
"Kak Riana!" teriak Rara balik.
Rara dan Raina saling peluk, dua kakak adik yang jarang bertemu karena Raina mengejar S2 di luar negeri.
"Kak Riana apa kabar?" tanya Rara dengan senang karena bertemu kakaknya.
"Baik Ra, kamu gimana?" tanya Riana balik
"Aku baik kak," jawab Rara.
"Tuh kan kamu baik-baik saja mama dan papa khawatir dan cemas karena kamu tiba-tiba menghilang," sahut Riana
"Niat liburan di tanah air, malah ma papa suruh ke sini," imbuh Riana dengan kesal.
Orang tua Rara yang mencemaskan Rara menyuruh Riana yang baru pulang dari luar menyusul sang adik.
Mereka sangat cemas karena tiba-tiba Rara pergi tanpa berpamitan, sempat mengirim pesan tapi itu tidak cukup karena Mama dan papa Rara tau karakter Rara.
"Ya sudah sekarang kak Riana istirahat," kata Rara
"Nggak, aku mau melihat keponakan aku dulu," sahut Riana.
"Ya sudah ayo," kata Rara lalu mengajak Riana melihat anaknya.
Riana nampak gemas karena anak Rara sangat tampan dengan mata biru.
"Duh ganteng banget sih kamu sayang, jadi pengen punya anak seperti ini," ucap Riana yang gemas dengan baby Rara dan Ray.
__ADS_1
"Kak Riana cari orang bule biar lucu seperti baby aku," sahut Rara
"Moga-moga aja selama di sini ada bule yang kecantol sama aku." Riana berkata sambil terkekeh.
Mendengar kata Riana membuat Rara kepikiran dengan Leo.
"Ada kak bule cakep, tajir, pintar yang lagi jomblo kak Riana mau?" Rara menawarkan Leo pada Riana.
"Yang bener Ra?" tanya Riana meyakinkan
"Iya kak, ntar deh aku kenalin," jawab Rara dengan tersenyum.
Menurut Rara, Leo dan Riana sangat cocok. Mereka sama-sama pintar jika disilangkan kemungkinan anak mereka akan menjadi anak yang jenius melebihi Einstein.
"Ngomong-ngomong namanya siapa anak kamu?" tanya Riana.
"Astaga orang tua macam apa ini, masak iya belum siap nama anaknya," sahut Riana
Rara hanya terkekeh mendengar sahutan kakaknya, bukannya istirahat Riana malah mengobrol banyak dengan Rara, Ray yang baru datang juga ikut bergabung dengan Riana dan Rara.
Tak terasa lama mereka mengobrol hingga Riana merasa lapar dan meminta makan pada sang adik.
"Aku lapar Ra," kata Riana
"Maaf maaf kak, aku lupa nggak nawarin kakak makan," sahut Rara
Kini mereka bertiga makan bersama di ruang makan, seusai makan Riana yang lelah dan mengantuk pamit untuk istirahat.
__ADS_1
************
Malam datang dengan cepat, Riana yang baru bangun segera mandi lalu keluar.
Bola matanya melihat kembali rumah sang adik.
"Kamu sungguh tajir Ra, rumah kamu saja sebesar ini," kata Riana.
Rara dan Ray yang berada di kamar membuat Riana boring, dia memutuskan ke depan untuk berjalan-jalan di taman.
"Dingin sekali," kata Riana
Saat bersamaan turun salju yang membuat Riana berlari dan duduk di teras.
"Wah saljunya turun," kata Riana dengan senang.
Asik melihat salju turun tiba-tiba ada mobil berhenti di depan rumah.
"Siapa ya," kata Riana
Riana memperhatikan orang yang baru keluar dari mobil, wajahnya nampak tidak asing bagi Riana
"Wajahnya tidak asing," batin Riana yang terus memperhatikan Leo.
Kini pandangan Riana dan Leo saling bertemu lalu mereka saling tunjuk
"Kamu!"
__ADS_1