
"Paman Ken Steven?" ucap Rara.
"Kenapa paman ada di sini?" Rara bermonolog dengan dirinya sendiri.
Rara semakin bingung, kenapa pamannya ada di acara pertunangan Ray. Apa pamannya mengenal Ray? atau jangan-jangan memang benar paman Ken Steven adalah ayah dari Rea?
Rara yang galau kini semakin galau hingga kepalanya terasa pening, Revan dan Rehan yang baru datang melihat Rara yang kurang baik sehingga mereka mendekatinya.
"Kamu kenapa Ra?" tanya Revan
"Kepala agak pening pak," jawab Rara.
Melihat Rara yang memijat pelipisnya membuat Revan inisiatif untuk membantunya duduk dan dari tempatnya Ray tak sengaja melihat apa yang Revan lakukan.
"Apa-apaan Revan, beraninya dia menggoda Rara," batin Ray dengan kesal.
Ingin sekali Ray mendatangi Rara, Revan dan Rehan namun posisinya saat ini tidak memungkinkan karena Ken Steven sudah bergabung dengan mereka.
"Apakah tamu anda sudah datang pak Steven?" tanya mama Ray
"Mohon maaf nyonya Toretto kelihatannya tamu saya tidak bisa datang karena dia ada acara lain," jawab Ken Steven.
"OOO begitu, padahal saya tidak sabar untuk melihat tamu anda," sahut mama Ray.
"Nanti akan saya kenalkan secara pribadi nyonya," timpal Pak Steven.
"Mohon maaf kalau memotong pembicaraan kalian tapi acara pertunangan harus segera dimulai," kata Ray.
Rea nampak tegang, dia sungguh takut berbeda dengan Ray yang nampak sumringah.
Ray yang tau Rea tegang pun tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
"Relax, tarik nafas lalu hembuskan," pesan Ray yang membuat Rea semakin takut.
Mama Ray memulai acara pertunangan Ray dan Rea, beliau memperkenalkan calon besannya kepada tamu undangan dan tepuk riuh terdengar sangat meriah. Dan hal ini membuat Rara semakin pusing.
"Ah, bagaimana bisa Rea adalah anak paman Ken Steven," gumam Rara.
"Kalau dia adalah anak paman, bearti masih saudara sama aku." Lagi-lagi Rara bermonolog dengan dirinya sendiri hingga Revan yang tak sengaja mendengarnya jadi bertanya.
"Siapa saudara kamu Ra?" tanya Revan
"Rea, karena ayahnya adalah paman aku," jawab Rara.
Revan nampak shock, tak disangka dia adalah keponakan Ken Steven yang menurutnya misterius. Bagaimana tidak seorang pengusaha terkenal namun wajahnya tidak pernah muncul di layar kaca dan media.
"Yakin dia paman kamu?" tanya Revan
"Yakinlah pak Revan, masa iya saya mengklaim orang yang bukan paman saya," jawab Rara
Revan nampak mengerutkan alisnya, siapa sebenarnya Rara? jelas-jelas data yang dia dapat mengenai Rara tidak ada hubungannya dengan Ken Steven, bagaimana kini tiba-tiba orang seperti Ken Steven datang dan menjadi paman Rara?
Revan dibuat bingung oleh Rara, hingga dia tidak fokus mendengarkan sambutan Nyonya Raina Toretto.
"Saya berterima kasih kepada tamu undangan yang telah hadir untuk menjadi saksi pertunangan anak saya Ray dengan Rea anak dari Ken Steven yang seorang pengusaha kelas dunia." Mama Ray memberikan sambutannya.
Saat memberikan sambutannya mata mama Ray tak sengaja melihat Rara. Dan ini membuat dirinya bahagia karena Rara nampak bingung dan sedih dia mengira kalau Rara bersedih karena patah hati.
"Siapkan mental kamu Ra, aku sendiri yang akan memberi kamu tisu untuk mengusap air mata kamu," batin mama Ray
Seusai mama Ray memberikan sambutannya kini Ken Steven yang memberikan sambutan setelahnya baru Ray.
"Selamat malam semuanya," sapa Ray
__ADS_1
"Malam," balas pada undangan.
