
Halo kak biar semangat aku bagi visual lagi ya, biar semangat. Biasanya kan kalo melihat cowok ganteng semangat gitu ya.
Siapa nih yang nggak semangat melihat cowok ganteng????
Ntar aku tag ya, kita diskusi yuk 😂😂😂😂😂
visual Ray
Visual Rehan
Visual Revan
Visual Ken Steven
Untuk visualnya sengaja yang cowok dulu ya kak, 🤣🤣🤣🤣🤣🤗🤗😂✌️
"Ini saljunya, buruan dimakan nanti bisa mencair," kata Revan sambil menyodorkan termos yang berisi salju.
Rara segera membuka termos, air liurnya mengucur deras apalagi saat Revan mengeluarkan sirup Marijan warna merah dan juga warna hijau.
__ADS_1
Rara langsung mengambil mangkok besar dan segera memindahkan salju ke dalam mangkuk tak tanggung-tanggung Rara menuang sebagian sirup Marijan ke mangkuk sudah dipastikan betapa manisnya.
Ray dan Revan saling pandang, mereka merinding saat Rara melahap es termahalnya.
"Enak sayang?" tanya Ray
"Enak banget, ini tu es terenak yang pernah aku makan sayang," jawab Rara
"Dan yang pasti ini tu es termahal Ra, karena untuk mendapatkannya aku membayar orang untuk ke Korea. Padahal kalau beli es serut di sini nggak mengabiskan uang sejuta," kata Revan
"Tapi rasanya nggak sama pak Revan," sahut Rara
"Sama Ra," timpal Revan
Rara sangat menikmati esnya, dia mengabaikan Ray maupun Revan. Rara terus memakan es nya sampai habis dan tanpa rasa malu dia bersendawa dengan keras.
"Kebo," sahut Rara dengan kesal karena Revan membandingkan dirinya dengan sapi.
"Ouuwww kebo, pantes merepotkan ngidamnya," timpal Revan
"Memangnya Raya tidak merepotkan ngidamnya?" tanya Ray
"OOO istri aku pengertian, ngidamnya tidak separah Rara," jawab Revan
"Tapi ya wajar emang, anak yang dikandung Rara kan anak sultan. Papanya sultan, Opa Omanya juga sultan, apalagi mamanya penguasa Amerika," imbuh Revan.
"Anak kamu juga anak sultan," sahut Ray
__ADS_1
"Sultan Andara," timpal Revan
"Aku kok nggak asing dengan sebutan sultan Andara," sindir Rara dengan melirik Revan
Revan hanya terkekeh, memang sebutan sultan Andara itu untuk salah satu artis papan atas negara ini, namun Revan mendeklarasikan dirinya sebagai sultan Andara.
"Lagipula kan ga jauh-jauh amat aku dengan dirinya," sahut Revan.
Ray, Revan dan Rara mengobrol asik, hingga tak sengaja Revan bercerita kalau Raya pernah ngidam meminta buah asem yang langsung ambil dari pohonnya.
"Kamu ambilkan?" tanya Ray
"Iya dong, tapi dia ingin aku sendiri yang memanjat pohon asemnya," jawab Revan dengan bersedih
Bagi Revan itu adalah ngidam Raya yang menyebalkan, dia hampir saja jatuh saat memanjat pohon Asem seandainya ini adalah tugas kantor Revan tidak akan mau melakukannya.
"Sabar Revan ini kan demi anak kamu, jadi kamu Nggak boleh menggerutu," hibur Ray yang membuat Revan muak, bisa-bisanya Ray berbicara seperti itu padahal selama ini yang memenuhi ngidam Rara adalah dirinya.
"Sumpah kalau nggak ingat kamu adalah bos ku ingin aku lempar dirimu," ucap Revan dengan kesal.
Ray hanya terkekeh, ekspresi Revan sungguh lucu kalau marah.
Rara sedari tadi menyimak omongan Ray dan Revan, otaknya kini berkelana membayangkan buah asem yang buahnya panjang-panjang, seketika air liurnya mengucur deras dan dia pun menarik baju Ray
"Ada apa?" kelihatannya aku juga menginginkan buah asem...." Belum sempat melanjutkan kata-katanya Revan langsung ngibrit pulang.
"Revan....." teriak Ray
__ADS_1