Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Segera daftarkan


__ADS_3

"Astaga sayang, kamu itu baru kembali ke fitroh masak iya udah mau melakukan hal yang salah," timpal Rara.


Ray terkekeh mendengar ocehan calon istrinya.


"Sayang, kita di apartemen yuk, besok kan puasa aku yang pertama setelah menjadi muslim jadi aku ingin kamu mengajari aku doa-doanya dan lain-lain," ucap Ray.


"Jangan di apartemen, di rumah papa dan mama saja nanti aku yang ngomong pada mereka," sahut Rara.


Tak hanya Ray, Rea juga meminta Rehan untuk menemaninya sahur pertama.


"Ya sudah kamu menginap di rumah aku ya," kata Rehan


"Baik sayang," timpal Rea dengan senang.


"Oh ya sayang, kenapa kamu lebih memilih tinggal sendiri daripada kumpul dengan orang tua kamu?" tanya Rea.


"Ingin mandiri saja," jawab Rehan.


Sebenarnya hubungan Rehan dengan orang tuanya tidak bagus ini karena ayah Rehan terlalu menurut pada istrinya. Ibu tiri Rehan sungguh pengatur oleh sebab itu Rehan memutuskan untuk keluar rumah.


"Sayang sebaiknya kita pergi ke rumah kamu, bagaimanpun juga mereka itu orang tua kamu jadi alangkah baiknya kita memberitahu mereka," kata Rea.


Rehan nampak terdiam, sebenarnya dia malas sekali pulang, tapi memang benar apa yang dikatakan Rea.


"Tunggu aku libur ya, nanti kita pulang ke rumah orang tua aku," sahut Rehan.


"Iya sayang," timpal Rea.


Kini Rehan dan Rea telah sampai di rumah Rehan, rumah Rehan sangat sederhana minimalis namun sangat rapi dan bersih.


Rehan meminta Rea untuk tidur bersamanya namun Rea menolak, dia memilih kamar tamu.


"Baiklah, selamat malam bidadari aku, nice dream," kata Rehan sambil mengecup kening Rea.


Rehan yang lelah juga memutuskan untuk istirahat dan baru sebentar mapan dia langsung terlelap.


Waktu cepat berlalu dan waktu sahur pun datang.


Rea bangun terlebih dahulu, dia membantu art Rehan untuk memasak.


"Biasanya Tuan Rehan makan apa kalau sahur?" tanya Rea


"Biasanya Tuan Rehan sahur dengan buah, susu dan juga roti tapi terkadang dia makan nasi juga," jawab art.


Rea segera menyiapkan makan sahur di meja, kemudian dia membangunkan Rehan.


"Sayang bangun." Rea menggoyang badan Rehan


Perlahan Rehan membuka matanya, saat melihat Rea, Rehan tersenyum.


"Halo sayang, gimana tidurnya?" tanya Rehan, lalu dia mengambil air minum.


"Tidurnya nyenyak sayang, nyenyak banget malah," sahut Rea.

__ADS_1


"Ayo kita sahur," ajak Rea


"Ayok," sahut Rehan, namun bukannya keluar untuk sahur Rehan malah membawa Rea ke tempat tidurnya.


"Eh sayang mau apa?" tanya Rea


"Sahur," jawab Rehan


"Sahur makan kamu dulu baru makan nasi," imbuhnya.


Rehan segera melahap bibir Rea dan bergerilya menjelajah tubuh seksi calon istrinya. Setelah puas Rehan dan Rea memutuskan untuk keluar.


Rehan mengajari Rea cara berniat puasa, dia juga memberitahu apa yang tidak boleh dilakukan saat puasa, Rea adalah wanita yang cerdas diajari sebentar dia langsung paham. Rencananya Rea nanti akan membeli banyak buku tentang Islam, dia juga ingin memanggil guru privat yang akan dia suruh untuk mengajari mengaji.


**************


Hari ini jadwal Rehan kosong namun dia harus tetap datang ke rumah sakit.


Rea paling tidak suka kalau Rehan datang ke rumah sakit karena pasti dibuat kesempatan oleh Refa.


"Nggak usah pergi ke rumah sakit ya, ini kan puasa pertama aku," kata Rea


"Kamu mau ikut?" tanya Rehan


"Memangnya boleh," jawab Rea


"Boleh, kan hari ini jadwal aku kosong. Aku datang ke rumah sakit untuk mengecek saja," sahut Rehan


Di sisi lain, Ray meminta Revan untuk mengurus pernikahannya.