"Terima kasih atas kehadiran kalian semua di acara pertunangan ini. Cinta, semua orang pasti pernah jatuh cinta, begitu pula dengan saya. Awalnya saya tidak pernah tau apa itu cinta, karena dari kecil saya hampir tidak pernah mendapatkan cinta dari orang tua saya. Mama dan papa selalu sibuk dengan kerjaannya, mereka selalu bilang kalau ini semua demi saya, namun saat itu apa yang anak kecil ketahui tentang harta, mereka hanya ingin kasih sayang dari orang tuanya, begitu pula dengan saya saya hanya ingin kasih sayang dan cinta dari orang tua saya...." Ray melirik mamanya yang berbisik padanya.
"Raymond!" bisik mamanya dengan membuka lebar-lebar matanya.
Pak Steven yang tau mengkode mama Ray untuk tenang.
"Mohon maaf terjeda, ada iklan lewat," ucap Ray yang membuat semua tamu tertawa, bagaimana bisa setelah mendengar sambutan yang sedih kini Ray malah ngelawak.
"Dari kecil hingga dewasa saya tidak pernah merasakan jatuh cinta pada lawan jenis, untuk itu saya memutuskan melajang seumur hidup karena saya melihat mama saya yang sangat bekerja keras, saya tidak ingin merasakan kehampaan untuk yang kedua kali, punya pasangan namun seperti hidup sendiri. Namun kelihatannya Tuhan masih sayang kepada saya hingga Tuhan mengirimkan saya seorang wanita cantik yang amat sangat saya cintai, dia mengajarkan banyak hal kepada saya mulai arti mencintai, arti kesederhanaan, arti kesetiaan. Darinya saya bisa mendapatkan sebuah kehangatan keluarga yang selama ini tidak saya dapatkan, mengajarkan saya arti memberi dimana saya diajak bagi-bagi takjil untuk orang yang tidak mampu, yang selama ini tidak pernah saya lakukan. Tiga kata untuknya, terima kasih sayang," kata Ray
Tepuk tangan riuh terdengar, para tamu nampak terharu bahkan ada yang menangis.
"Mungkin kalian berfikiran kalau wanita yang amat saya cintai adalah wanita yang berdiri di sebelah saya, namun kenyataannya bukan, wanita yang saya cintai adalah sekertaris saya di kantor, Rea Steven adalah wanita pilihan orang tua saya, beliau memaksa saya untuk menikah dengan Rea dengan alasan tertentu bukan karena ingin melihat saya bahagia, benarkan Rea Steven?" imbuh Ray.
Mama Ray hanya bisa memijat kepalanya yang pusing, sedangkan Ken Steven tersenyum dia sungguh salut pada Ray yang mau mengakui semua di depan umum.
Rea nampak takut, dan Ray yang melihat gerak tubuh Rea mengirimkan pesan pada Revan untuk bersiap memutar video panas Rea jika Rea ingkar janji.
"Selamat malam semua, saya akan menambahkan dan membenarkan apa yang telah Raymond Toretto ucapkan, memang benar saya bukanlah wanita yang dicintai Ray dan kamu berdua tidak saling mencintai, awalnya saya memang cinta mati dengan Ray namun seiring berjalannya waktu saya sadar cinta Ray bukan untuk saya, seseorang telah menyadarkan saya, dia bilang lebih baik dicintai daripada mencintai dan yang dia katakan itu benar dan kini saya sangat mencintainya. Dan untuk Tante Raina dan papa saya mohon maaf jika mengecewakan kalian berdua." Rea mengusap air matanya yang jatuh karena dia pasti sangat mengecewakan papanya.
Ray mengambil mic dan berkata
"Untuk kekasih Rea, silahkan maju ke depan,"
Dengan rasa tak karu-karuan Rehan maju ke depan, dia langsung saja memeluk Rea dan menenangkannya.
Mama Ray nampak shock, beliau sungguh kecewa dengan sikap Ray dan Rea, beliau yang pusing memilih duduk tanpa bisa berkata-kata lagi.
"Ambilkan obatku Ryan," titah mama Ray.
__ADS_1