Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Ngabuburit


__ADS_3

"Siapkan semua, setelah kita sampai di sana aku ingin bertemu Brawijaya yang telah merawat nona Aurora," kata Pak Steven.


Steven adalah pemegang saham tertinggi Empire RA Grup. Bisnisnya meliputi berbagai bidang yang terkenal di dunia. Inilah sebabnya Raina Toretto bersikeras untuk menjodohkan Rea dan Ray mengingat kekuasaan dari Steven.


Selama ini Steven tidak pernah menikah, Rea adalah anak dari mendiang kakaknya yang dari kecil dia rawat meskipun begitu Steven sangat menyayangi Rea seperti anak kandungnya sendiri.


*********


Di sebuah ruangan dengan berbagai alat medis Rea terus saja menangis dan ini membuat Rehan bingung, entah bagaimana lagi menenangkan Rea.


"Sudah dong Rea jangan menangis lagi," bujuk Rehan


"Ray memiliki video panas kita Rehan," sahut Rea


"Apa yang harus aku katakan kepada papa Rehan," imbuh Rea


"Biarkan aku yang bicara sama papa kamu Rea, aku akan menceritakan semua yang terjadi diantara kita," ucap Rehan.


"Dan aku akan bertanggung jawab atas perbuatan aku meski kamu yang meminta aku," imbuh Rehan dengan tertawa.


Rea melemparkan tatapan mautnya kepada Rehan saat begini bisa-bisanya bercanda.


Kini Rehan dan Rea berpelukan, entah mengapa dalam pelukan Rehan Rea nampak nyaman.


Apa ini artinya dia mulai mengubah haluannya?


"Meski dengan cara yang tidak baik namun aku janji akan mencintai kamu dengan segenap hatiku Rea, aku akan membahagiakan kamu meski aku bukanlah lelaki yang kamu pilih, dan aku percaya suatu saat nanti kamu akan mencintaiku dengan segenap hati kamu juga," batin Rehan lalu dia mengecup kening Rea.


Mendapat kecupan di kening membuat Rea tersenyum, dia tidak menolak maupun protes pada Rehan.


"Rehan aku kembali ke kantor dulu ya," pamit Rea


"Kenapa buru-buru sih," protes Rehan


"Nggak baik lama-lama kamu kan lagi puasa," kata Rea

__ADS_1


"Iya-iya, nanti malas sehabis tarwih aku jemput ya?" tanya Rehan


"Memangnya mau kemana?" tanya Rea balik


"Mengulang kembali yang semalam, sumpah enak banget," jawab Rehan dengan terkekeh.


"Ngaco, dosa tau," sahut Rea


"Biar nanti aku yang nemuin kamu saja, kalau Tante Raina tau kamu jemput aku, dia bisa marah," ucap Rea.


"Baiklah," sahut Rehan.


Dengan hati yang sedikit berbunga Rea keluar dari ruangan Rehan, dia kini kembali ke kantor Ray grup sebelum Revan marah karena meninggalkan pekerjaan terlalu lama.


Di sisi lain Ray dan Rara yang habis basah-basahan tentu tidak kembali ke kantor, mereka pergi ke apartemen untuk ganti baju.


"Sayang maafkan aku ya," kata Rara


"Maaf diterima setelah kamu aku hukum," sahut Ray


"Astaaga sayang, kamu ini bagaimana sih aku kan puasa masa iya mau menghukum aku," protes Rara


"Kamu selalu saja membodohi aku sayang." keberatan diajukan oleh Rara, dia tidak mau dihukum double apalagi triple oleh Ray karena salah pahamnya berasal dari mama Ray sendiri.


"Nggak bisa hukuman kamu ya itu jadi jangan banyak protes atau aku tambah lagi," kata Ray


Dengan pasrah Rara menerima hukuman dari Ray,


"Baiklah memang aku tidak pernah menang melawan kamu," ucap Rara dengan lemas.


Waktu semakin berlalu, tak terasa waktu berbuka semakin dekat.


"Kita ngabuburit yuk sayang," ajak Rara


"Ngabuburit kemana?" tanya Ray

__ADS_1


"Entah, kita jalan-jalan beli makanan yang banyak, sekalian kita bagi-bagi ke orang-orang di pinggir jalan," jawab Rara


"Jiwa sosial kamu tinggi juga sayang, beruntung aku mendapatkan calon istri seperti kamu," puji Ray


"Jangan memuji gitu sayang," kata Rara dengan malu


Saat Ray mandi, Rara sengaja mengeluarkan dompet Ray, dia juga mencabut charger ponsel Ray sehingga ponselnya tidak terisi.


Kali ini dia yang ingin mentraktir Ray, karena selama ini selalu Ray yang mentraktir dirinya.


Di dalam mobil Rara senyum-senyum sendiri,


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Ray


"Eh nggak sayang, aku udah nggak sabar untuk berbuka perut aku sudah lapar banget.


Kini Ray dan Rara tiba di restoran, dia membeli banyak makanan untuk dibagikan, namun saat akan membayar Ray mencari dompetnya.


"Mana dompet aku?" tanya Ray sambil mengecek sakunya satu persatu.


"Aku saja yang bayar sayang." Rara menawarkan diri


"Nggak-nggak, mana ponsel aku." Ray meminta ponselnya.


"Yah, ponsel low bat sayang nggak bisa dinyalakan," ucap Rara


"Aneh ya, padahal tadi aku charge seharusnya saat aku tinggal mandi sedikit terisi," kata Ray


Rara tersenyum dalam hati, kali ini pasti dia yang membayar semua.


"Aku saja yang bayar." Rara menawarkan diri lagi


"Baiklah nanti akan aku transfer ke kamu," kata Ray.


"Nggak perlu sayang, anggap aja hari ini aku traktir kamu," sahut Rara

__ADS_1


"Nggak nggak hanya seorang banci yang mau ditraktir wanita," timpal Ray


"Astaga kolot sekali sih ni orang, persis mamanya," gumam Rara.


__ADS_2