
"Kamu," Leo dan Riana sama berteriak.
Setelah saling pandang kini mereka saling membuang pandangan.
Leo langsung masuk saja dan ini membuat Riana kesal.
"Woy seenaknya masuk rumah orang, memangnya ini rumah nenek moyang kamu," maki Riana
"Aku sudah biasa keluar masuk rumah ini," sahut Leo tanpa mempedulikan Riana.
Dia terus berjalan masuk ke dalam rumah.
Dari arah berlawanan ada Rara dan Ray yang baru turun dari lantai dua.
"Ra ini berkas-berkas yang harus kamu pelajari," kata Leo lalu memberikan berkas pada Rara.
Riana menatap Leo dengan tatapan tak biasa, dia bertanya-tanya ada hubungan apa Leo dan Rara.
"Iya makasih Leo," ucap Rara lalu menerima berkas dari tangan Leo.
Ray mengajak Leo untuk duduk sedangkan Rara menghampiri Riana yang sedari tadi menatapnya dengan Leo.
"Keliahatannya ada yang tertarik nih ma asisten aku," sindir Rara.
Mendengar sindiran dari sang adik membuat Riana kaget.
"What Ra! aku tertarik ma dia," kata Riana
"Iya la daritadi kak Riana menatap Leo terus," sahut Rara.
"Kak ini lah bule yang aku maksud," imbuh Rara
"What! ogah! aku tu Gedeg banget sama dia," sahut Riana dengan ekspresi mau muntah.
"Aku tu benci banget ma dia," imbuh Riana dengan memalingkan wajah.
Rara mengerutkan alisnya, heran kenapa kakaknya membenci Leo.
"Kak Riana udah kenal sama Leo?" tanya Rara
"Kami bertemu di Bandara," jawab Riana.
__ADS_1
"Oalah," ucap Rara dengan tertawa.
Rara menggandeng tangan Riana dan membawanya ikut bergabung dengan Ray dan Leo.
"Leo kenalin ini kakak aku," kata Rara yang membuat Leo membolakan matanya lebar-lebar.
"What! she is your sister?" tanya Leo kaget karena dia tidak menyangka wanita yang menurutnya begitu menyebalkan adalah kakak dari atasannya.
"Iya kenapa?" tanya Riana balik dengan menatap Leo dengan lekat.
"Pantes aku tidak asing dengannya, mungkin saat di rumah kamu aku melihat fotonya," jawab Leo.
"Kan kalian kan saling kenal dan sama-sama jomblo kenapa nggak pacaran saja." Ray menyela.
Mendengar perkataan Ray, Leo dan Riana saling pandang dan berucap
"Ogah," kata keduanya.
"Ih siapa juga yang mau sama lelaki seperti kamu, jalannya saja mirip undur-undur," ejek Riana.
"Lagipula siapa juga yang mau sama wanita aneh seperti kamu, salah tapi malah melemparkan kesalahan pada orang lain," sahut Leo
"Kamulah opsi terakhir aku jika di dunia ini nggak ada laki-laki single," timpal Riana.
Rara dan Ray yang heran hanya bisa menggelengkan kepala.
"Sudah sudah kalian ini bertengkar seperti tom and Jerry saja!" maki Ray yang mencoba melerai debat Kakak iparnya dan Asisten istrinya.
"Ingat, datangnya cinta biasanya berawal dari perdebatan seperti ini," kata Rara dengan tertawa.
"Amit-amit Ra, aku tu benci banget ma dia," sahut Riana
"Ingat kak benci dan cinta itu beda tipis," timpal Rara
"Nggak mungkin," sahut Riana lalu pergi meninggalkan Leo, Rara dan Ray di ruang tamu.
Riana terus menggerutu karena kesal dengan Leo, adik serta adik iparnya.
Di ruang tamu Rara hanya tertawa melihat Kakak dan asistennya.
Rara berniat untuk menjodohkan mereka karena Leo adalah pemuda yang baik dan juga mapan daripada Kakaknya nanti dapat lelaki yang nggak baik mending sama Leo saja toh sudah ada benih-benih cinta diantara mereka.
__ADS_1
************
"Kamu nggak lihat gimana sikap kak Riana dan Leo sayang," kata Rara
"Lihat dan aku yakin nanti mereka saling mencintai seperti kita," sahut Ray
"Iya sayang," timpal Rara.
"Aku kangen ma baby kita, bentar ya aku ambil dulu," imbuh Rara lalu pergi untuk mengambil anaknya.
Beberapa saat kemudian Rara kembali dengan bayi mungil mereka.
"Anak ini mau kamu namai siapa?" tanya Rara
"Dia kan anak pertama jadi mau aku namai Rafathar," jawab Ray
"Artinya apa?" tanya Rara
"Rafathar itu artinya anak pertama yang tinggi derajatnya," jawab Ray
"Kamu pasti Googling ya," kata Rara dengan tertawa
"Iya," sahut Ray dengan tertawa juga.
"Anak kita namanya Rafathar Albert Toretto," imbuh Ray
"Wah bagus sekali sayang, ya udah aku setuju," sahut Rara
"Artinya anak pertama yang pintar dan tinggi derajatnya," ucap Ray lalu mencium bayi dan istrinya
"Mobil sport kamu meluncur sayang," kata Ray lalu mengelus pipi bayi mungilnya.
Pagi datang dengan cepat, Rara yang ada kerjaan mendadak meminta Leo untuk menjemputnya karena Ray ada meeting online dengan Revan.
Saat turun Rara harus mendengar debat sengit kakak dan asistennya.
"Tom and Jerry live," batin Rara
Seusai sarapan Rara meminta Pelayan untuk mengantarkan sarapan Ray ke ruang kerjanya setelahnya dia menghampiri dimana tom and Jerry casting film.
"Leo nanti malam kamu antar kak Riana jalan-jalan,"
__ADS_1
Sontak Leo dan Riana bersamaan menatap Rara.