Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Sembuh


__ADS_3

Raka dan papa Raka datang ke rumah Rara, meskipun hubungan mereka sempat renggang namun mereka sudah sepakat untuk tidak memutuskan tali silaturahmi.


Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan namun kewajiban kita harus memaafkan meski berat.


Raka sekali lagi meminta maaf pada Rara, dia juga memeluk Rara lagi bahkan kini di depan Ray.


"Mau cari mati kamu Raka, beraninya memeluk istri aku di hadapan mataku," maki Ray


"Tenang Raymond, di hari yang suci dilarang marah-marah. Lagipula kan aku nggak hanya memeluk Rara, mama dan papa juga," sahut Raka


"Mama, papa. Mereka bukan mama dan papa kamu. Status mantu kini menjadi milik aku," timpal Ray tak terima.


Rara memijat pelipisnya, kenapa malah bertengkar padahal baru saja saling meminta maaf.


"Haduh, pusingnya kepala aku. Do Raymond dan neRaka beradu mulut," gumam Rara.


Mama, papa hanya tertawa. Mantan mantu dan mantu mereka saling adu mulut.


"Aku tetap memanggilnya mama dan papa sampai kapan pun titik," kata Raka yang tidak bisa digagu gugat lagi.


Ray menatap Raka dengan kesal, kalau tidak di rumah mertuanya pasti dia sudah menghajar Raka hingga babak belur.


"Mereka kan bukan lagi mama dan papa mertua kamu," sahut Ray.


Rara mencoba menenangkan suaminya,


"Nanti jatahnya double ya," bisik Rara yang membuat Ray melupakan kekesalan hatinya pada Raka.


Selain bersilaturahmi Raka dan papanya juga pamit karena mereka akan ke luar negeri dalam waktu yang lama. Mungkin juga mereka akan memutuskan untuk menetap di sana.


"Kami besok akan keluar negeri dan kemungkinan akan menetap di sana, kami ingin membuka lembar baru dan semoga Raka bisa menemukan wanita yang cocok di sana," kata Papa Raka


"Semoga kehidupan kalian jauh lebih baik di sana, dan untuk kamu Raka semoga kamu belajar dari kesalahan kamu sehingga kesalahan masa lalu nggak terulang kembali," sahut papa Rara


"Terima kasih pa," timpal Raka

__ADS_1


"Dan untuk semua, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena telah berbuat kesalahan yang fatal terlebih lagi pada Rara," imbuh Raka.


"Iya mas Raka, aku sudah memaafkan kamu. Lagipula tidak baik juga menyimpan dendam. Memaafkan kamu artinya aku telah berdamai dengan sendiri dan itu baik untuk hidup aku kedepannya," ucap Rara


"Terima kasih Rara," ucap Raka.


"Jadikan ini perpisahan yang termanis mas, semua berakhir tanpa dendam dalam hati. Aku juga minta maaf yang mungkin telah menyakiti kamu," kata Rara dengan tersenyum.


Raka nampak terharu, sungguh menyesal dia kini karena telah membuang wanita yang sangat baik demi wanita seperti Sheryl.


Ray hanya bisa diam, menahan amarah yang bergemuruh di dalam hatinya, Rara dan Raka seolah bernostalgia di depannya.


Mama yang melihat ekspresi Ray tertawa sambil menyenggol suaminya sehingga papa menggoda Ray.


"Ray, itu ambil air es untuk memadamkan api," goda papa Rara


"Iya pa, sungguh kesal aku melihat mereka yang seolah tidak memandang keberadaan aku di sini," sahut Ray


Semua tertawa mendengar perkataan Ray dan Rara segera memeluk suaminya yang cemburu.


Raka dan papanya pamit untuk pulang.


Di rumah sakit jiwa, nampak sheryl lebih baik.


Saat Raka menjenguknya beberapa saat lalu perlahan Sheryl bisa mengontrol dirinya.


Kini dia bisa berbicara dengan para perawat, dia juga meminta perawat untuk melepas tali yang mengikatnya.


"Aku sudah lebih baik sekarang, bisakah kalian melepaskan tali ini?" tanya Sheryl


Para suster yang kebetulan melihat kondisi Sheryl saling pandang, dan mereka mencoba melepas talinya dan benar saja Sheryl sudah bersikap normal.


Bahkan dia minta makan dengan aneka sayur serta susu ibu hami.


Perawat segera keluar untuk memanggil dokter, dan dokter segera datang ke ruangan Sheryl

__ADS_1


"Siapa nama anda?" tanya dokter


"Saya Sherly dok," jawab Sheryl


Dokter segera memerintahkan perawat untuk memberi apa yang sheryl mau, setelah makan dokter segera memeriksanya dia juga memanggil dokter kandungan untuk memeriksa Sheryl.


"Semuanya normal dok, dan nampak lebih baik," kata Dokter kandungan.


"Iya pasien sudah mulai sembuh," sahut Dokter jiwa.


Sheryl keluar dan duduk di bangku, dia mengingat Raka yang beberapa hari yang lalu datang menjenguknya.


"Maafkan aku Raka, aku telah menyakiti kamu," gumam Sheryl dengan menangis.


Dia sungguh menyesal karena telah meninggalkan Raka demi Riad yang tidak jelas dimana dia sekarang.


Kenangan akan dirinya dan Raka menari-nari di kepala, dan ini membuat Sheryl terisak.


"Apa yang telah aku lakukan," ucapnya dalam tangis.


Penyesalan tinggal penyesalan yang datang terlambat sehingga membuat jiwa yang rapuh semakin rapuh, namun hidup tak sampai di sini, biarlah yang lalu berlalu, di depan masih menunggu.


Sheryl memegangi perutnya yang membuncit karena karena ulah Riad.


"Bagaimana nasib aku sekarang," gumamnya


Dokter tentu mengabari keadaan Sheryl pada Revan dan Revan tidak menyangka kalau Sheryl bisa sembuh secepat ini.


Revan pun segera memberitahukan perihal kesembuhan Sheryl pada Ray yang membuat Ray tersenyum.


"Satu sembuh, satunya ikut sembuh," batin Ray


Revan pun bertanya bagaimana kelanjutan nasib Sheryl setelah keluar dari rumah sakit jiwa.


Awalnya Ray cuek dan masa bodoh namun hati nuraninya bermain sehingga dia memerintahkan Revan untuk mencari tau apa yang dilakukan riad negaranya.

__ADS_1


"Apa yang akan kamu lakukan pak? mengapa meminta aku memantau aktivitas Riad di sana?" gumam Revan.


Terima kasih ya kak yang udah dukung aku,😘😘😘😘😘jangan lupa ya kak like, komen, vote kalau yang masih ada votenya.πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2