
Rehan membopong Rea ke sofa, dia mengecek nadi istrinya.
"Lemah sekali," gumamnya
Rehan meminta minyak angin, dia mengolesnya di pelipis dan hidung Rea namun Rea tak kunjung bangun. Ray menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit karena takutnya terjadi apa-apa.
Rehan akhirnya membawa Rea ke rumah sakit, dengan sedikit berlari Rehan membawa istrinya ke UGD, dia berteriak memanggil dokter.
"Cepat periksa istri aku," titahnya pada dokter
"Baik pak," sahut Dokter muda yang bertugas hari itu.
Refa yang tadi melihat Rehan menggendong Rea pura-pura datang dan bertanya, sebelum masuk dia sudah memasang wajah sedih.
"Dokter Rehan, ada apa dengan nona Rea?" tanya Refa
"Entahlah dokter masih memeriksanya," jawab Rahan tanpa memandang Refa.
Dokter muda tersebut nampak tersenyum, "istri anda hanya kelelahan saja dok," katanya yang membuat Rehan bingung.
"Kelelahan kenapa nadinya begitu lemah?" tanya Rehan balik
"Ini dikarenakan istri anda tengah hamil dok, usia kandungannya berjalan satu bulan," jawab Dokter muda tersebut.
Rehan tak percaya kalau Rea tengah hamil bearti malam panas itu kecebongnya tumbuh di rahim wanitanya.
"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya hamba akan jadi seorang ayah," ucap Rehan dengan bersyukur.
Dokter muda tersebut nampak tersenyum dan juga bingung, karena menurut kabarnya Rehan hari ini menikah kenapa istrinya sudah hamil satu bulan?
"Dok boleh saya bertanya sesuatu?" tanya Dokter muda tersebut.
"Silahkan," jawab Rehan
"Begini, anda kan baru menikah kenapa istri anda sudah hamil?" tanyanya
Rehan tertawa, dia tak menyangka dokter muda yang juga bawahannya di rumah sakit jeli akan hal itu.
__ADS_1
"Ya sebelumya saya sudah menanam benih," jawab Rehan.
"Ouw, tak menyangka direktur rumah sakit ini yang terkenal alim dan pendiam ganas juga," sahutnya.
Mereka saling mengobrol hal yang berbau messsusuuum sehingga membuat Refa pergi begitu saja, dia sangat iri pada Rea.
"Ah kenapa dia bisa memiliki dokter Rehan," katanya dengan kesal.
Kini Rea sudah dipindahkan ke ruang rawat inap, Rehan juga mengabari keluarga dan temannya dan semua menyusul Rehan ke rumah sakit.
************
Revan kembali menghubungi Riad, tanpa dia duga ternyata Riad besok ingin datang ke Indo. Entah mengapa jiwanya meronta untuk datang ke Indonesia dia sungguh tidak bisa menahan keinginan untuk datang ke negara maritim ini.
"Nanti aku kirim tiket pesawat kelas bisnis supaya perjalanan kamu menyenangkan," kata Revan di sambungan telponnya.
"Terima kasih pak Revan," balas Riad.
Revan menutup sambungan teleponnya, dia nampak lega akhirnya Riad datang ke indo tanpa dia bujuk.
Di sisi lain, Sherly mulai membuat kue. Sebenarnya dia pintar sekali membuat kue, dulu saat dia masih bersama Raka Sherly terkadang membuatkan kue untuk Raka.
"Aku merindukan kamu Raka," ucapnya.
Sheryl sungguh menyesal telah menghianati Raka, pesona Riad sungguh membuatnya melupakan Raka, lelaki yang berkontribusi penuh dalam hidupnya.
Hari berganti dengan cepat, hari ini Riad telah sampai di Bandara internasional.
Dia memandangi sekelilingnya, di sini dulu dia bertengkar dengan Raka.
"Indonesia Iam back again," ucapnya.
Riad mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Revan, dan Revan segera menjemput Riad.
"Pak Revan hal pertama yang ingin saya lakukan adalah makan gulai," kata Riad
"Makan gulai?" tanya Revan
__ADS_1
"Iya pak, saya sudah mengingatkannya dari beberapa waktu yang lalu, alasan saya ingin datang ke indo cepat-cepat ya karena itu juga," jawab Riad
Revan menggelengkan kepalanya, baru kali ini ada orang dari Afrika Utara ingin makan gulai kambing.
"Baiklah ayo," ajak Revan
Revan mengajak Riad makan gulai di sebuah depot yang tak jauh dari Bandara internasional.
"Pak saya pesan porsi dobel ya," kata Riad
"Kamu ini rakus sekali," ejek Revan dengan heran
Setelah makanan tiba, Riad segera melahap gulai yang tersaji, dalam sekejap satu mangkok gulai dan sepiring nasi habis tak tersisa
"Riad kamu kesurupan ya, makan kok cepet sekali. Lagian itu perut apa karet," ejek Revan
"Maaf pak, saya lapar dan juga saya pengen banget makan makanan ini," sahut Riad.
Dua mangkok dan sepiring nasi telah kandas, lagi-lagi Revan menggelengkan kepala.
"Tonbuikun kalah," ucapnya.
Seusai makan Revan mengajak Riad ke hotel yang sudah dia siapkan namun Riad ingin bertemu Sheryl karena ini ingin melihat keadaannya.
Revan langsung mengabulkan keinginan Riad, dia mengajak Riad ke rumah kontrakan Sheryl.
"Jadi ini pak rumah Sheryl?" tanya Riad
"Iya, kenapa?" jawab dan tanya balik Revan
"Kan dia matrealistis pak, jadi nggak nyangka saja dia mau tinggal di rumah sederhana seperti ini," sahut Riad
"Keadaan yang membuatnya berubah, semoga apa yang terjadi dengannya di masa lalu menjadikan dia wanita yang lebih baik lagi," timpal Revan
Revan menyuruh Riad untuk masuk,
"Kamu masuk sana, oh ya aku booking hotel nirwana buat kamu, nomer 111." Revan lalu pergi meninggalkan Riad.
__ADS_1
Riad mengetuk pintu dan tak lama kemudian Sheryl membuka pintu.
"Riad,"