, dan sedih melihat rapuhnya Raka.
Papa mengusap matanya yang basah, dia kini menyandarkan diri di depan kamar Raka dengan beberapa kali mengusap matanya.
"Raka,Raka," ucapnya.
Sheryl sungguh kesal sekali dengan papa Raka,
"Untung nggak jadi mertua aku, coba kalo iya sudah aku racun pakai racun tikus," ucap Sheryl.
Saat Sheryl hendak keluar, Riad menghubungi Sheryl dia menanyakan kenapa Sheryl lama sekali dan Sheryl bilang kalau sebentar lagi dia akan kembali ke apartemen.
Setelah Sheryl dan Raka fix berpisah, kini Riad menghubungi Revan.
Lalu Revan menyuruh Riad pergi dari apartemen Ray. Dia juga meminta Riad untuk mengganti nomor telponnya.
"Akhirnya aku bisa kembali ke Algeria, aku sangat merindukan kalian," ucap Riad.
"Laqad eudt iilaa Aljazair," imbuhnya
(Aku kembali Algeria)
Dengan segala kerinduan yang mendalam akan negara dan keluarganya, Riad kini berjalan keluar dari apartemen Ray dengan membawa semua barang-barangnya, dia menuju ke bandara, karena di sana Revan dan Ray akan menunggunya.
Tak hanya Riad yang bahagia Sheryl juga begitu,
"Selamat tinggal mas Raka, semoga kamu berbahagia tanpa aku," kata Sheryl lalu pergi mendorong koper miliknya.
Raka berlari mengikuti Sheryl namun di depan pintu kamarnya papa memegangi anaknya.
Papa menggelengkan kepala, mengkode Raka untuk tidak mengejar Sheryl.
__ADS_1
"Biarlah dia pergi, stop Raka. Jangan mengemis apapun dari wanita itu,"