Mulai Prewed dan juga mencarikan desainer untuk pakaian mereka.


"Kira-kira satu minggu sudah selesai semua apa belum, aku sudah tidak sabar untuk segera menikah," kata Ray


"Kalau memang ingin segera menikah, kita buat acara sederhana saja. Nanti resepsinya baru dibuat megah, lagian dah tau kebelet kenapa nggak disiapkan dari jauh-jauh hari," omel Revan


"Ya sudah begitu saja, yang penting ijab-qabulnya," sahut Ray.


Meskipun begitu namun Ray tetap meminta Revan mencari desainer kondang dan prewed.


"Kan nona Rara seminggu lagi harus ke US, kenapa kalian nggak buat Prewed di sana saja," ide Revan


"OMG, ide bagus sekali Revan," puji Ray


"Sekalian kalian Prewed sama Rehan dan Rea," imbuh Revan


"Ya benar sekali, ya sudah cepat daftarkan berkas-berkas aku ke KUA, jadi pas di US aku sudah resmi menikah, dah tidak sabar untuk bulan madu," kata Ray


"Mana berkas-berkasnya?" tanya Revan


"Belum aku siapkan," jawab Ray santai


Revan melemparkan tatapan mautnya kepada Ray, ingin rasanya dia menarik rambut Ray hingga rontok, menyuruh untuk didaftarkan namun berkas-berkasnya belum disiapkan.

__ADS_1


Kalau berkas Ray mungkin Rehan sudah ada tapi kalau berkas Rara tentu Ray harus menyiapkannya terlebih dahulu.


"Lalu bagaimana saya bisa mendaftarkan di KUA, jika berkas Rara belum disiapkan," kata Revan.


"Besok saja, aku siapkan," Sahut Ray.


Waktu berlalu sangat cepat, dan jam makan siang telah datang.


"Sayang aku mau makan siang dulu, kamu puasa apa tidak?" tanya Ray yang lupa kalau dirinya kini telah berpuasa.


"Bukan kah kamu juga puasa, kenapa mau makan siang?" tanya Rara


"Oh iya lupa," sahut Ray


"Lupa-lupa, awas Lo kalau membatalkan puasa atau puasa dhuhur," ancam Rara


"Astaga sayang, kamu galak sekali, Pitbull kalah," oceh Ray dengan tertawa.


Ray sungguh haus sekali, apalagi kepalanya rada pusing karena belum ngopi.


"Bagaimana ini," ucapnya dalam hati


"Sayang, aku ada meeting dengan klien aku keluar dulu ya," pamit Ray


"Tunggu, jadwalnya hari ini tidak ada meeting. Lantas kenapa tiba-tiba bilang ada meeting?" tanya Rara dengan curiga.


"Aku tau, pasti mau membatalkan puasa kan, makan di luar." Rara seolah tau apa yang Ray pikirkan.


"Astaga dia tau apa yang aku pikirkan, kenapa aku takut sekali padanya. Padahal biasanya tidak pernah takut pada siapapun," batin Ray


"Ya sudah, aku batalkan saja meeting dengan klien, nanti kalau ditanya aku bilang saja kalau calon istri aku yang melarang," kata Ray


Rara hanya tertawa, sungguh Ray kenapa jadi begini.


"Begitu lebih baik, atau nanti aku yang bilang sendiri sama kliennya," sahut Rara.


"Baiklah sayang," timpal Ray dengan melemas.


Meski haus dan pusing Ray sebisa mungkin menahannya, hingga tak terasa waktu pulang telah datang.


Rencananya Ray ingin mengajak Rara untuk berbuka berdua.


Ray yang merasa lapar memesan banyak makanan dan minuman hingga meja VIP penuh dengan makanan maupun minuman.


"Sayang, kamu yakin mampu menghabiskan ini semua?" tanya Rara


"Habislah, aku sungguh lemah sekali sayang," jawab Ray


Rara hanya bisa menggelengkan kepalanya, memang sih saat menjelang waktu berbuka kita seperti bisa menghabiskan semua makanan namun saat waktu buka datang, dengan meminum es perut terasa sudah penuh.


Dan benar saja, saat berbuka Ray minum air dan es serta kopi, dia sudah tidak mau makan karena sudah kenyang.


"Lalu makanan ini untuk siapa?"

__ADS_1


__ADS_2