
Di kamarnya Raka nampak galau, dia sungguh bingung dengan Sheryl, ponselnya aktif namun pesan dan panggilannya tidak dibalas dan dijawab.
"Kamu dimana sih Sheryl, apa kamu baik-baik saja." Raka bermonolog dengan dirinya sendiri.
Raka yang tak kuasa menahan gejolak dadanya membuang semua benda di meja, hingga papanya yang kebetulan lewat harus berhenti dan mengecek keadaan Raka.
Melihat benda yang berpindah tempat membuat Papa Raka marah.
"Ada apa ini Raka?" tanya papa
"Kenapa papa masih bertanya ada apa, ini semua gara-gara papa dan Rara sialan itu," jawab Raka.
Papa menatap anaknya dengan tatapan tak biasa,
"Masih menyalakan orang lain atas kesalahan yang kamu lakukan?" bentak papa
"Ini semua berawal dari papa juga yang memaksa Raka untuk menikah dengan wanita yang tidak Raka cintai," sahut Raka tak terima
"Keterlaluan kamu Raka! bukannya introspeksi diri malah selalu menyalahkan keadaan," timpal Papa dengan marah.
"Aarrrggggg," teriak Raka lalu dia mengambil kunci mobilnya dan pergi entah kemana.
"Kamu mau kemana Raka?" tanya papa dengan berteriak. "Dasar anak nggak tau terima kasih kamu Raka," kata papa Raka.
Raka yang pusing berniat untuk pergi ke klub, sedikit minum mungkin bisa melupakan masalah yang kini sedang menimpanya.
"Wanita brengsek kamu Ra," umpat Raka lalu meminum minuman keras yang dia pesan.
"Jika bukan karena dirimu Ray, Rara pasti nggak akan tau kalau aku menjebaknya." Raka bermonolog dengan dirinya sendiri, mengumpat orang-orang yang membuatnya tidak punya apa-apa seperti ini.
Saat asik minum matanya tertuju pada seorang wanita dan pria yang sedang bercumbu.
"Sheryl," kata Raka
Dia mengucek matanya beberapa kali untuk memperjelas pandangannya namun terlihat jelas bahkan sangat jelas kalau itu adalah Sheryl.
Dengan membawa botol minumannya Raka mendekat ke arah Sheryl dan Riad.
"Jadi begini kelakuan kamu Sheryl!" teriak Raka
"Jadi benar, lelaki ini adalah selingkuhan kamu," imbuhnya dengan ranjang yang mengeras
__ADS_1
"Mas Raka," ucap Sheryl kaget, dia tak menyangka akan bertemu dengan Raka di sini.
Setengah mabuk Raka menarik tangan Sheryl tangan satunya memegang botol minuman.
"Ayo kita pulang," ucap Raka.
Sheryl yang tidak ingin pulang menarik tangannya kembali.
"Aku akan pulang nanti mas, sekalian ada yang ingin aku bicarakan," kata Sheryl sambil menarik tangannya yang ditarik oleh Raka.
"Sekarang!" teriak Raka yang membuat Sheryl tersentak kaget.
Riad yang tau pertengkaran Sheryl dan Raka sungguh muak sekali dia enggan untuk ikut campur namun perannya sebagai kekasih Sheryl mewajibkannya untuk ikut campur. Kan nggak lucu kalau dia hanya diam melihat drama Raka dan Sheryl mau nggak mau dia harus jadi Hero untuk Sheryl.
Raka menarik tangan Sheryl lagi dan kali ini Riad ikut campur urusan mereka.
"Hey bro, jangan kasar sama wanita," kata Riad mencoba melepaskan tangan Sheryl.
Raka yang sudah terbawa emosi meletakkan botol minumannya di meja lalu dia mendorong tubuh Riad, untung balance Riad cukup baik sehingga dia tidak sampai jatuh saat Raka mendorongnya.
"Hey orang Arab, asal kamu tau dia ini calon istri aku," kata Raka
Riad tersenyum
Mendengar kata dari Riad membuat Raka tertawa, pikirnya sejak kapan Sheryl menjadi calon istrinya.
"Jangan mengada-mengada, dari dulu dia itu milik aku," timpal Raka.
"Kalau kamu tidak percaya tanyakan pada Sheryl dia ini calon istri kamu atau calon istri aku," kata Riad yang membuat Raka menatap Sheryl.
Raka menarik tangan Sheryl lagi, "Katakan padanya sayang kalau kamu adalah milik aku, kamu adalah calon istri aku," pinta Raka.
Sheryl perlahan melepaskan tangan Raka, lalu dia melingkarkan tangannya dia tangan Riad.
"Maafkan aku mas Raka, tapi memang benar katanya kalau aku kini adalah calon istrinya, dan mulai detik ini aku bukan calon istri kamu lagi.
