Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Tak tenang


__ADS_3

Revan segera mengantar atasannya pulang kali ini Ray langsung ke kantor karena sudah sebulan lebih Ray tidak masuk.


"Masak iya langsung ke kantor," protes Rara


"Iya sayang, kan sudah lama aku nggak masuk," sahut Ray.


"Iya tapi kita baru pulang Lo," timpal Rara.


"La mau gimana lagi," kata Ray.


"Nggak boleh, ke kantornya besok saja biar pak Revan yang menghandle urusan kantor," ucap Rara yang melarang Ray ke kantor.


Revan dari depan ikut menyahut debat Ray dan Rara.


"Kasih saja pak nanti pasti mengijinkan," kata Revan


"Benar sekali kamu Revan," sahut Ray dengan tersenyum licik.


Tanpa aba-aba Ray langsung melahap bibir sang istri, ingin sekali Rara menolak tapi posisinya yang menggendong Rafathar membuatnya pasrah akan apa yang dilakukan suaminya.


Revan dari depan hanya menggelengkan kepala, dia tidak menyangka Ray akan melakukannya toh tadi dia hanya bercanda.


Melihat Revan yang melihatnya membuat Ray mengakhiri pautannya.


"Mata fokus ke depan jangan melirik aku," omel Ray


"Iya nih sudah, kan ada pemandangan indah sayang untuk dilewatkan," sahut Revan

__ADS_1


Ray kini kembali melemparkan pandangan ke arah sang istri.


"Jangan cemberut dong sayang, kita lanjut setelah aku pulang dari kantor ya," goda Ray yang membuat Rara semakin kesal.


"Up yo you tapi antar aku ke rumah mama dulu ya," sahut Rara


"Baiklah," sahut Ray


Ray memerintahkan Revan untuk mengantar Rara ke rumah orang tuanya dan ini membuat Revan kesal karena dia harus putar balik lagi mengingat rumah orang tua Rara berlawanan jalan dengan rumah Ray.


"Ngomong kek dari tadi, sudah tiga per empat jalan harus balik lagi," gerutu Revan dalam hati.


Beberapa saat kemudian sampailah mereka ke rumah orang tua Rara.


Mama dah papa Rara yang kebetulan di rumah sangat senang Rara datang.


Mama dan Papa membawa Rara masuk, mama langsung mengambil Rafathar dari gendongan Rara.


"Biar sama mama, kamu istirahat saja," kata mama.


"Maaf ma kesini malah merepotkan mama," ucap Rara tak enak.


"Astaga anak ini, mama malah seneng," timpal mama.


"Kak Riana mana ma?" tanya Rara


"Kembali ke luar negeri kan dia mau wisuda," jawab mama.

__ADS_1


Rara nampak sedih ini pasti ada kaitannya dengan masalah Leo, pasti Riana menghindarinya.


"Kamu tu lain kali jangan begitu lagi, pergi tanpa bilang-bilang buat mama dan papa sedih saja," imbuh mama


Rara terkekeh mendengar omelan dari sang mama karena tidak ingin dimarahi lebih lanjut Rara memutusakan untuk ke kamarnya untuk merebahkan diri.


***********


Di US, Leo semakin tak tenang. Bayangan Riana semakin sering muncul dan ini sungguh membuatnya terganggu.


"Apa sih mau kamu Riana," kata Leo dengan mengusap rambutnya.


Leo mengambil minum lalu segera menghabiskannya.


Hari-hari berlalu Leo masih saja diganggu oleh bayangan dari Riana dan ini membuat Leo menyerah dan ingin sekali menghubungi Riana.


"Hubungi nggak ya," batin Leo dengan menatap ponselnya.


"Aarrrgggg," Leo nampak frustasi.


Tak ingin terganggu akan bayangan Riana, Leo memutuskan untuk mengecek pekerjaannya kembali. Dia mengirim laporan ke email Rara supaya Rara bisa mengeceknya segera.


Di saat bersamaan Riana juga melakukan hal yang sama namun dia segera meletakkan ponselnya.


"Lupakan Leo," kata Riana lalu dia kembali menyiapkan Wisudanya.


Rencananya seusai wisuda, Riana memutuskan untuk bekerja di Jepang, sempat ditawari Rara untuk bekerja di kantor Ray atau mengelola bisnis peninggalan Raka dulu namun Riana menolak.

__ADS_1


__ADS_2