
Haduh maaf ni kak, ini sebenarnya mau aku up tadi berhubung ketiduran akhirnya baru ke up, ada adegan dewasanya ya, untuk yang baru baca siang, bisa di skip.
Hanya sedikit sih, mungkin kalau yang penasaran baca dikit nggak papa,✌️✌️✌️✌️
maaf ni kak,😂😂😂😂😂
"Baiklah," ucap rehan pasrah.
Satu persatu Rehan membuka kancing bajunya, "Aku belum mandi," kata Rehan.
"Aaahhh kamu banyak cincong sih Dok," sahut Rea kesal, dia sudah tidak tahan sedangkan Rehan seakan mengulur waktu.
Rea yang sudah tidak tahan menarik Rehan bahkan dia sendiri yang melepaskan celana dan pakaian dalam Rehan.
"Rea kamu yakin?" tanya Rehan.
Tanpa aba-aba Rea naik ke atas tubuh polos Rehan dia langsung saja mengarahkan benda tumpul ke dalam area sensitifnya.
Meraka berdua sama-sama menjerit.
"Oh Rea, rasanya nikmat sekali," ucap dokter Rehan
Rea yang merupakan keturunan keluarga konglomerat tentu kegadisannya dijaga benar-benar oleh keluarganya sehingga saat melakukannya dengan Dokter Rehan, ini yang pertama.
Rea merintih kesakitan namun nafsongnya lebih besar dari rasa sakitnya.
Lama bermain di tempat tidur kini mereka berdua sama-sama melepas hasrat mereka.
Keliahtannya, Rehan ketagihan dengan dosa terindah yang ia lakukan sehingga dia kembali melakukannya lagi, begitu pula dengan Rara yang pengaruh obat masih ada sehingga dia masih menginginkannya lagi.
__ADS_1
Dua jam berlalu namun mereka masih belum keluar.
"Besar juga milik Rehan," batin Ray
Melihat adegan teman dan wanita yang dijodohkan dengannya melalui kamera pengintai yang sebelumnya dia pasang membuat Ray memanas juga, dia bak melihat adegan blue film namun ini pemainnya adalah temannya sendiri.
Video ini rencananya akan ia gunakan untuk mengancam Rea, sehingga dia benar-benar terbebas dengan Rea.
Setelah lemas, Dokter Rehan dan Rea menyudahi aksi mereka.
Dokter Rehan nampak tersenyum, dia mengecup kening Rea.
"Akulah yang pertama melakukannya, dan aku akan bertanggung jawab atas semua perbuatan aku meski kamulah yang memaksa aku untuk melakukannya," kata Rehan lalu dia beranjak untuk membersihkan diri.
Setalah selesai Rehan keluar dan mencari Ray di ruang kerjanya.
Satu kata yang keluar dari mulut Rehan saat menemui Ray adalah Brengsek
"Brengsek kamu Ray," umpat Rehan
Ray hanya tertawa saat temannya mengumpat.
"Seharusnya kamu berterima kasih Rehan karena aku telah memberi kamu daging mentah yang enak," sahut Ray.
"Tapi nggak gini juga caranya, aku merasa bersalah padanya karena telah merenggut kegadisannya," timpal Rehan.
"Apa? dia masih gadis," tanya Ray tak percaya.
Ray mengira Rea sudah tidak ORI, bagaimana pun juga pergaulan luar negeri sangat bebas.
__ADS_1
"Iya, jangan bilang kamu menyesal kenapa bukan kamu yang mencicipinya," jawab Rehan.
"Ngaco!" seru Ray.
Ray dan Rehan mengobrol terkait langkah selanjutnya, Rehan yang ingin bertanggung jawab tentu sangat mudah bagi Ray untuk lepas dari perjodohan yang tidak ia inginkan ini.
"Kita akan buat pertunjukan di pesta pertunangan nanti," batinnya dengan tertawa sinis.
"Oh ya Rehan, aku ingin bertemu Rara, kamu ingin pulang atau tetap di sini menunggui Rea atau mungkin ingin ronde ke empat," ledek Ray yang membuat Rehan membatu.
Bola matanya menatap Ray dengan tatapan yang tidak biasa.
"Jangan bilang kamu merekam semua Ray," kata Rehan
Ray hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa, namun Rehan cukup tau.
"Arg dasar teman laknat kau Ray," maki Rehan lalu kini mereka berdua keluar.
Meski terkesan sebuah jebakan namun jebakan ini menguntungkan berbagai macam pihak baik Ray, Rehan maupun Rea.
Dengan begini Rea akan terlepas juga dari ambisi mama Ray. Toh dokter Rehan juga tak jauh dari Ray.
*************
Mama yang badannya agak enakkan bangun untuk mencair Rea, dia ingin mengatur siasat lagi dengan Rea namun betapa kagetnya saat melihat Rea berbungkus selimut dalam keadaan polos.
"Jangan-jangan ini semua perbuatan Ray?" gumam mama Ray dengan sedikit senyuman di ujung bibirnya.
Mama keluar lagi dengan hati yang berbunga, karena dengan begini Ray harus tanggung jawab.
__ADS_1
Mama Ray pergi ke ruang kerjanya, dia terus kepikiran dengan Rea, "Bagus Rea Tante tidak menyangka kamu selangkah lebih maju dari Tante, dengan begini tidak ada alasan lagi bagi Ray untuk tidak menerima perjodohan ini, dan untuk kamu Rara, good bye forever," kata mama Ray.