Aku memilih Riad mas, maaf," ungkap Sheryl yang membuat Raka mundur selangkah sambil tertawa,
Tubuhnya kini bagai dihempaskan dari ketinggian ribuan kaki dan tenggelam disamudra terdalam. Dadanya sungguh sesak mengetahui kenyataan bahwa wanita yang selama ini dia cintai tega menghianati dirinya bahkan dengan cepatnya dia sudah memiliki calon suami baru.
"Kamu berbohong kan sayang, kamu sedang nge prank aku kan, nggak mungkin kamu berpaling dari aku," kata Raka. Dia mencoba meyakinkan dirinya kalau Sheryl sedang berbohong. Semua yang diucapkannya hanya candaan belaka.
__ADS_1
"Aku nggak bohong mas, aku memutuskan hidup dengan Riad daripada dengan kamu. Aku harap kamu bisa menemukan wanita lain yang lebih dari aku," kata Sheryl.
"Nggak, aku mau kamu Sheryl. Apa kamu tidak ingat perjuangan kita. Kita sudah sejauh ini bahkan hari pernikahan kita sudah ditentukan, baju pengantin sudah dipesan, tolong jangan batalkan pernikahan ini," pinta Raka dengan mata yang basah.
"Maaf mas, aku sungguh tidak bisa kembali lagi kepada kamu, aku sangat mencintai Riad. Aku terbuai dengan indah cintanya yang selama ini tidak aku dapat dari kamu, aku harap kamu mengerti mas tentang perasaan aku, lagipula percuma kita menikah jika cinta aku bukan untuk kamu lagi," jelas Sheryl
Mata Raka berkaca mendengar penjelasan Sheryl bagaimana dia setega ini.
Mata Raka kini basah, dia menangis karena tidak kuat menahan sakitnya dikhianati lalu dicampakkan, dia sungguh sakit. Dadanya serasa ditikam puluhan belati. Seperti inilah yang Rara rasakan dulu bahkan mungkin lebih hancur Rara. Raka menggapai minuman yang tadi diletakkan di meja lalu meminumnya.
"Aku tidak akan melepaskan kamu Sheryl, kamu milikku! selamanya tetap milikku!" teriak Raka lalu membanting botol minumannya.
"Cukup mas! cukup. Aku sudah tidak mencintai kamu lagi, kenapa kamu memaksakan diri. Lebih baik lupakan aku," teriak Sherly yang tak mau kalah.
"Setelah apa yang aku lakukan padamu Sheryl, Kamu kini membuang aku," sahut Raka dengan lirih
"Maaf mas, mengertilah," timpal Sheryl
"Kamu yang seharusnya mengerti, kamu ini seperti kacang yang lupa akan kulitnya dan ini semua gara-gara lelaki brengsek ini!" teriak Raka lalu membogem Riad.
Riad yang belum siap tentu kena serangan tiba-tiba dari Raka.
"Berani kamu memukul aku Raka!" teriak Riad tak terima kalau dirinya dibogem. Riad juga menjaguhkan bogemannya di pipi Raka, sekali pukul Raka langsung jatuh di lantai, ditambah dia yang mabuk.
"Sheryl sudah memutuskan dirimu, kenapa kamu tidak melepaskannya," kata Riad
"Kamu tidak tau Riad, aku sangat mencintainya apa yang aku lakukan selama ini untuk dirinya tapi kamu malah merebutnya dari aku, namun yang lebih tega adalah dirinya, mencampakkan aku setelah apa yang telah aku lakukan padanya, menyesal aku dulu meninggalkan istri yang begitu mencintai aku demi dirinya," ungkap Raka
"Sekarang kamu bisa kembali lagi dengannya," ucap Sheryl.
Karena tidak kuat menahan rasa pusingnya ditambah bogeman kuat dari Riad membuat Raka pingsan.
Riad dan Sheryl meminta orang untuk membawa Raka pulang.
Melihat Raka yang tak berdaya membuat Riad iba namun bagaimana lagi peran dia sekarang adalah peran antagonis yang harus memisahkan mereka.
"Mungkin ini bisa jadi pelajaran untuk kalian, dan maafkan diriku, aku di sini hanya pemeran yang dapat peran antagonis yang akan segera pergi setelah kalian berpisah," batin Riad.
Riad pun menyuruh orang untuk membawa Raka pulang, kemudian dia juga kembali ke apartemen Ray.
"Besok aku akan mengambil barang-barang aku di rumah mas Raka," kata Sheryl
__ADS_1
"Iya, semakin cepat semakin baik," sahut Riad dengan tersenyum.
Semakin cepat Sheryl keluar dari rumah Raka semakin baik, jadi dia juga bisa segera kembali ke negaranya.