Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Malas makan


__ADS_3

Begitulah hari-hari Ray dan Rara, ngidam Rara yang nggak masuk akal membuat Ray kebingungan namun Ray mencoba memenuhi keinginan sang istri.


"Mau minta apa lagi sekarang?" tanya Ray


Rara menggelengkan kepala, dia sungguh bingung dengan apa yang dia inginkan saat ini.


Rasa mual, pusing serta badan yang lelah semua membuat Rara lemas dan tidak menginginkan apa-apa.


Ray memeluk sang istri, dia sungguh cemas dan khawatir dengan kondisi Rara yang lemah.


"Minum susu ya?" bujuk Ray


"Nggak mau," jawab Rara


"Kalau nggak mau makan gimana dengan anak kita?" Lagi-lagi Ray membujuk Rara supaya mau makan.


"Aku nggak mau," sahut Rara dengan kesal.


"Baiklah, baiklah," timpal Ray pasrah


Ray memikirkan bagaimana caranya supaya sang istri mau makan, minimal minum susu lah.


"Mau aku tunjukkan tempat indah?" tanya Ray


"Mana?" tanya Rara balik dengan melemparkan tatapannya pada Ray


"Ada deh," jawab Ray dengan terkekeh


Rara menatap Ray dengan tatapan kepo, dia penasaran dengan tempat indah yang Ray maksud.


"Ayo ikut aku," ajak Ray


Tanpa pikir panjang Ray langsung mengajak Rara untuk ikut bersamanya.


Ray pergi ke sebuah tempat yang dikelilingi penjual makanan.

__ADS_1


Ray sengaja memesan makanan yang banyak, dia memang ingin membuat Rara melihatnya makan.


"Hem, enak sekali makanan ini," ucap Ray yang sengaja membuat Rara menginginkan makananya


Rara awalnya tidak tergoda sama sekali namun Ray terus menggodanya sehingga mau nggak mau Rara tergoda juga.


Dia melihat Ray makan sate dengan begitu nikmat.


"Sayang, aku mau dong," kata Rara dengan terus menatap suaminya


"Baiklah," timpal Ray


Rara segera mengambil sate dan memakannya,


"Enak," ucap Rara


"Makanlah kalau enak," sahut Ray


Ray memesan banyak makanan untuk Rara, tak lupa dia juga memesan jus buah untuk istrinya.


"Gimana nggak mual kan?" tanya Ray sesudahnya


"Nggak kok sayang," jawab Rara


"Syukurlah, jadi kalau kamu mau aku bisa meminta para pedangan ini untuk ke rumah kita dan menyediakan makanan untuk kamu," ucap Ray


Rara menggelengkan kepala, hanya mual saja kenapa harus lebay.


***********


"Bos saya ijin pulang cepat ya," ijin Revan


"Ada apa?" tanya Ray


"Raya masuk rumah sakit," jawab Revan dengan cemas

__ADS_1


"Ya sudah pulanglah," sahut Ray


Revan berterima kasih pada Ray yang telah mengijinkannya pulang.


Revan berlari keluar kantor, dia menuju basemant untuk mengambil mobil miliknya.


Dengan rasa cemas Revan mengendarai mobilnya keluar Ray Grup.


Sepanjang perjalan Revan berdoa supaya tidak terjadi apa-apa pada anak maupun istrinya.


Setibanya di rumah sakit, Revan memarkirkan mobilnya sembarang, dia segera menuju ruang UGD untuk melihat keadaan sang istri.


"Istri saya mana dok?" tanya Revan


"Apa istri anda bernama Raya?" dokter menjawab pertanyaan Revan dengan pertanyaan balik.


"Benar dok," jawab Dokter.


"Begini pak, istri anda memiliki penyakit darah tinggi yang mana seorang yang memiliki tekanan darah yang tinggi tentu berbahaya untuk melarikan," jelas Dokter


"Lalu bagaimana anaknya lahir?" tanya Revan


"Bingung, tapi yang memungkinkan adalah melalui operasi sesar," jawab Dokter


" Dan kami harap persalinannya berjalan lancar," imbuh Dokter


"Amin dok," sahut Revan


Malam kak, bagaimana kabarnya? baik kan?


pastinya pada baik semua ya kak🤗🤗🤗🤗


Di sini aku hanya mengingatkan untuk selalu like, komen, hadiah maupun vote ya Kakak.


Maksih😘😘

__ADS_1


__ADS_2