
"Maaf Refa, tolong jangan baper. Tadi aku hanya senang saja dan tanpa sengaja memeluk kamu yang ada di samping aku," sahut Rehan.
Rea cukup tau kalau itu tidak sengaja karena sedari dulu memang seperti itu, tim dokter yang berhasil menyelamatkan pasien akan merasa senang, apalagi kalau pasien tersebut adalah pasien orang penting jadi semua dipertaruhkan di meja operasi.
Rehan kini sudah mengganti pakaiannya, dia memantau keadaan pasien di ruang rawat inapnya. Tentu hal ini membuat Refa senang karena bisa dekat dengan Rehan.
Di sisi lain Rea yang boring mencoba datang ke rumah sakit, dia ingin tau apa yang dilakukan Rehan. Sekalian memantau si Ulat Refa.
Dari kejauhan nampak Refa berjalan dengan Rehan dan ini cukup membuat Rea sedikit sakit.
"Si ulat ini semakin hari semakin cari kesempatan, Rehan juga ngapain sih dekat-dekat dengannya," gerutu Rea
Refa tau kalau ada Rea namun dia tidak memberi tahu Rehan kalau Rea datang.
Kini Refa dan Rehan masuk ke dalam ruangan Rehan.
"Pak Rehan sungguh hebat, akhirnya pasien bisa diselamatkan," puji Refa
"Terima kasih Refa," sahut Rehan.
"Kan memang sudah kewajiban kita menyelamatkan orang Refa, saya hanya sebisa mungkin menyelamatkan pasien," imbuh Rehan.
Rea nampak sudah sampai di depan pintu, dan Refa nampak tersenyum licik.
"Saya bahagia pak, karena pak Rehan telah memeluk saya," kata Refa yang membuat Rea kesal.
Belum sempat Rehan menyahut, Refa pura-pura menjatuhkan gelas minum Rehan dan ini membuat Rehan reflek mendatangi Refa yang memungut pecahan gelas.
"Sudah biarin saja, nanti ada OB yang membersihkannya," ucap Rehan.
Rea yang melihat drama Rehan dan Refa bertepuk tangan.
"Bagus," katanya
Rehan yang kaget seketika berdiri dan tersenyum pada Rea.
"Sayang, kok kemari?" tanya Rehan
"OOO jadi nggak boleh kemari ya," jawab Rea
__ADS_1
"Boleh dong," sahut Rehan.
"Refa kamu keluar dulu," titah Rehan yang membuat Refa kesal, dia kesal karena Rea mengganggu waktunya bersama Rehan namun di sisi lain dia puas karena bisa memanas manasi Rea.
Rea duduk sambil menatap Rehan,
"Katanya mau jauh-jauh kok malah dekat-dekat ya," sindir Rea yang membuat Rehan terkekeh.
"Maaf sayang, tadi operasi jadi kamu berdua harus mengoperasi pasien bersama." Rehan mencoba menjelaskan.
"Pake peluk segala ya kalau mengoperasi pasien," sahut Rea
"Reflek sayang, jangan marah dong," timpal Rehan
"Alasan! Sudahlah lagipula aku juga nggk mood sama kamu. Aku mau pulang," ucap Rea lalu mengambil tasnya dan bersiap pergi.
Rehan dengan segera menarik tangan Rea dan karena tidak seimbang akhirnya mereka terjatuh.
Posisi Rea kini berada di atas Rehan, pandangan mereka juga saling bertemu.
"Aku mau pulang," kata Rea
Tanpa aba-aba Rehan mencium bibir Rea, awalnya Rea memberontak namun lama-lama dia menerima juga ciuman dari calon suaminya.
Rehan mengubah posisi mereka tanpa melepaskan pautan yang terjadi, tak hanya cium tangan Rehan juga bergerilya kemana-mana sehingga membuat Rea sedikit mengeluarkan suara merdunya.
"Oh sayang," bisik Rea karena tak kuasa menahan kenikmatan yang Rehan berikan.
Sama seperti Ray, Rehan juga suka naik naik ke puncak gunung nikmat nikmat sekali.
Refa yang penasaran mencoba mengintip namun alangkah kagetnya dia saat menyaksikan adegan dewasa Rehan dan Rea.
"Brengsek, bukannya bertengkar mereka malah bercumbu," umpat Refa.
*************
Di sisi lain, Revan datang ke rumah Raya untuk mengutarakan niat baiknya kepada orang tua Raya. Tentu hal ini membuat keluarga Raya bahagia akhirnya ada yang meminang anaknya apalagi Revan adalah pemuda yang tampan dan mapan.
"Rencananya kapan kalian akan menikah?" tanya papa Raya
__ADS_1
"Secepatnya om dan Tante," jawab Revan
Mereka mengobrol bersama, lalu Rehan pamit untuk mengajar Raya untuk menemui orang tua Revan.
"Silahkan tapi ingat pulangnya jangan malam-malam ya," pesan mama Raya
Sebelum dibawa ke rumahnya Revan terlebih dahulu membawa Raya ke apartemennya dengan alasan mengambil barang yang tertinggal padahal sebenarnya Revan masih terngiang dengan adegan Ray dan Rara tadi pagi.
"Memangnya apa yang tertinggal mas?" tanya Raya
"Nanti kamu kan tau sendiri," jawab Revan dengan tersenyum licik.
Setibanya di apartemennya Revan sungguh senang.
"Saatnya mengeksekusi," batinnya.
"Sayang, kita lama tidak bercumbu," bisik Revan
"Maksudnya kamu mengajak aku kesini untuk mencumbu aku mas," ucap Raya
"Iya," sahut Revan dengan terkekeh.
Tanpa membuang waktu Revan langsung melahap bibir kekasihnya tersebut.
Raya juga membalasnya.
Kini mereka berdua bermain panas-panasan, Revan juga lebih berani sekarang. Tangannya berjalan-jalan kesana kemari sehingga membuat Raya penuh kenikmatan.
Selamat pagi kak.
Gimana nih puasanya, lancar ya.
Untuk pemenangnya aku umumin nanti ya, sekalian up lagi.
Jangan lupa ya kak like komen hadiah dan vote nya, sekarang kan hari Senin pasti sudah dapat semua.
Makasih ya kak yang sudah mendukung aku.
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗😘
__ADS_1